Sosek Malindo Kalbar-Sarawak Sepakati Delapan Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Kawasan Perbatasan

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 11:29 WIB
Sidang Ke-39 Kelompok Kerja Bersama/Joint Working Group (KK/JKK) Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) Tingkat Provinsi Kalbar–Negeri Sarawak resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, Jumat (31/7). (ANTARA)
Sidang Ke-39 Kelompok Kerja Bersama/Joint Working Group (KK/JKK) Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) Tingkat Provinsi Kalbar–Negeri Sarawak resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, Jumat (31/7). (ANTARA)

PONTIANAK POST – Sidang Ke-39 Kelompok Kerja Bersama/Joint Working Group (KK/JKK) Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) Kalimantan Barat-Sarawak menghasilkan delapan kesepakatan strategis untuk memperkuat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan kedua wilayah.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengatakan, hasil sidang tersebut harus segera ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat perbatasan.

“Sidang Ke-39 Sosek Malindo telah menghasilkan berbagai kesepakatan penting. Yang paling utama sekarang adalah memastikan seluruh hasil sidang ini benar-benar ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat perbatasan Kalbar dan Sarawak,” kata Krisantus di Pontianak, Jumat (31/7).

Baca Juga: Reality Show Jadi Senjata Baru Promosi Wisata Sarawak, Jual Pengalaman Lewat Screen Tourism

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam kertas kerja yang ditandatangani Ketua Kelompok Kerja Sosek Malindo Kalimantan Barat Harisson dan Pengerusi JKK Sosek Malindo Negeri Sarawak Dato Sri Dr. Muhammad Abdullah Zaidel pada penutupan sidang di Pontianak, Kamis malam.

Menurut Krisantus, seluruh rangkaian pembahasan berlangsung dalam suasana persaudaraan dan saling menghormati, meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam sejumlah isu strategis.

Ia menegaskan, kerja sama yang telah disepakati tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus diwujudkan dalam program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat hubungan Kalimantan Barat dan Sarawak.

Delapan bidang kerja sama yang disepakati meliputi penguatan pembangunan sosial ekonomi kawasan perbatasan, peningkatan fasilitasi perdagangan dan investasi, percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas, penguatan pengelolaan pos lintas batas dan pelayanan masyarakat.

Baca Juga: PLB Temajuk-Telok Melano Segera Dibuka Lagi, BNPP Siapkan Jalur Baru Penggerak Ekonomi Perbatasan Kalbar

Selain itu, kerja sama juga mencakup peningkatan keamanan perbatasan, perlindungan lingkungan hidup, pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan, serta penguatan kolaborasi pelaku usaha melalui forum ekonomi bersama.

Sementara itu, Pengerusi JKK Sosek Malindo Negeri Sarawak Dato Sri Dr. Muhammad Abdullah Zaidel mengatakan keberhasilan sidang tidak hanya diukur dari jumlah kesepakatan yang dihasilkan, tetapi dari komitmen kedua pihak dalam melaksanakan hasil yang telah disepakati.

Ia juga mengundang delegasi Indonesia untuk menghadiri Borneo Economic Forum yang akan digelar di Kuching pada 7 Oktober 2026. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan jejaring pelaku usaha antara Sarawak dan Kalbar(ant)

Editor : Rafael B. Junior
Sumber : Antara
Sosek Malindo Kalbar-Sarawak pembangunan Kerja sama kawasan perbatasan