Krisantus Kurniawan Dorong Realisasi Kesepakatan Strategis Sosek Malindo demi Masyarakat Perbatasan

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 12:06 WIB
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

PONTIANAK POST - Sidang Ke-39 Kelompok Kerja Bersama/Joint Working Group (KK/JKK) Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat–Negeri Sarawak resmi ditutup Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan di Pontianak, Kamis (30/7).

Sidang tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperkuat kerja sama kedua wilayah, khususnya di kawasan perbatasan.

Penutupan sidang ditandai dengan penandatanganan kertas kerja hasil persidangan oleh Ketua Kelompok Kerja Sosek Malindo Provinsi Kalimantan Barat yang juga Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, bersama Pengerusi JKK Sosek Malindo Negeri Sarawak, Dato Sri Dr. Muhammad Abdullah bin H. Zaidel. Dokumen tersebut menjadi dasar tindak lanjut berbagai kesepakatan yang dicapai selama persidangan.

Baca Juga: Sosek Malindo Kalbar-Sarawak Sepakati Delapan Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Kawasan Perbatasan

Krisantus mengapresiasi seluruh delegasi, tim teknis, dan sekretariat yang telah menyukseskan penyelenggaraan sidang.

"Sidang Ke-39 Sosek Malindo menghasilkan berbagai kesepakatan penting. Yang paling utama sekarang adalah memastikan seluruh hasil sidang ini benar-benar ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat perbatasan Kalbar dan Sarawak," ujarnya.

Menurut Krisantus, berbagai isu strategis berhasil dibahas secara terbuka, mulai dari pembangunan kawasan perbatasan, peningkatan perdagangan dan investasi, pelayanan masyarakat lintas batas, hingga penguatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, seluruh hasil sidang tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus diwujudkan dalam program konkret.

Baca Juga: PLB Temajuk-Telok Melano Segera Dibuka Lagi, BNPP Siapkan Jalur Baru Penggerak Ekonomi Perbatasan Kalbar

"Kerja sama ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Kita ingin seluruh kesepakatan segera direalisasikan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua wilayah," tegasnya.

Krisantus juga berharap hubungan Kalimantan Barat dan Sarawak yang telah terjalin selama puluhan tahun terus diperkuat, tidak hanya melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga hubungan antarmasyarakat.

Sementara itu, Dato Sri Dr. Muhammad Abdullah bin H. Zaidel menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas penyelenggaraan sidang yang berlangsung lancar dan penuh semangat persaudaraan.

"Terima kasih kepada Delegasi Kalbar atas kerja sama dan keterbukaan selama persidangan. Semangat persaudaraan inilah yang menjadi kekuatan untuk terus mempererat hubungan Sarawak dan Kalbar," katanya.

Ia menilai keberhasilan sidang tidak hanya diukur dari banyaknya kesepakatan yang dihasilkan, tetapi dari komitmen kedua belah pihak untuk melaksanakan setiap keputusan yang telah disepakati.

Dato Sri turut mengundang delegasi Indonesia menghadiri Borneo Economic Forum yang akan digelar di Kuching pada 7 Oktober 2026 sebagai forum untuk memperkuat kolaborasi ekonomi dan mempertemukan pelaku usaha dari kedua wilayah.

Sidang Ke-39 Sosek Malindo menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, di antaranya penguatan pembangunan sosial ekonomi kawasan perbatasan, peningkatan perdagangan dan investasi, percepatan pembangunan konektivitas, penguatan pengelolaan pos lintas batas dan pelayanan masyarakat, kerja sama keamanan kawasan perbatasan, perlindungan lingkungan hidup, pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan, serta peningkatan kolaborasi antarpelaku usaha. Seluruh hasil pembahasan dituangkan dalam kertas kerja yang telah ditandatangani kedua ketua delegasi sebagai pedoman pelaksanaan program hingga sidang berikutnya. (mse)

Editor : Hanif
Sosek Malindo Kalbar-Sarawak kawasan perbatasan kesepakatan sidang