BMKG Keluarkan Peringatan Kekeringan di Kalbar, Ingatkan Potensi Karhutla Meningkat

Marsita Riandini • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 13:17 WIB
Ilustrasi Kekeringan
Ilustrasi Kekeringan

PONTIANAK POST - Curah hujan diprakirakan masih rendah di seluruh wilayah Kalbar pada awal Agustus 2026. Masyarakat diimbau untuk  untuk waspada terhadap kekeringan, dan munculnya titik panas. Peringatan dini untuk wilayah Kayong Utara dan Ketapang terhadap kekeringan meteorologis karena berkurangnya curah hujan dalam periode yang lama. 

Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat mengungkapkan, pada dasarian I (tanggal 01-10) Agustus 2026 secara umum diprediksi sama dengan dasarian sebelumnya dalam kategori rendah, dengan curah hujan berkisar antara 0-50 mm/dasarian. Selain itu, sifat Hujan secara umum diprediksi bawah normal.  

Berdasarkan analisis curah hujan dasarian III (tanggal 21-31) Juli 2026 secara umum curah hujan di Kalbar berkisar antara 0-75 mm/dasarian berada pada kategori Rendah hingga Menengah. Monitoring hari tanpa hujan berturut-turut didasarkan pada pengamatan sampai dengan tanggal 31 Juli 2026, secara umum dalam kategori sangat pendek (1-5 hari) hingga menengah (11-20 hari).

Baca Juga: Hujan Dua Hari Bersihkan Langit Pontianak, Kabut Asap Menghilang Sementara

Hari tanpa hujan (HTH) terpanjang terjadi di Kalimantan Barat selama 33 hari dengan kategori sangat panjang, yaitu Kayong Utara, yakni wilayah Kecamatan Teluk Batang. 

Septikasari, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas 1 Supadio mengungkapkan pada Sabtu (1/8/2026), kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Barat diprakirakan secara umum berawan. Namun, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tidak merata."Ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tidak merata, namun ada beberapa wilayah yang berpotensi cerah berawan," paparnya. 

Ia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berkurangnya potensi hujan dan meningkatnya suhu udara yang terjadi dapat meningkatkan potensi kemudahan terjadi karhutla di wilayah Kalbar selama sepekan ke depan.

"Kami mengimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan kebakaran hutan dan lahan," Pungkasnya. (mrd)

Editor : Miftahul Khair
curah hujan rendah kekeringan bmkg karhutla Kemarau