Karhutla Kalbar Jadi Prioritas, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 09:39 WIB
Helikopter yang dikerahkan BPBD Kalbar melakukan water bombing untuk menangani karhutla di sejumlah kabupaten, Kamis, 30 Juli 2026. (BPBD Kalbar)
Helikopter yang dikerahkan BNPB Kalbar melakukan water bombing untuk menangani karhutla di sejumlah kabupaten, Kamis, 30 Juli 2026. (BPBD Kalbar)

 

PONTIANAK POST– Kalimantan Barat kini menjadi salah satu prioritas nasional dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggeser satu unit helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan ke Kalbar menyusul meningkatnya intensitas karhutla di provinsi tersebut.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan, pergeseran armada dilakukan sebagai bagian dari strategi penempatan helikopter secara dinamis berdasarkan tingkat ancaman kebakaran di setiap daerah. Selain Kalbar, satu unit helikopter juga dipindahkan ke Kalimantan Tengah yang mengalami kondisi serupa.

Menurut Budi, helikopter water bombing paling efektif digunakan ketika api masih berada pada tahap awal. Penyiraman dari udara bertujuan menekan penyebaran api sebelum kebakaran meluas dan sulit dikendalikan.

"Helikopter water bombing bukan dirancang untuk memadamkan kebakaran dengan luasan sangat besar, melainkan digunakan saat api masih terbatas sehingga penyiraman dari udara dapat lebih optimal," ujarnya saat meninjau penanganan karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8).

Ia menegaskan, ketika kebakaran sudah meluas, penambahan jumlah helikopter sekalipun tidak akan mampu memadamkan seluruh area karena kapasitas air yang dibawa setiap armada memiliki keterbatasan dibandingkan luas lahan yang terbakar.

"Begitu karhutla meluas, helikopter water bombing mau ditambah dua atau tiga skuadron sekalipun tidak akan mampu memadamkan seluruh kebakaran," katanya.

BNPB menerapkan pola reposisi armada udara sesuai perkembangan indeks ancaman karhutla nasional. Kalimantan Selatan yang sebelumnya mendapat dukungan empat helikopter kini hanya menyisakan dua unit setelah masing-masing satu helikopter dialihkan ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Langkah tersebut menunjukkan Kalbar menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan penguatan operasi udara karena meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau. 

Selain water bombing, BNPB menilai pengendalian karhutla harus dilakukan secara terpadu melalui patroli darat, pemadaman dini, serta operasi modifikasi cuaca (OMC) apabila tersedia potensi awan yang memungkinkan hujan buatan.

Strategi tersebut dinilai penting untuk menekan perluasan kebakaran, terutama di wilayah yang memasuki puncak musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra mengatakan BNPB siap kembali menggeser helikopter apabila kondisi karhutla di suatu daerah meningkat dan membutuhkan dukungan tambahan dari udara.

BNPB mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada armada udara, tetapi juga kecepatan menemukan dan memadamkan titik api sejak awal. Karena itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kemunculan titik api agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. *

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
helikopter water bombing bnpb kalimantan karhutla kalbar Prioritas Nasional