Mobil Hias Tanjak Kafilah Pontianak Bawa Pesan Budaya dan Nilai Al-Qur’an di MTQ Kalbar

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 21:44 WIB
Mobil hias berbentuk tanjak tampil pada Pawai Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Bundaran Tugu Durian Kayong Utara, Minggu (2/8/2026). (Pemkot Pontianak)
Mobil hias berbentuk tanjak tampil pada Pawai Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Bundaran Tugu Durian Kayong Utara, Minggu (2/8/2026). (Pemkot Pontianak)

 

PONTIANAK POST - Kafilah Kota Pontianak menampilkan mobil hias berbentuk tanjak pada Pawai Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Bundaran Tugu Durian, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026) pagi.

Mobil hias tersebut menjadi identitas Kota Pontianak dalam pawai. Bentuk tanjak yang ditampilkan tidak hanya sebagai ornamen budaya Melayu, tetapi juga membawa makna tentang adab, tanggung jawab, dan komitmen dalam membaca serta mengamalkan Al-Qur’an.

Baca Juga: Edi Kamtono Beri Dukungan Langsung kepada Kafilah Kota Pontianak di MTQ Kalbar

Tanjak Melambangkan Kehormatan dan Komitmen Qur’ani

Ketua LPTQ Kota Pontianak Amirullah mengatakan, tanjak dipilih karena memiliki makna kehormatan, kebijaksanaan, dan keberanian dalam bersikap.

Dalam konteks MTQ, setiap bagian tanjak dimaknai sebagai simbol keteguhan untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan.

“Mahkota tanjak ini membawa pesan tentang komitmen membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tanggung jawab kepada Allah SWT, kebijaksanaan dalam bertingkah laku, dan keberanian dalam bersikap,” ujar Amirullah yang juga Sekretaris Daerah Kota Pontianak.

Baca Juga: 34 Mobil Hias Semarakkan Pawai Ta'aruf MTQ Kalbar di Kayong Utara

Pawai Jadi Ruang Perkenalan Daerah dan Penguatan Silaturahmi

Amirullah menjelaskan, keikutsertaan Kota Pontianak dalam pawai bukan hanya untuk memeriahkan pembukaan MTQ. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang memperkenalkan karakter daerah, memperkuat silaturahmi, dan menunjukkan semangat syiar Al-Qur’an.

Menurutnya, pawai menjadi momentum penting bagi kafilah sebelum memasuki rangkaian perlombaan. Kegiatan ini membantu membangun kebersamaan, meneguhkan mental peserta, serta mempererat hubungan antarkafilah dari kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

“Ini ruang silaturahmi dan penyemangat bagi kafilah sebelum mengikuti perlombaan,” katanya.

Baca Juga: Dilantik Gubernur, Dewan Hakim MTQ XXXIV Kalbar Diingatkan Pegang Teguh Amanah dan Integritas

Pontianak Bawa Pesan Perpaduan Budaya dan Syiar Islam

Pesan utama yang dibawa Kota Pontianak dalam pawai tersebut adalah semangat menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dalam kehidupan masyarakat.

Identitas budaya yang ditampilkan melalui tanjak dan ornamen khas Pontianak diharapkan menunjukkan bahwa syiar agama dan budaya daerah dapat berjalan beriringan.

Amirullah menambahkan, peserta kafilah Kota Pontianak diharapkan tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjaga akhlak, adab, dan nama baik daerah selama mengikuti MTQ ke-34 Kalbar.

“Harapan kami, peserta tampil maksimal, menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, dan membawa nama baik Kota Pontianak. Prestasi penting, tetapi akhlak dan adab sebagai peserta MTQ juga harus dijaga,” ungkapnya.

55 Anggota Kafilah Pontianak Siap Berkompetisi di MTQ Ke-34

Pada MTQ kali ini, Kota Pontianak menurunkan 55 anggota kafilah. Amirullah berharap keikutsertaan tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat pembinaan generasi Qur’ani.

“Semoga kafilah Kota Pontianak diberi kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik. Yang paling utama, semoga MTQ ini semakin menguatkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an,” pungkasnya.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Pemkot Pontianak
Kafilah Kota Pontianak MTQ ke-34 MTQ Kalimantan Barat 2026 mobil hias tanjak Pontianak Amirullah LPTQ Pontianak syiar Al-Qur’an