PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Pontianak membuka ruang lebih luas bagi komunitas untuk ikut menentukan arah pembangunan daerah.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan pemerintah siap menerima ide, masukan, dan kontribusi komunitas sepanjang gagasan tersebut konkret, realistis, serta dapat diterapkan.
"Kami membuka seluas-luasnya untuk ide-ide pembangunan kota," kata Edi dalam pertemuan Pontianak Memanggil Komunitas di Aula Rohana Muthalib Bapperida Pontianak, Selasa (4/8/2026).
Bagi Pemkot Pontianak, komunitas bukan sekadar kelompok yang menjalankan aktivitas sosial. Mereka dinilai memiliki energi, kreativitas, dan kedekatan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, gagasan komunitas dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan.
Baca Juga: Sungai Jawi Juara Lomba Kelurahan 2026 Tingkat Provinsi Kalbar, Ini Inovasinya
Komunitas Bisa Bawa Gagasan hingga Masuk Perencanaan Daerah
Kepala Bapperida Kota Pontianak Yuli Trisna Ibrahim menjelaskan, keterlibatan komunitas dalam pembangunan bukan sesuatu yang baru.
Sejak 2019, Pemkot Pontianak telah mengembangkan Rumah Komunitas Pontianak atau Rumpon sebagai ruang berkumpul, berdiskusi, dan menyalurkan gagasan.
Rumpon menjadi wadah bagi pemuda-pemudi Pontianak yang memiliki kreativitas, ide segar, dan kepedulian terhadap pembangunan kota.
“Kita harapkan masyarakat bisa memberi sumbangsih pemikiran kepada pengambil kebijakan, dalam hal ini kepala daerah. Sekaligus mengoptimalkan peran komunitas yang ada di Kota Pontianak agar lebih aktif dalam pembangunan daerah,” kata Yuli.
Namun, gagasan komunitas tidak berhenti di ruang diskusi. Ide yang konkret dan dapat diwujudkan berpeluang diteruskan ke dalam dokumen perencanaan pemerintah daerah.
“Sepanjang ide itu konkret, bisa diimplementasikan dan diwujudkan, kenapa tidak. Nanti bisa masuk ke dokumen perencanaan, lalu dieksekusi melalui program, kegiatan, dan subkegiatan perangkat daerah,” jelasnya.
Lima Subsektor Komunitas Jadi Perhatian
Yuli menyebut terdapat lima subsektor besar komunitas yang selama ini menjadi perhatian Pemkot Pontianak. Kelima subsektor tersebut meliputi pendidikan, lingkungan, kesehatan, ekonomi kreatif dan pariwisata, serta hobi.
Khusus ekonomi kreatif, ruang pengembangannya semakin luas. Subsektornya mencakup kuliner, fesyen, startup, aplikasi, seni pertunjukan, hingga bidang kreatif lainnya.
“Dari komunitas-komunitas inilah muncul ide-ide segar yang kita harapkan memberi sumbangsih positif kepada Pemerintah Kota Pontianak,” jelas Yuli.
Baca Juga: Edi Kamtono Beri Dukungan Langsung kepada Kafilah Kota Pontianak di MTQ Kalbar
Dari Gagasan Komunitas hingga Inovasi Pemerintah
Menurut Yuli, gagasan komunitas dapat berjalan beriringan dengan inovasi yang dikembangkan perangkat daerah.
Salah satu jalurnya adalah melalui Innovative Government Award atau IGA. Berbagai inovasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik menuju pelayanan prima. Salah satu contoh yang disebut Yuli adalah Si Pohon.
Inovasi tersebut memungkinkan data pohon di Kota Pontianak dipantau. Informasi yang tersedia mencakup jenis, lokasi, usia, dan kontribusi pohon terhadap ruang terbuka hijau.
“Kalau kita lihat di pohon-pohon, ada peneng registrasi pohon. Dari situ bisa diketahui jumlah pohon di Kota Pontianak untuk mendukung pemenuhan ruang terbuka hijau,” ungkapnya.
Baca Juga: Edi Kamtono Dorong UMKM Pontianak Gunakan QRIS, Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Ide Komunitas Harus Punya Jalan Eksekusi
Bagi pemerintah, membuka ruang partisipasi berarti menyediakan jalan agar gagasan dapat diwujudkan. Yuli menjelaskan ide yang memenuhi kriteria dapat diteruskan ke berbagai dokumen perencanaan daerah.
Dokumen tersebut mencakup RPJMD, Renstra, RKPD, Renja, hingga program dan kegiatan perangkat daerah.
Dengan mekanisme itu, gagasan komunitas tidak hanya menjadi masukan. Ide yang dinilai layak dapat diterjemahkan menjadi program dan kegiatan pemerintah.
Pemkot Pontianak Dorong Komunitas Aktif
Yuli berharap komunitas di Kota Pontianak terus aktif menyampaikan masukan dan membangun kolaborasi. Komunitas juga didorong menghadirkan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Harapannya, pembangunan kota tidak hanya menjadi pekerjaan pemerintah. Pembangunan juga menjadi gerakan bersama warga.
“Komunitas punya peran penting. Ide-ide mereka bisa menjadi bagian dari pembangunan Kota Pontianak yang lebih baik,” pungkasnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Pontianak
Pernyataan Pemkot Pontianak tersebut membuka ruang bagi komunitas untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan.
Namun, tantangannya bukan hanya menghasilkan ide. Gagasan tersebut harus konkret, realistis, dan memiliki kemungkinan untuk dilaksanakan.
Jika dapat memenuhi syarat tersebut, ide komunitas memiliki peluang masuk ke dalam proses perencanaan daerah.
Dengan demikian, ruang kolaborasi tidak berhenti pada forum pertemuan. Gagasan warga dapat diarahkan menjadi bagian dari kebijakan dan pelayanan publik di Kota Pontianak.*
Editor : Uray Ronald
Sumber : Pemkot Pontianak