PONTIANAK POST - Sebanyak 73 siswa Sekolah Rakyat Terpadu 53 Kota Pontianak mengikuti pelatihan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan cinta tanah air. Pelatihan tersebut diberikan lima taruna Akademi Kepolisian (Akpol) selama lima hari, 3-7 Agustus 2026.
Kegiatan itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah. Para taruna juga mendapat kesempatan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan di Akpol.
Perwira Pendamping Taruna Akpol Iptu Jarot Muchtar mengatakan kegiatan tersebut tidak bertujuan menggurui peserta didik.
"Kami hadir untuk berbagi ilmu, bukan menggurui. Apa yang kami pelajari di Akademi Kepolisian akan kami bagikan kepada para siswa agar dapat membantu pembentukan karakter mereka," katanya di Pontianak, Selasa (4/8).
Bangun Disiplin dari Pagi hingga Kehidupan Asrama
Materi pelatihan diberikan melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian siswa. Para peserta diperkenalkan dengan kedisiplinan sejak bangun pagi, olahraga, serta latihan baris-berbaris dasar.
Mereka juga mendapat materi wawasan nusantara dan cinta tanah air. Kehidupan di asrama menjadi bagian lain dari pembelajaran. Siswa dikenalkan dengan penataan tempat tidur dan lemari serta kepatuhan terhadap aturan.
Menurut Jarot, kebiasaan tersebut diarahkan untuk membentuk rasa tanggung jawab dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
73 Siswa SD hingga SMA Ikuti Pelatihan
Pelatihan tersebut diikuti 73 siswa Sekolah Rakyat Terpadu 53 dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Materi diberikan dengan menyesuaikan usia peserta didik.
Siswa SD mendapatkan pendekatan yang disesuaikan dengan usia mereka. Sementara siswa SMP dan SMA mengikuti pelatihan secara bersama.
Kegiatan melibatkan lima taruna Akpol, seorang perwira pendamping, dan seorang bintara pendamping. Mereka bertugas membimbing sekaligus mengawasi pelaksanaan kegiatan selama lima hari.
Materi Tak Hanya Baris-Berbaris
Brigadir Kepala Taruna Akpol Ibnu Hafiz Musa mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berisi latihan baris-berbaris.
Para taruna juga memberikan pembelajaran mengenai kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, dan kehidupan di lingkungan asrama. Materi tersebut diarahkan agar siswa terbiasa mematuhi aturan dan menghargai sesama.
"Program yang diselenggarakan Kementerian Sosial bersama lima taruna Akpol selama lima hari tersebut diisi materi wawasan kebangsaan, pembinaan karakter dan kepribadian, bela negara, serta pengenalan pendidikan di Akpol," katanya.
Baca Juga: 270 Anak Pontianak Mulai Menempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat
Ibnu Hafiz Musa, Taruna Akpol Asal Sambas yang Pernah Gagal Dua Kali
Kegiatan tersebut memiliki cerita personal bagi Ibnu Hafiz Musa.
Brigadir Kepala Taruna Akpol itu merupakan putra daerah Kabupaten Sambas. Ia melihat keterlibatannya dalam pelatihan sebagai kesempatan mengabdi kepada daerah asal melalui pembinaan generasi muda.
Perjalanan Ibnu menuju Akpol juga tidak berlangsung sekali jalan. Ia mengikuti seleksi Akademi Kepolisian sebanyak tiga kali. Dua kali kegagalan tidak membuatnya berhenti mengejar cita-cita.
Setelah menjalani masa persiapan, Ibnu akhirnya dinyatakan lulus pada 2024. Kini, pengalaman tersebut ia bawa saat berhadapan dengan peserta didik Sekolah Rakyat.
Dari Pengalaman Gagal hingga Membimbing Generasi Muda
Pengalaman Ibnu menjadi salah satu sisi human-interest dalam kegiatan tersebut. Ia pernah berada pada posisi harus kembali mencoba setelah gagal dalam seleksi.
Kini, ia berada di hadapan siswa untuk membagikan pengalaman dan nilai yang diperolehnya selama pendidikan.
Menurut Ibnu, pembentukan karakter membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan menjadi materi penting dalam pelatihan.
Taruna Akpol Dorong Siswa Siap Hadapi Masa Depan
Ibnu berharap pelatihan tersebut dapat menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan kepada peserta didik. Nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Program ini juga memperkenalkan siswa pada pola kehidupan yang menekankan keteraturan, kepatuhan terhadap aturan, dan penghargaan terhadap sesama.
Bagi 73 siswa Sekolah Rakyat Terpadu 53, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mengenal lingkungan pendidikan sekaligus membangun kebiasaan baru.
Baca Juga: Kemensos Target Bangun Sekolah Rakyat di Landak pada Oktober 2026, Syarat Administrasi Sudah Lengkap
Pelatihan Jadi Ruang Belajar Dua Arah
Bagi taruna Akpol, kegiatan tersebut bukan hanya kesempatan memberikan materi kepada siswa. Program ini juga menjadi ruang bagi mereka untuk mengaplikasikan ilmu pendidikan dan pembinaan karakter yang diperoleh selama di Akademi Kepolisian.
"Kami hadir untuk berbagi ilmu, bukan menggurui," kata Jarot.
Pesan tersebut menjadi inti kegiatan. Pelatihan diarahkan sebagai proses berbagi pengalaman agar siswa memiliki bekal disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan untuk menghadapi masa depan.
Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara