139 Ribu Warga Kalbar Masih Menganggur, Pemprov Perkuat Program Magang

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:25 WIB
Sekda Kalbar, Harisson, saat melepas tenaga kerja dan peserta pemagangan Gelombang I di Kantor PT Agrinas Palma Nusantara di Pontianak, Selasa (4/8/2026).(Antara)
Sekda Kalbar, Harisson, saat melepas tenaga kerja dan peserta pemagangan Gelombang I di Kantor PT Agrinas Palma Nusantara di Pontianak, Selasa (4/8/2026).(Antara)

 

PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat program magang sebagai salah satu upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menekan pengangguran.

Program tersebut mempertemukan dunia pendidikan dan dunia usaha untuk membuka akses pengalaman kerja, keterampilan, dan peluang pekerjaan bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah penting menghadapi persoalan ketenagakerjaan.

"Ini tentu menjadi upaya dalam melakukan penguatan program pemagangan melalui kolaborasi dunia pendidikan dan dunia usaha sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran di daerah," kata Harisson saat melepas tenaga kerja dan peserta pemagangan Gelombang I di Kantor PT Agrinas Palma Nusantara di Pontianak, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Ingin Menjadi Mitra MagangHub 2026? Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

139 Ribu Orang di Kalbar Belum Memperoleh Pekerjaan

Harisson mengungkapkan kondisi ketenagakerjaan Kalbar masih menghadapi tantangan besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2026 terdapat sekitar 139 ribu orang atau 4,57 persen dari total angkatan kerja di Kalbar yang belum memperoleh pekerjaan.

"Data ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa penciptaan lapangan kerja harus terus ditingkatkan. Semakin banyak kolaborasi seperti ini, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak," tuturnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja perlu berjalan bersama dengan penciptaan lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Peluang Emas, BRIN Dorong Mahasiswa Jadi Periset Global Lewat Program Magang 2026

Magang Jadi Jembatan dari Pendidikan ke Dunia Kerja

Harisson menilai program pemagangan memiliki peran penting dalam mempertemukan kompetensi pendidikan dengan kebutuhan industri.

Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan. Mereka juga mendapatkan pengalaman, keterampilan, dan pemahaman mengenai budaya kerja.

Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal ketika peserta memasuki persaingan kerja yang sebenarnya. Menurut Harisson, persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan pemerintah seorang diri.

Dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu bersinergi untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja.

Baca Juga: Program Magang Nasional Dibuka Lagi, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta

Perusahaan Tak Cukup Cari Lulusan Berijazah

Harisson mengatakan kebutuhan dunia kerja terus berkembang.

Perusahaan tidak hanya mencari tenaga kerja yang memiliki ijazah. Dunia usaha juga membutuhkan sumber daya manusia yang disiplin, kompeten, mampu bekerja sama, cepat belajar, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Karena itu, peserta diminta memanfaatkan masa pemagangan untuk meningkatkan kemampuan. Mereka juga perlu memahami budaya kerja, standar profesional, dan ritme kerja di industri.

Baca Juga: Tiga Sektor Jadi Penyerap Terbanyak Peserta Magang Nasional, 30 Persen Peserta Langsung Dapat Tawaran Kerja

Peserta Magang Diminta Bangun Integritas dan Keterampilan

Harisson mengingatkan peserta agar tidak menjadikan magang hanya sebagai pengalaman singkat.

Program tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Peserta juga diminta menjaga integritas, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Keterampilan juga harus terus ditingkatkan agar peserta mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Kolaborasi Pendidikan dan Dunia Usaha Diperluas

Pemprov Kalbar akan terus mendorong kemitraan antara lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dan dunia usaha.

Tujuannya agar semakin banyak generasi muda memperoleh akses terhadap pekerjaan produktif.

Kemitraan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Kalbar.

Harisson mengapresiasi DPW Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kalbar dan PT Agrinas Palma Nusantara yang telah membangun kolaborasi melalui program pemagangan.

"Kami berharap kerja sama DPW Forum Komunikasi PKBM Kalimantan Barat dengan PT Agrinas Palma Nusantara terus berlanjut, sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh akses pelatihan, pekerjaan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga," katanya.

Baca Juga: Pengamat: Magang Nasional 2026 Jawab Kebutuhan Fresh Graduate, Harapan Baru bagi Lulusan Baru

Dari Pelatihan Menuju Pekerjaan yang Layak

Program magang diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan peserta. Pemerintah ingin kolaborasi tersebut membuka jalan menuju pekerjaan produktif dan layak bagi masyarakat.

Bagi peserta, pengalaman bekerja di lingkungan industri menjadi modal untuk memahami tuntutan dunia kerja.

Bagi pemerintah, semakin banyak kemitraan yang terbentuk berarti semakin luas peluang masyarakat mendapatkan keterampilan dan pekerjaan.

Dengan mempertemukan lembaga pendidikan, pelatihan, dunia usaha, dan masyarakat, Pemprov Kalbar berharap persoalan pengangguran dapat ditekan secara bertahap.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
tenaga kerja Kalbar program magang Kalbar pengangguran Kalimantan Barat pemagangan dunia kerja lapangan kerja Kalbar