PONTIANAK POST - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak Mansyur minta dalam perkerrutan Sekolah Rakyat dapat benar-benar menyasar warga tidak mampu dan mengutamakan orang asli Kota Pontianak. Demikian dikatakannya, Senin (3/8).
"Saya minta proses pendataan perekrutan siswa Sekolah Rakyat dapat benar-benar selektif. Dari informasi yang saya dapat, untuk pendataan siswa ini dikelola oleh Kemensos," katanya.
Takutnya ketika data ini dari Kemensos justru ada masyarakat di luar Kota Pontianak yang masuk di Sekolah Rakyat. Dia ingin dalam mengakomodir siswa, Anak-anak tidak mampu asli Kota Pontianak yang masuk di sana nantinya.
Diketahui persoalan kemiskinan masih menjadi persoalan di Kota Pontianak. Sehingga tidak menutupi banyak masyarakat tidak mampu yang anak-anaknya terancam biaya pendidikannya.
Hadirnya Sekolah Rakyat sebetulnya menjadi jawaban dalam pengentasan berbagai persoalan tentang kemiskinan ini. Dengan adanya Sekolah Rakyat anak-anak masyarakat tidak mampu bisa bersekolah. Apalagi di Sekolah Rakyat mereka tinggal di asrama, sehingga orang tua tidak perlu memikirkan biaya pendidikan hingga makan dan minumnya. Anak-anak tidak mampu ini tinggal fokus belajar.
Dinsos Pontianak dimintanya untuk berkoordinasi terkait data anak yang bakal masuk di Sekolah Rakyat. Karena lahan Sekolah menggunakan lahan milik Pemkot Pontianak maka dorongan dia anak-anak tidak mampu asal Kota Pontianak juga harus diutamakan untuk bersekolah di sana.
Komisi IV bakal mengawal proses masuknya anak-anak tidak mampu di Sekolah Rakyat ini. Fokusnya nanti, anak-anak tidak mampu yang berasal dari Kota Pontianak.(iza)
Editor : Rafael B. Junior