PONTIANAK POST – Rencana pembukaan layanan Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) rute Putussibau–Kuching memasuki tahap akhir. Persetujuan dari Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin, serta dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) telah dikantongi, sehingga pengoperasian rute tersebut tinggal menuntaskan proses administrasi, dan teknis sesuai ketentuan di Indonesia maupun Malaysia.
General Manager (GM) Perum DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari mengatakan, persetujuan tersebut menjadi langkah penting dalam percepatan pembukaan layanan transportasi lintas batas yang akan dioperasikan dengan skema back to back. Yakni antara Perum DAMRI dari Indonesia, dan PO Bus Asia Biaramas dari Malaysia.
Persetujuan itu diperoleh setelah kunjungan kerja bersama yang dilaksanakan di Border Lubok Antu, Sarawak, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, pada 3 Agustus 2026. “Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan operasional pembukaan rute ALBN Putussibau–Kuching, mulai dari infrastruktur, alur pelayanan lintas batas hingga kesiapan operasional,” ujar Ahmad Bukhari.
Baca Juga: Menteri Sarawak Tinjau PLBN Badau, Skema Transit Bus Internasional Putussibau–Kuching Disepakati
Adapun, kunjungan dipimpin langsung oleh Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin bersama jajaran instansi terkait di Sarawak. Diantaranya Jabatan Kastam Diraja Malaysia, Jabatan Imigresen Malaysia, Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ), LPKP Sarawak, serta pemangku kepentingan lainnya.
Sementara dari pihak Indonesia hadir Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, perwakilan Pemprov Kalbar, Dinas Perhubungan Kalbar, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalbar, Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas Hulu, Kepala PLBN Badau, Imigrasi, Bea dan Cukai, Perum DAMRI, serta instansi terkait lainnya.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin menyampaikan persetujuan terhadap pengoperasian rute ALBN Putussibau–Kuching. Ia juga berharap layanan tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat setelah seluruh persyaratan dipenuhi.
Selain memberikan persetujuan, Pemerintah Sarawak juga menyatakan akan segera memproses dukungan yang diperlukan agar implementasi layanan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku di kedua negara.
Baca Juga: Pemerintah Uji Coba Aplikasi All Indonesia di PLBN Entikong, Percepat Layanan Lintas Batas
Dalam arahannya, Menteri Pengangkutan Sarawak menyebut, Perum DAMRI sebagai operator angkutan penumpang yang memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan transportasi. Karena itu, DAMRI diharapkan menjadi mitra yang andal dalam mendukung layanan angkutan lintas batas Indonesia–Malaysia.
Pemerintah Sarawak juga menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pembukaan rute Putussibau–Kuching sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, investasi, sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan.
Sementara itu, Ahmad Bukhari menambahkan, seluruh pemangku kepentingan dari Indonesia dan Malaysia juga menyatakan dukungan terhadap percepatan implementasi rute baru tersebut. Koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat untuk memastikan seluruh aspek perizinan, keimigrasian, kepabeanan, keselamatan, dan operasional dapat dipenuhi sebelum layanan resmi dibuka.
"Dengan telah diperolehnya persetujuan dari Menteri Pengangkutan Sarawak dan Pemprov Kalbar, rute ALBN Putussibau–Kuching kini memasuki tahap akhir penyelesaian administrasi, dan teknis," katanya.
Menurut dia, kehadiran rute tersebut akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas transportasi Indonesia–Malaysia, khususnya di wilayah perbatasan Kalbar, dan Sarawak. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, operasional rute ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pariwisata, serta kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
Perum DAMRI, lanjut Ahmad, bersama seluruh instansi terkait berkomitmen menuntaskan seluruh persiapan agar layanan ALBN Putussibau–Kuching dapat segera beroperasi. “Yakni dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan optimal kepada masyarakat,” tutupnya. (bar)
Editor : Miftahul Khair