Pemkot Pontianak Tata Parit Tokaya, Bongkar Jembatan Penghambat 

Uray Ronald • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:23 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau Parit Tokaya. (Pemkot Pontianak)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau Parit Tokaya. (Pemkot Pontianak)

 

PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Pontianak menata Parit Tokaya Pontianak untuk mengembalikan fungsi drainase kawasan tersebut agar lebih optimal. Penataan mencakup pembersihan, normalisasi, evaluasi jembatan yang menghambat aliran, hingga penertiban garis sempadan parit.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan Pemkot Pontianak berkomitmen menjaga parit agar tetap berfungsi baik. Parit Tokaya menjadi salah satu perhatian karena merupakan parit primer dengan cakupan aliran atau catchment area yang cukup luas.

"Ada beberapa jembatan yang akan kita bongkar. Jadi nanti kalau hujan tidak ada hambatan, air dan alat amfibi kita bisa melakukan perawatan secara rutin," ujarnya saat meninjau proses penataan, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Kualitas Air Parit Sungai Bangkong Meningkat hingga 50 Persen Setelah Penaburan Eco Enzyme

Data Teknis Parit Tokaya

Secara teknis, Parit Tokaya tercatat sebagai salah satu saluran primer dalam sistem drainase Kota Pontianak. Sebuah kajian genangan banjir dari mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak 2024 mencatat panjang Parit Tokaya sekitar 7.268 meter.

Sedangkan lebar rata-ratanya 7,46 meter dan kedalaman rata-rata 3 meter. Kapasitas tampungan yang dihitung dalam kajian tersebut mencapai sekitar 162.657,84 meter kubik.

Untuk wilayah terdampak, dokumen perencanaan Kota Pontianak sebelumnya mengidentifikasi Parit Tokaya dan sekitarnya sebagai salah satu kawasan yang berpotensi mengalami genangan. 

Kawasan yang disebut mencakup sekitar Masjid Raya Mujahidin, Jalan KS. Tubun, Jalan Sutoyo, Jalan Suprapto, dan Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga: Pemkot Pontianak Tebarkan 1.900 Liter Eco Enzyme untuk Pulihkan Kualitas Air Parit

Sementara itu, Dinas PUPR Kota Pontianak sebelumnya menyebut sedimentasi, penyempitan, dan sampah sebagai persoalan yang kerap dihadapi dalam normalisasi parit.

PUPR juga pernah melakukan pengerukan pada segmen Parit Tokaya di Gang Dungun dan mencatat kendala ruang gerak alat berat di sejumlah bagian saluran.

Pemkot Pontianak Evaluasi Jembatan di Atas Parit

Selain membongkar sebagian jembatan, Pemkot Pontianak akan menata ulang sejumlah jembatan lain yang berada di atas Parit Tokaya.

Langkah tersebut dilakukan agar aliran air tidak terhambat. Akses bagi alat amfibi untuk melakukan pemeliharaan juga diupayakan lebih mudah.

Edi mengajak masyarakat ikut menjaga Parit Tokaya dari sampah. Menurutnya, sampah menjadi salah satu penyebab parit tidak berfungsi maksimal.

Karena itu, Pemkot Pontianak akan memperbanyak tempat sampah dan memperkuat penataan kawasan sepanjang parit.

“Kami berharap warga Kota Pontianak sama-sama menjaga kota ini dari tidak berfungsinya parit karena sampah,” ujarnya.

Baca Juga: Atasi Banjir Pontianak, Pemkot Kerahkan Eskavator Amfibi Keruk Parit Hadapi Hujan Deras dan Rob

Sempadan Parit Tokaya Akan Ditertibkan

Pemkot Pontianak juga akan meninjau ulang garis sempadan parit. Penertiban bangunan di sepanjang kawasan tersebut akan dilakukan hingga menuju Sungai Kapuas.

Edi menilai penataan sempadan penting agar parit memiliki ruang yang cukup untuk aliran air dan kegiatan pemeliharaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak Firayanta mengatakan Parit Tokaya menjadi fokus penanganan dalam satu hingga dua tahun ke depan.

PUPR akan melakukan pembersihan, normalisasi, serta evaluasi terhadap jembatan yang berpotensi menghambat aliran air.

Dalam beberapa hari terakhir, PUPR telah melakukan penanganan di kawasan Parit Tokaya. Beberapa hambatan juga dibongkar agar ekskavator amfibi dapat beroperasi lebih maksimal.

“Ke depan nanti kita siapkan tempat untuk alat kita bisa mudah turun-naik dan beroperasi, sehingga tidak terhambat oleh jembatan-jembatan yang sebelumnya sudah terbangun,” jelasnya.

GSS Parit Tokaya Akan Ditinjau Kembali

Firayanta menambahkan, PUPR akan meninjau kembali garis sempadan sungai atau GSS di kawasan Parit Tokaya. Setelah ditetapkan, batas sempadan akan disosialisasikan kepada masyarakat sekitar.

“Kalau GSS-nya dua meter, berarti batas terakhir bangunan yang boleh diizinkan berada di jarak dua meter. Itu harus bebas bangunan,” ujarnya.

Menurut Firayanta, penerapan GSS penting untuk memastikan tersedianya ruang perawatan parit. Area sempadan dapat dimanfaatkan sebagai jalan inspeksi, jalur pemeliharaan, ruang penghijauan, tempat sampah, serta elemen penataan lain yang tidak mengganggu fungsi parit.

Baca Juga: Heri Mustamin: Kota Seribu Parit Tinggal Nama, Normalisasi Drainase Pontianak Mendesak

Parit Tokaya Diharapkan Jadi Wajah Lingkungan Bersih

Firayanta berharap penataan Parit Tokaya dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap parit. Jika selama ini parit kerap dianggap sebagai bagian belakang permukiman, ke depan kawasan tersebut diharapkan menjadi bagian depan lingkungan yang bersih, terawat, dan nyaman.

“Kita berharap ini bisa menjadi bagian muka dari rumah masyarakat di sekitar sini. Kalau paritnya terawat dan airnya bersih, ini bisa menjadi ikon dan masyarakat senang berada di pinggir parit,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat sekitar mendukung penataan dengan tidak membuang sampah ke parit. Warga juga diminta menjaga kebersihan dan bergotong royong membersihkan rumput serta sampah kecil di sekitar parit.

“Secara berkala nanti kita bersama kecamatan, kelurahan, dinas teknis, dan masyarakat akan membersihkan parit dan lingkungan di sekitar Parit Tokaya,” pungkasnya.*

 

Editor : Uray Ronald
Sumber : Pemkot Pontianak
drainase Pontianak Parit Tokaya Pontianak penataan Parit Tokaya garis sempadan parit pemkot pontianak