BMKG Sebut Kalbar Bakal Minim Hujan 6 Pekan ke Depan, BNPB Minta Siaga Penuh Hadapi Karhutla

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 13:43 WIB
Kapolsek Tayan Hulu Kabupaten Sanggau bersama tim atasi perluasan karhutla pada Minggu (19/7). (ISTIMEWA)
Kapolsek Tayan Hulu Kabupaten Sanggau bersama tim atasi perluasan karhutla pada Minggu (19/7). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, berdasarkan laporan BMKG, wilayah Kalbar diprediksi masih minim potensi hujan selama enam pekan ke depan.

Kondisi tersebut membuat seluruh pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus.

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Kekeringan di Kalbar, Ingatkan Potensi Karhutla Meningkat

Enam Pekan Tanpa Potensi Hujan Signifikan

Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto mengatakan laporan BMKG menunjukkan peluang pembentukan awan hujan di Kalimantan Barat masih sangat rendah dalam enam pekan ke depan.

“Berdasarkan laporan BMKG Kalimantan Barat, dalam enam pekan ke depan wilayah Kalbar diperkirakan belum memiliki potensi pembentukan awan yang signifikan sehingga peluang terjadinya hujan masih rendah,” kata Suharyanto saat Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla di Posko Utama Karhutla Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, dikutip dari Antara (7/8).

Menurut dia, kondisi tersebut harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan karena berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api di berbagai wilayah.

BNPB Minta Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan

Menghadapi kondisi cuaca tersebut, BNPB meminta pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha hingga masyarakat memperkuat langkah-langkah pencegahan.

Baca Juga: Perkuat Keamanan dan Cegah Karhutla, Pemkab dan Polres Mempawah Gelar Doa Bersama Lintas Agama

“Kondisi tersebut mendorong seluruh pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat meningkatkan patroli, deteksi dini, edukasi, serta penegakan hukum guna mencegah meluasnya karhutla,” ujarnya.

Selain patroli darat, BNPB juga meminta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar penanganan titik api dapat dilakukan lebih cepat.

Ketapang Jadi Wilayah yang Perlu Diwaspadai

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengatakan peningkatan titik panas mulai terdeteksi di sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Ketapang.

“Sampai saat ini terjadi peningkatan titik panas di sejumlah wilayah, terutama di Kabupaten Ketapang. Kondisi ini mengharuskan seluruh jajaran bergerak cepat tanpa penundaan agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” katanya.

Menurut Krisantus, berdasarkan pola yang terjadi selama ini, periode rawan karhutla di Kalimantan Barat berlangsung pada Juli hingga Oktober, dengan puncak ancaman diperkirakan terjadi pada Agustus.

Lahan Gambut Jadi Tantangan Penanganan

Selain cuaca kering, karakteristik lahan gambut di Kalimantan Barat juga menjadi tantangan dalam penanganan karhutla.

Baca Juga: Kemarau Picu Krisis Air Bersih, Polres Kayong Utara Salurkan Bantuan untuk Warga

Krisantus menjelaskan kebakaran di lahan gambut tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga dapat merambat ke lapisan bawah tanah sehingga menghasilkan asap yang sulit dipadamkan dan berdampak terhadap kualitas udara serta kesehatan masyarakat.

Karena itu, pemerintah provinsi bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten/kota, dan Satgas Karhutla memperkuat patroli terpadu, deteksi dini, serta pemadaman melalui operasi darat dan udara.

Pemprov Harap Dukungan TMC dari Pemerintah Pusat

Untuk memperkuat upaya pengendalian karhutla, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mengharapkan dukungan pemerintah pusat.

Dukungan tersebut meliputi pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), penambahan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla, serta dukungan pasokan air bagi operasi pemadaman di lapangan.

Baca Juga: Satu Bulan Tak Hujan Lebat, Warga Kalbar Mulai Merana Kesulitan Air Bersih dan Beli Galon Tiap Hari

Dengan prakiraan cuaca yang masih kering dalam beberapa pekan ke depan, upaya pencegahan dinilai menjadi langkah penting agar titik panas tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.

Editor : Miftahul Khair
musim kemarau bnpb bmkg modifikasi cuaca karhutla