PONTIANAK POST – Dengan bentuk sebelas bambu runcing yang berdiri menjulang, Tugu Digulis menjadi salah satu monumen yang mudah dikenali di Kota Pontianak. Namun, keberadaan tugu tersebut bukan sekadar penghias kota, melainkan simbol penghormatan terhadap sejarah perjuangan Kalimantan Barat.
Monumen yang berada di kawasan strategis Kota Pontianak itu menyimpan perjalanan panjang sejak pertama kali dibangun hingga mengalami beberapa kali perubahan.
Dibangun untuk Mengenang Perjuangan
Baca Juga: Sejarah Lahirnya TNI di Kalbar (Bag-1) : Tarik Ulur Politik Mengawali Jalan Panjang Kehadiran TNI
Mengutip catatan Pontianak Heritage Movement, Tugu Digulis mulai dibangun pada 1986 dan diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat H. Soedjiman pada 10 November 1987. Monumen sebelas bambu runcing ini dibangun sebagai penghormatan terhadap perjuangan 11 tokoh Kalbar.
Bentuk awal Tugu Digulis berupa sebelas tonggak menyerupai bambu runcing dengan warna kuning polos. Jumlah sebelas tonggak tersebut memiliki makna simbolis untuk mengenang sebelas tokoh perjuangan Kalimantan Barat.
Tokoh-tokoh tersebut merupakan bagian dari sejarah pergerakan rakyat Kalbar yang mengalami tekanan dari pemerintah Hindia Belanda hingga sebagian dibuang ke Boven Digoel, Papua.
Baca Juga: Sejarah Lahirnya TNI di Kalbar (Bag-2): Demonstrasi Rakyat Menggema Demi Keamanan Daerah
Mengalami Beberapa Kali Perubahan
Seiring perjalanan waktu, Tugu Digulis mengalami sejumlah perubahan. Pada 1995, monumen tersebut dicat ulang menggunakan warna merah putih.
Kemudian pada 2006 dilakukan renovasi dan pengecatan ulang kembali. Perubahan tersebut membuat tampilan Tugu Digulis menjadi seperti yang terlihat hingga saat ini.
Baca Juga: Sejarah Lahirnya TNI di Kalbar (Bag-3): Keberangkatan Mayor Suharsono Memicu Langkah Baru Perjuangan
Meski mengalami perubahan fisik, makna sejarah yang melekat pada monumen tersebut tetap dipertahankan.
Menjadi Ruang Publik Kota Pontianak
Tugu Digulis berdiri di area seluas sekitar 1.779 meter persegi dengan diameter kawasan sekitar 47,4 meter. Di sekeliling sebelas bambu runcing tersebut terdapat taman yang memberikan suasana lebih sejuk bagi masyarakat.
Baca Juga: Sejarah Lahirnya TNI di Kalbar (Bag 4): Kedatangan 200 Prajurit TNI ke Pontianak Menandai Babak Baru
Lokasinya yang berada di salah satu jalan utama Kota Pontianak membuat kawasan ini menjadi tempat yang ramai dikunjungi. Selain sebagai ruang publik, kawasan Tugu Digulis juga sering menjadi lokasi berbagai kegiatan masyarakat.
Pentingnya Mengenal Sejarah
Keberadaan Tugu Digulis menjadi pengingat bahwa sebuah monumen bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga menyimpan cerita tentang perjuangan dan pengorbanan generasi sebelumnya.
Dengan memahami sejarah di baliknya, masyarakat tidak hanya melihat Tugu Digulis sebagai ikon kota, tetapi juga sebagai simbol perjuangan yang perlu terus dikenang.
Editor : Silvina