BNPB Tambah Dua Helikopter Water Bombing ke Kalbar, Perkuat Operasi Udara Cegah Karhutla

Uray Ronald • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:05 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Antara)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Antara)

 

PONTIANAK POST – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah dua unit helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas di Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan penambahan armada tersebut merupakan respons cepat pemerintah pusat terhadap eskalasi kebakaran lahan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

"Sudah tidak adanya hujan lebih dari sebulan dan cuaca sangat panas, sebabkan luas lahan terbakar terus bertambah. Menurut BMKG, cuaca di Kalimantan Barat dalam tiga minggu ke depan akan lebih panas, bahkan tingkat mudah terbakarnya cenderung tinggi," kata Suharyanto, Jumat (7/8).

Baca Juga: Luas Kebakaran 2026 Lampaui Tahun Lalu, Kalbar Masuk Enam Provinsi Prioritas Penanganan Karhutla

Luas Karhutla Kalbar Capai 28.680 Hektare

Suharyanto mengatakan Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian serius dalam penanganan karhutla.

Luas lahan yang terbakar di Kalbar hingga Juni 2026 mencapai 28.680 hektare. Angka tersebut telah melampaui total luas kebakaran sepanjang 2025 yang tercatat 26.703 hektare.

Kondisi tersebut diperparah ketiadaan hujan selama lebih dari satu bulan dan cuaca yang sangat panas.

Baca Juga: Aturan Bakar Lahan 2 Hektare Berpotensi Memicu Karhutla: BNPB Minta Dihentikan Sementara

BNPB Perkuat Operasi Udara

BNPB memfokuskan penanganan karhutla melalui operasi udara menggunakan water bombing. Langkah tersebut diambil karena minimnya pertumbuhan awan hujan membuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat berjalan optimal.

Dua helikopter tambahan akan melengkapi tiga armada water bombing yang sebelumnya telah disiagakan di Kalimantan Barat.

Meski demikian, BNPB tetap menyiagakan helikopter patroli dan pesawat OMC. Armada tersebut siap dioperasikan sewaktu-waktu apabila mulai terdeteksi potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah udara Kalimantan Barat.

Baca Juga: BPBD Kalbar Intensifkan Water Bombing Karhutla, Petani Diminta Pasang Bendera Penanda Lahan

Satgas Darat Diminta Bergerak Cepat

Suharyanto berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla dapat bergerak cepat untuk memadamkan titik api sejak dini sebelum berkembang menjadi kobaran yang lebih besar.

Personel yang terlibat antara lain Satgas Darat gabungan TNI/Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, serta relawan yang berada di bawah koordinasi kepala daerah.

Penambahan armada udara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla di tengah kondisi cuaca panas dan tingginya kerawanan kebakaran di Kalimantan Barat.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
karhutla kalimantan barat helikopter water bombing BNPB Kalbar luas karhutla Kalbar 2026 kebakaran hutan dan lahan