PONTIANAK POST - Pedagang pernak pernik musiman momentum hari kemerdekaan Indonesia mengaku penjualan bendera di tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan semingguan lebih pedagang membuka lapak, penjualan bendera mengalami penurunan hingga 40 persen.
“Sudah semingguan ini penjualan pernak pernik kemerdekaan di lapak saya tidak begitu laku. Jika dibanding beberapa tahun lalu, penjualan di tahun ini memang menurun drastis. Bisa 40 persen,” ungkap Dedi pedagang bendera kepada Pontianak Post, Jumat (7/8).
Kalau beberapa tahun lalu, sehari bisa menjual satu kodi bendera, bahkan lebih. Namun sekarang, untuk menjual sepuluh bendera saja susahnya bukan main. Dia pun meminta agar pemerintah dapat memberikan imbauan agar masyarakat, seluruh pelaku usaha, kantor swasta dapat memasang bendera sebelum hari kemerdekaan tiba.
Baca Juga: Tugu Digulis Simpan Kisah Perjuangan 11 Tokoh Kalbar, Banyak Di Antaranya Berasal dari Ngabang
Dengan adanya surat imbauan tersebut, kemungkinan besar penjualan benderanya bisa laku dibeli masyarakat. Kalau sekarang, penghasilan penjualan bendera hanya cukup buat makan sehari-hari. Kalau untuk untung besar belum bisa.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh instansi pemerintah, swasta, pelaku usaha dan masyarakat untuk memeriahkan hari kemerdekaan dengan mengibarkan bendera dan pernak pernik kemerdekaan.
“Mari kita rayakan kemerdekaan dengan penuh semangat. Pasang logo HUT RI kibarkan bendera merah putih dan hidupkan suasana kebangsaan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Pengibaran bendera ini sudah mesti dilakukan selama bulan Agustus. Merah putih merupakan simbol kehormatan bangsa. Dengan mengibarkannya menunjukkan rasa syukur atas kemerdekaan dan sekaligus penghormatan kepada para pahlawan.
Dia pun mengajak semua masyarakat Kota Pontianak untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan yang sejalan dengan program prioritas pemerintah. Menurutnya kegiatan peringatan HUT RI dapat menjadi ruang mempererat kebersamaan warga, membangun kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat nasionalisme.(iza)
Editor : Hanif