PONTIANAK POST – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong kolaborasi untuk memperkuat pendidikan Qurani di Pontianak.
Kolaborasi itu melibatkan pemerintah, yayasan, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Menurut Edi, pendidikan berbasis Al-Qur’an dan hadis penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Hal itu disampaikan Edi usai meresmikan kantor baru Yayasan Al-Ikhwah Pontianak, Sabtu (8/8/2026).
“Generasi muda ini menjadi aset kita, aset bangsa. Apalagi pendidikan ini berbasis Al-Qur’an dan hadis. Kita ingin membentuk generasi yang Qurani dan Islami,” ujarnya.
Baca Juga: Pontianak Raih Indeks Kualitas Data ASN Tertinggi, Nilai Capai 99,98
Pendidikan Qurani Butuh Kolaborasi
Edi mengapresiasi yayasan, sekolah, guru, dan pihak yang berkontribusi dalam pendidikan Islam di Pontianak.
Ia menilai pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Setiap pihak memiliki peran dalam membangun mutu pengajaran dan lingkungan belajar.
Kolaborasi juga diperlukan untuk mendukung sarana prasarana dan pembinaan karakter peserta didik.
“Oleh sebab itu, pemerintah bersama yayasan dan masyarakat harus terus berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pengajaran, lingkungan, dan seterusnya,” katanya.
Baca Juga: Balai PK Pontianak Catat Sembilan Konflik Buaya dan Manusia di Kalbar Sepanjang 2026
Perkuat Karakter Anak Sejak Dini
Edi menilai lembaga pendidikan berbasis nilai agama berperan penting dalam memperkuat karakter anak sejak dini.
Ia berharap pendidikan tersebut dapat membentuk anak yang tidak hanya cerdas secara akademik. Anak juga diharapkan memiliki akhlak dan keimanan yang kuat.
“Yang kita harapkan, generasi ini bisa terus menjadi generasi yang Qurani dan Islami,” ujarnya.
Pemkot Pontianak Buka Ruang Kolaborasi
Edi menyatakan kesiapan untuk terus berkomunikasi dengan pihak yayasan. Komunikasi tersebut diarahkan pada berbagai hal yang dapat dikolaborasikan.
Menurut Edi, pengembangan pendidikan membutuhkan sinergi yang kuat. Pemerintah dan lembaga pendidikan sama-sama menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan pendanaan.
“Untuk proses pembangunan tentu ada keterbatasan, baik SDM maupun pendanaan. Oleh sebab itu komunikasi, kolaborasi, dan integrasi yang baik harus terus dijalin,” jelasnya.
Ia berharap jaringan dan komunikasi yang dimiliki yayasan dapat memperkuat pengembangan pendidikan. Kerja sama tersebut diharapkan membuat lembaga pendidikan semakin besar dan berkualitas.
Baca Juga: Pedagang Keluhkan Penjualan Bendera Menurun, Wali Kota Pontianak Imbau Warga Kibarkan Merah Putih
Ada Hibah dan Beasiswa Pendidikan
Edi menyebut Pemkot Pontianak memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Di sektor pendidikan, pemerintah memiliki skema bantuan berupa hibah dan beasiswa. Bantuan tersebut dapat diarahkan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat.
“Program-program pemerintah ada di sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Kita juga ada bantuan hibah, beasiswa, dan lain sebagainya. Kolaborasi ini ingin saya jalin supaya semakin bermanfaat,” katanya.
Pemkot Pontianak Perhatikan Infrastruktur
Selain pendidikan, Edi menyatakan pemerintah akan memperhatikan persoalan lingkungan dan infrastruktur. Hal itu termasuk persoalan genangan dan akses jalan yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat.
Menurut Edi, setiap masukan akan menjadi perhatian pemerintah. Tindak lanjut dilakukan sesuai kemampuan dan kewenangan pemerintah.
Ia berharap kerja sama pemerintah, yayasan, sekolah, dan masyarakat terus berjalan baik. Tujuan utamanya adalah menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Pontianak.
“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan tujuan yang kita niatkan bersama bisa tercapai,” katanya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Pemkot Pontianak