PONTIANAK POST - Kualitas udara di Pontianak Timur, Kalimantan Barat, masuk kategori berbahaya pada Minggu (9/8/2026) malam. Data pemantauan menunjukkan AQI mencapai 382 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 266 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Data tersebut tercatat pada Stasiun 02 Lab Geofisika FMIPA Universitas Tanjungpura (UNTAN) yang dipantau melalui platform IQAir pada pukul 23.00 waktu setempat.
PM2.5 menjadi polutan utama dalam pemantauan tersebut. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan sehingga peningkatan konsentrasinya perlu menjadi perhatian masyarakat.
Pada waktu yang sama, suhu di Pontianak Timur tercatat 23 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 2 kilometer per jam dan kelembapan 90 persen.
Kondisi kualitas udara diperkirakan masih buruk dalam beberapa jam berikutnya. Prakiraan menunjukkan AQI berada di angka 360 pada pukul 00.00, kemudian turun menjadi 338 pada pukul 01.00 dan 314 pada pukul 02.00.
Asap dan kualitas udara
Tingginya konsentrasi PM2.5 terjadi ketika Kalimantan Barat tengah menghadapi persoalan kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, data AQI tersebut tidak dengan sendirinya memastikan sumber partikulat berasal dari satu lokasi kebakaran tertentu.
Kondisi udara yang memburuk dapat berdampak lebih besar terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Aktivitas fisik berat di luar ruangan juga sebaiknya dihindari saat konsentrasi polutan berada pada tingkat tinggi.
Warga perlu memantau kualitas udara
Perubahan kualitas udara dapat berlangsung cepat karena dipengaruhi arah dan kecepatan angin, kelembapan, serta kondisi kebakaran di sekitar wilayah Pontianak.
Karena itu, masyarakat disarankan terus memantau perkembangan kualitas udara melalui sumber pemantauan yang kredibel.
Data Stasiun 02 Lab Geofisika FMIPA UNTAN menunjukkan betapa seriusnya kondisi udara di salah satu wilayah Pontianak pada Minggu malam. Angka tersebut menjadi peringatan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika kabut asap kembali menebal.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro