Wagub Kalbar Krisantus Ajak YPBM Perkuat Persaudaraan dan Lestarikan Nilai Budaya

Marsita Riandini • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 11:52 WIB
Wakil Gubernur, Krisantus Kurniawan, pelantikan Pengurus Pusat Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu (YPBM) se-Kalbar di Pendopo Gubernur, Minggu (9/8). (Adpim Pemprov Kalbar)
Wakil Gubernur, Krisantus Kurniawan, pelantikan Pengurus Pusat Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu (YPBM) se-Kalbar di Pendopo Gubernur, Minggu (9/8). (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan,  berharap Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu (YPBM) dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan di 14 kabupaten/kota di Kalbar. Hal ini ia sampaikan saat melantik Pengurus Pusat Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu (YPBM) se-Kalbar di Pendopo Gubernur, Minggu (9/8).

Menurutnya, YPBM tidak boleh hanya menjadi wadah berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi harus mampu menjadi rumah bersama untuk merawat budaya, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selamat dan apresiasi atas terselenggaranya deklarasi pada hari ini. Kepada seluruh pengurus yang dilantik, saya ucapkan selamat menjalankan tugas dan selamat menjalankan amanah yang sudah dipercayakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi organisasi Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu,” ucap Krisantus.

Baca Juga: Kualitas Udara Pontianak Timur Berbahaya, Angka Jebol ke AQI 382

Ia menekankan pentingnya pelestarian budaya di tengah perkembangan globalisasi dan digitalisasi yang berlangsung begitu cepat. Menurutnya, kelompok masyarakat yang tidak mampu melestarikan budaya dan menghormati nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu berisiko kehilangan jati dirinya.

“Budaya bukan sekadar pakaian, tarian, makanan, bahasa atau upacara adat. Budaya adalah nilai, karakter dan cara kita memperlakukan sesama,” katanya.

Karena itu, lanjut Krisantus, nilai gotong royong, saling menghormati, menghargai orang tua, menjaga persaudaraan, serta membantu sesama harus terus ditanamkan dan diwariskan kepada generasi muda.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk melahirkan generasi yang terbuka terhadap kemajuan, menguasai teknologi dan mampu bersaing, namun tetap memiliki jati diri serta kuat berakar pada nilai-nilai budaya.

Baca Juga: Disdukcapil Kubu Raya Perkuat Integritas dan Digitalisasi Demi Raih Predikat WBK

“Mari kita lahirkan generasi yang terbuka terhadap kemajuan, menguasai teknologi dan mampu bersaing, namun tetap memiliki jati diri dan kuat dalam akar budayanya. Modern dalam cara berpikir, maju dalam kemampuan, tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai luhur budaya,” ungkapnya.

Krisantus menegaskan, keberagaman suku dan budaya yang ada di Kalbar merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Perbedaan tersebut, apabila dikelola dengan baik, justru menjadi kekuatan sekaligus warna yang memperindah kehidupan masyarakat di Bumi Khatulistiwa.

Kalbar ini ada 24 suku yang sudah tercatat, yang sudah hidup turun-temurun. Saya pun tidak tahu kapan datangnya. Bahkan saudara-saudaraku suku Bugis juga tidak tahu secara persis kapan datang ke Kalimantan Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan masyarakat Bugis di Kalbar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan daerah ini. “Bugis yang ada di Kalbar adalah Bugis Kalbar, bukan Bugis di Pulau Sulawesi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Krisantus menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh masyarakat Kalbar, tanpa memandang suku, agama maupun latar belakang budaya, dapat hidup aman, nyaman dan saling menghormati.

“Suku apa pun, agama apa pun, budaya apa pun. Jangankan disakiti, dicubit pun tidak boleh. Ini yang harus saya jaga,” tegasnya. Krisantus pun mengajak seluruh keluarga besar YPBM untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan Kalbar.

“Jadikan semangat persaudaraan Bugis dan Melayu sebagai energi positif untuk membangun daerah bagi seluruh masyarakat, serta mewujudkan Kalbar yang adil, demokratis, religius, sejahtera dan berwawasan lingkungan,” pungkasnya. (mrd/r)

 

Editor : Hanif
pembangunan daerah Krisantus Kurniawan Wagub Kalbar YPBM budaya