Jumlah Penduduk Miskin Kalbar Turun, BPS Soroti Kenaikan Kemiskinan di Wilayah Perkotaan

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:35 WIB
Muhammad Saichudin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.
Muhammad Saichudin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.

PONTIANAK POST - Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Barat pada Maret 2026 tercatat 313,37 ribu orang. Angka tersebut turun 9,17 ribu orang dibandingkan September 2025 yang mencapai 322,54 ribu orang.

Penurunan juga terjadi pada persentase penduduk miskin. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 5,78 persen, turun 0,19 persen poin dibandingkan September 2025 yang sebesar 5,97 persen.

Jika dibandingkan dengan Maret 2025, jumlah penduduk miskin berkurang lebih besar, yakni 17,58 ribu orang. Pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Kalbar tercatat 330,95 ribu orang dengan persentase 6,16 persen.

Baca Juga: Luka di Balik Stiker “Keluarga Miskin”

"Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 5,78 persen, turun 0,19 persen poin dibandingkan September 2025 yang sebesar 5,97 persen, dan turun 0,38 persen poin dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 6,16 perse," jelas Kepala BPS Kalimantan Barat Muh. Saichudin di Pontianak, kemarin.

Saichudin mengatakan, secara umum tingkat kemiskinan di Kalbar menunjukkan tren menurun selama periode Maret 2019 hingga Maret 2026, baik dari sisi jumlah maupun persentase penduduk miskin.

Penurunan jumlah penduduk miskin pada periode September 2025-Maret 2026 terutama terjadi di wilayah perdesaan. Jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang 10,73 ribu orang, dari 232,27 ribu orang menjadi 221,54 ribu orang.

"Persentase penduduk miskin di perdesaan juga turun dari 7,05 persen menjadi 6,72 persen," imbuh Saichudin.

Baca Juga: 68 Calon Siswa Mempawah Lolos ke Sekolah Rakyat Kalbar, Prioritaskan Anak Putus Sekolah dari Keluarga Miskin

Namun, kondisi berbeda terjadi di wilayah perkotaan. Jumlah penduduk miskin justru bertambah 1,55 ribu orang, dari 90,28 ribu orang pada September 2025 menjadi 91,83 ribu orang pada Maret 2026. Persentase penduduk miskin perkotaan turut meningkat tipis dari 4,29 persen menjadi 4,32 persen.

Saichudin menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan Kalbar selama September 2025 hingga Maret 2026.

Di antaranya pertumbuhan ekonomi Kalbar sebesar 2,83 persen pada Triwulan I-2026 dibandingkan Triwulan III-2025. Selain itu, pengeluaran konsumsi rumah tangga pada Triwulan I-2026 tumbuh 3 persen dibandingkan Triwulan III-2025.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Diminta Prioritaskan Anak Tidak Mampu Asal Pontianak, DPRD Soroti Validitas Data Penerima Siswa

Faktor lainnya adalah peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2026 sebesar 0,24 poin dibandingkan September 2025 serta peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Februari 2026 sebesar 2,01 persen poin dibandingkan Februari 2025.

Dari sektor pertanian, luas panen tanaman padi pada Februari 2026 mencapai 35.841 hektare, meningkat 67,52 persen dibandingkan September 2025 yang seluas 21.395 hektare. Sementara itu, inflasi umum pada periode September 2025-Februari 2026 tercatat sebesar 1,47 persen.

Di sisi lain, Garis Kemiskinan (GK) Kalbar pada Maret 2026 tercatat Rp675.653 per kapita per bulan. Nilai tersebut meningkat 3,59 persen dibandingkan September 2025 yang sebesar Rp652.220 per kapita per bulan.

"Jika dibandingkan Maret 2025, Garis Kemiskinan meningkat 8,47 persen dari Rp622.882 menjadi Rp675.653 per kapita per bulan," sebut Saichudin.

Baca Juga: Putusan MK Terbaru: Perkuat Aturan Kuota Perempuan 30 Persen di Pemilu, Parpol Otomatis Gugur Bila Tak Mampu Penuhi

Komponen makanan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Garis Kemiskinan, yakni 74,62 persen untuk perkotaan dan 75,68 untuk pedesaan. Sedangkan komponen bukan makanan masing-masing berkontribusi sebesar 25,38 persen dan 24,32 persen.

Komoditas makanan yang memberikan kontribusi terbesar di wilayah perkotaan dan perdesaan sama-sama didominasi beras dan rokok kretek filter. Di perkotaan, beras menyumbang 18,82 persen dan rokok kretek filter 14,82 persen. Sementara di perdesaan, kontribusi beras mencapai 25,34 persen dan rokok kretek filter 13,34 persen.

Adapun rata-rata rumah tangga miskin di Kalbar pada Maret 2026 memiliki 5,08 anggota rumah tangga. Dengan demikian, Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin tercatat Rp3,43 juta per rumah tangga per bulan.

Angka tersebut turun 5,52 persen dibandingkan September 2025 yang sebesar Rp3,63 juta. Penurunan ini terjadi karena rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin berkurang dari 5,57 orang menjadi 5,08 orang.

Meski jumlah dan persentase penduduk miskin menurun, BPS mencatat persoalan kemiskinan di Kalbar masih perlu dilihat dari sisi kedalaman dan keparahannya.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) pada Maret 2026 tercatat 0,850, meningkat dibandingkan September 2025 yang sebesar 0,727. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) meningkat dari 0,154 menjadi 0,190.

Kondisi tersebut terutama terlihat di wilayah perdesaan. Pada Maret 2026, P1 perdesaan mencapai 1,005, lebih tinggi dibandingkan perkotaan yang sebesar 0,610. Begitu pula P2 perdesaan mencapai 0,232, sedangkan perkotaan sebesar 0,124.

BPS menjelaskan, kenaikan P1 dan P2 di perdesaan mengindikasikan bahwa meskipun jumlah penduduk miskin berkurang, sebagian penduduk yang masih berada di bawah Garis Kemiskinan memiliki tingkat pengeluaran yang relatif semakin jauh dari Garis Kemiskinan. Ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin juga meningkat.

Secara nasional, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 mencapai 8,07 persen. Dengan angka 5,78 persen, persentase kemiskinan Kalbar berada di bawah angka nasional. (mse)

Editor : Hanif
penduduk miskin perkotaan kalbar kemiskinan