PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai kepada 670 warga berpenghasilan rendah.
Masing-masing penerima mendapatkan bantuan Rp600 ribu karena belum menerima bantuan pemerintah pusat seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis secara bertahap.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
“Nilainya mungkin Bapak-Ibu merasa masih kurang. Namun yang paling penting kita bisa bersilaturahmi dan menyampaikan informasi tentang pembangunan di Kota Pontianak,” ujar Edi usai penyerahan simbolis di Aula Kantor Camat Pontianak Kota, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Rampungkan Pembahasan Raperwa Hibah Bansos, Pemkot Pontianak Siap Harmonisasi di Kemenkum Kalbar
Bansos Jadi Bagian Pengentasan Kemiskinan
Edi menjelaskan bantuan sosial tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Pontianak membantu masyarakat.
Program itu sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Kota Pontianak.
Pemerintah juga menjalankan sejumlah program untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Program tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, perbaikan rumah hingga fasilitas sanitasi.
UHC Pontianak Capai 98,8 Persen
Di bidang kesehatan, Pemkot Pontianak mengalokasikan anggaran hampir Rp80 miliar untuk mendukung cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan.
Edi menyebut Universal Health Coverage (UHC) Kota Pontianak saat ini mencapai sekitar 98,8 persen.
“Kalau sakit, cukup tunjukkan KTP ke puskesmas atau rumah sakit,” jelasnya.
Sekolah Negeri Disebut Bebas Biaya
Di bidang pendidikan, Edi menyampaikan sekolah negeri di Kota Pontianak telah bebas biaya. Pemkot Pontianak juga mendukung Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga desil 1, 2 dan 3.
Sekolah Rakyat menerapkan sistem full board dengan kebutuhan peserta didik ditanggung. Kebutuhan tersebut meliputi makan, pakaian, sepatu hingga buku.
Fasilitas pendidikan tersebut tersedia dari jenjang SD hingga SMA dan berlokasi di kawasan Batu Layang.
Warga Bisa Ajukan Bedah Rumah dan WC
Pemkot Pontianak juga menyediakan program bedah rumah dan bedah WC bagi masyarakat yang memiliki rumah atau fasilitas toilet tidak layak.
Pengajuan dapat dilakukan melalui kelurahan, kecamatan atau Pemerintah Kota Pontianak.
“Program-program ini bagian dari upaya kita mengentaskan kemiskinan. Termasuk melalui peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan dukungan bagi UMKM,” katanya.
Baca Juga: Pastikan Tepat Sasaran, Kemenkum Kalbar Dampingi Pemkot Pontianak Susun Raperwa Hibah Bansos
Warga Diingatkan Jaga Kebersihan Parit
Edi juga mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, terutama parit.
Menurut dia, kebersihan kota membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Jangan membuang sampah sembarangan, terutama ke parit. Parit itu milik kita bersama,” ujarnya.
Di tengah kondisi kemarau dan keterbatasan air baku, Edi turut meminta masyarakat menghemat penggunaan air.
Kondisi Sungai Kapuas yang mengalami kekeringan turut memengaruhi kualitas dan kapasitas produksi air bersih.
Warga Diminta Waspadai Kabut Asap
Edi juga mengingatkan masyarakat mewaspadai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Masyarakat diminta membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah. Anak yang mengalami gejala ISPA juga diminta segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Bansos Rp600 Ribu Ditransfer Lewat Bank Kalbar
Bantuan Rp600 ribu per penerima akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima melalui Bank Kalbar.
Edi berharap bantuan tersebut digunakan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Penerima juga diperbolehkan menyisihkan bantuan untuk tabungan masa depan.
“Silakan digunakan, disisihkan, atau ditambahkan untuk menabung demi masa depan anak,” pungkasnya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Pemkot Pontianak