PONTIANAK POST – Dua pelajar kembar asal Kota Pontianak, Carissa Nafish Dzakiyah dan Calista Nafish Dzakiyah, mendapat kesempatan tampil di Istana Negara dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Siswi SMPN 22 Kota Pontianak itu terpilih menjadi bagian dari tim kesenian Kalimantan Barat (Kalbar). Keduanya akan membawakan Tarian Kolosal dalam rangkaian Gelar Seni Budaya Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih.
Kesempatan tersebut menjadi kebanggaan bagi Carissa dan Calista serta keluarga. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah dan sanggar, tetapi juga dipercaya memperkenalkan seni budaya Kalbar di panggung nasional.
Baca Juga: Pelajar SMAN 1 Sintang Lolos Paskibraka Nasional 2026, Wakili Kalbar di Istana Negara
Sejak SD Tekuni Seni Tari
Ayah Carissa dan Calista, Aipda Saifudin Suhri, anggota Direktorat Samapta Polda Kalbar, mengatakan kedua putrinya telah menekuni seni tari sejak duduk di bangku sekolah dasar.
“Sejak kelas 3 SD sudah aktif menari. Kami sempat mengambil pelatih untuk private mereka bersama teman-teman satu kelompok. Dari kelas 5 SD mereka sudah bergabung dengan Sanggar Kijang Berantai,” ujar Saifudin.
Sejak bergabung dengan Sanggar Kijang Berantai, kemampuan keduanya terus diasah melalui latihan dan berbagai perlombaan.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Carissa dan Calista hingga mampu melewati proses seleksi dan masuk dalam tim kesenian Kalbar.
Bawa Nama Kalbar ke Panggung Nasional
Bagi Carissa dan Calista, kesempatan tampil di Istana Negara menjadi pengalaman istimewa di tengah aktivitas mereka sebagai pelajar SMP.
Keduanya harus mengikuti rangkaian persiapan bersama anggota tim kesenian Kalbar. Persiapan tersebut meliputi latihan, pemantapan materi hingga gladi sebelum penampilan.
Saifudin berharap kedua putrinya dapat mengikuti seluruh proses dengan disiplin dan tampil maksimal saat menjalankan tugas di Istana Negara.
“Harapan kami tentunya anak-anak bisa menjalankan tugas dengan baik, disiplin mengikuti seluruh proses latihan dan tampil maksimal. Yang paling penting mereka bisa membawa nama baik keluarga, sekolah, sanggar, dan Kalbar,” katanya.
Sekolah Dukung Bakat Seni
Dukungan terhadap Carissa dan Calista juga diberikan SMPN 22 Kota Pontianak.
Menurut Saifudin, pihak sekolah memberikan pengertian sehingga kedua putrinya dapat menjalankan pendidikan sekaligus mengembangkan bakat seni yang dimiliki.
“Kami juga berterima kasih kepada SMPN 22 Kota Pontianak yang sudah memberikan dukungan dan pengertian kepada anak-anak kami. Tentunya pendidikan tetap menjadi yang utama, tetapi kami bersyukur sekolah juga mendukung mereka dalam mengembangkan bakat,” ujarnya.
Bagi keluarga, pendidikan tetap menjadi prioritas. Di sisi lain, kesempatan mengembangkan bakat seni dinilai menjadi pengalaman penting bagi tumbuhnya kepercayaan diri kedua pelajar tersebut.
Baca Juga: Kalbar Kembali Harumkan Nama Daerah Lewat Tarian di Istana Negara
Sanggar Jadi Tempat Mengasah Kemampuan
Keluarga juga mengapresiasi Sanggar Kijang Berantai yang selama ini menjadi tempat Carissa dan Calista belajar serta mengasah kemampuan tari.
“Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada Sanggar Kijang Berantai yang selama ini membimbing dan memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk mengembangkan bakatnya. Banyak pengalaman dan prestasi yang mereka dapatkan selama bergabung di sanggar,” ungkap Saifudin.
Perjalanan sejak belajar menari di sekolah dasar hingga terpilih dalam tim kesenian Kalbar menjadi bagian penting dari proses keduanya mengembangkan kemampuan.
Tampil di Istana Jadi Pengalaman Berharga
Kesempatan tampil dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara menjadi pengalaman berharga bagi Carissa dan Calista.
Keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada Carissa, Calista, dan pelajar Kalbar lainnya untuk tampil membawa kesenian daerah.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak Kalimantan Barat untuk tampil di Istana Negara. Bagi kami, ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa dan tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga,” kata Saifudin.
Terpilihnya Carissa dan Calista menjadi bagian dari tim kesenian Kalbar diharapkan semakin menumbuhkan kepercayaan diri keduanya untuk terus mengembangkan bakat.
Bagi dua pelajar SMPN 22 Pontianak tersebut, panggung Istana Negara bukan sekadar tempat untuk tampil. Kesempatan itu menjadi ruang untuk membawa nama Kalimantan Barat sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah dalam perayaan kemerdekaan Indonesia.
Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara