LPTQ Kapuas Hulu Sampaikan Permintaan Minta Maaf Buntut Prestasi MTQ Menurun, Siapkan Evaluasi

Taufik As • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:34 WIB
Pengurus LPTQ Kapuas Hulu menyampaikan permohonan maaf atas menurunya prestasi MTQ ke XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada rabu (12/8). (TAUFIK/PONTIANAK POST) 
Pengurus LPTQ Kapuas Hulu menyampaikan permohonan maaf atas menurunya prestasi MTQ ke XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada rabu (12/8). (TAUFIK/PONTIANAK POST) 

PONTIANAK POST - Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kapuas Hulu akhirnya angkat bicara terkait hasil MTQ ke XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat, di Kabupaten Kayong Utara tahun 2026, yang dilaksanakan dari tanggal 1-9 Agustus 2026.

Dimana Kafilah MTQ asal Kapuas Hulu hanya mendapatkan 18 poin peringkat 13 dari 14 kabupaten kota yang mengikuti MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat tersebut, dan hasilnya sempat menjadi sorotan publik khususnya Masyarakat Kapuas Hulu.

Ketua LPTQ Kapuas Hulu, Sarbani memohon maaf kepada Bupati, Wakil Bupati, Pemerintah Daerah, dan masyarakat, dimana Kafilah Kapuas Hulu berada di tingkat 13, turun dari 6 besar pada tahun sebelumnya.

"Tanggung jawab atas hasil ini ada di Pundak kami, bukan pada anak-anak kami yang telah berjuang secara maksimal," katanya, Rabu (12/8). 

Baca Juga: MTQ ke-34 Kalbar: Peringkat Turun, LPTQ Pontianak Didesak Berbenah

Dimana MTQ tahun 2025 mencatat 18 perolehan prestasi, dan tahun 2026 hanya 10 perolehan, selisihnya 8 perolehan. "Akan tetapi pergerakan yang sesungguhnya terjadi jauh lebih besar, daripada sekedar selisih tersebut," ucapnya.

Sarjana menjelaskan, pada tahun 2025 Kapuas Hulu juara 1 ada 2 orang, Juara II sebanyak 5 orang, juara III ada 1 orang, harapan 1 tidak ada juara, harapan II ada 3 orang, harapan III sebanyak 7 orang, dengan total 18 orang.

Sedangkan tahun 2026, juara I dan II tidak dapat, Juara III hanya 1 orang, harapan 1 hanya 1 orang, harapan II ada 2 orang, harapkan III sebanyak 6 orang, dengan total 10 orang.

Penyebab terjadinya penurunan peringkat tersebut, di jelaskan bahwa bukan hanya jumlah perolehan yang berkurang, tetapi hilangnya seluruh perolehan pada peringkat juara 1 dan Juara II.

Baca Juga: Kubu Raya Juara Umum MTQ Kalbar Setelah 10 Tahun, LPTQ Kini Bidik Bibit Qari hingga Desa

"Inilah yang paling memukul posisi peringkat kami, karena juara I dan II merupakan penyumbang poin tersebar dalam penilaian peringkat umum," ucapnya.

Selain itu juga, dipengaruhi jumlah keikutsertaan peserta hanya 40 orang dari total 55 orang maksimal per Kafilah. 

Sedangkan faktor tunggal terbesar penurunan prestasi adalah, cabang Seni Kaligrafi Alquran, dimana tidak diikuti sama sekali hingga kehilangan 7 perolehan sekaligus. 

"Artinya 7 dari 18 perolehan pada tahun lalu sekitar 39 persen, berasal dari satu cabang saja. Sementara dari 40 peserta yang kami berangkatkan tahun ini, tidak ada satupun peserta pada cabang kaligrafi, sehingga kehilangan 10 nomor pertandingan sebelum musabaqah dimulai," ujarnya.

Dijelaskan juga bahwa, peserta yang memperkuat Kafilah Kapuas Hulu pada cabang tersebut, pada dasarnya berasal dari luar daerah. "Ketika mereka tidak lagi memperkuat Kapuas Hulu, kami belum memiliki pengganti dari dalam daerah yang siap bersaing di tingkat provinsi," ucapnya.

Baca Juga: Dibalik Merosotnya Prestasi LPTQ Kapuas Hulu, Ada Putra Kapuas Hulu Kemilau di Kubu Raya 

Namun pihak LPTQ Kapuas Hulu telah memulai pembinaan kaligrafi, namun harus diakui bahwa kemampuannya belum sampai. "Kami memilih untuk tidak memaksakan. Inilah pelajaran paling mahal bagi kami, prestasi yang tidak berakar pada bibit daerah sendiri tidak akan bertahan lama," ujarnya.

Setelah itu, adalah enam perolehan lainnya hilang total, akibat perubahan kompetensi peserta. Diluar cabang kaligrafi, terdapat 6 perolehan tahun lalu, yang tahun ini sama sekali tidak berulang, seperti cabang hafalan 100 hadis putri, Syarhil Qur'an Putri, Karya Tulis Ilmiah Putra, Qira'at dewasa putri, Qira'at Murattal remaja putri, dan hafalan 500 hadis.

Penyebabnya adalah merupakan gabungan dari batas usia yang tidak lagi terpenuhi serta unggulan yang melanjutkan pendidikan ke luar daerah, sehingga tidak dapat mengikuti pembinaan secara maksimal.

Untuk cabang karya tulis ilmiah, tahun 2026 ini tetap menurunkan 2 peserta, namun keduanya belum berhasil meraih peringkat.

Baca Juga: LPTQ Kapuas Hulu Disorot Usai Prestasi Menurun pada MTQ Kalbar di Kayong Utara 2026

Namun ada kabar baiknya, keempat cabang Qira'at Mujawwad Dewasa Putra, hafalan 100 hadis dengan sanad putra, Fahm Alquran Putra, dan Syarh alquran Putra, menghasilkan prestasi dimana juara III, Harapan III, harapan II, dan harapan III.

"Artinya daya saing kami pada cabang inti belum hilang, namun harus kami akui bahwa pergeserannya cukup dalam, dan hal ini berkaitan langsung dengan poin," ucapnya.

Menanggapi salah satu peserta asal Kapuas Hulu yang juara I tahun lalu, memperkuat Kafilah kabupaten lain di tahun 2026, Sarbani menyampaikan, sebelumnya telah berupaya untuk mempertahankan yang bersangkutan, dengan bersurat ke LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, dan berkomunikasi dengan yang bersangkutan.

"Akan tetapi itu adalah hak pribadi, sehingga harus kami hormati. Dimana sebelumnya, yang bersangkutan telah menunaikan kewajibannya dengan sangat baik ketika membela Kapuas Hulu, dan Pemerintah Daerah juga telah menunaikan seluruh janji serta penghargaannya secara penuh. Diharapkan masyarakat tidak menyalahkan siapapun," ujarnya.

Sarbani menyatakan, dari 40 peserta yang diberangkatkan sebagian besar merupakan pendatang baru di tingkat provinsi. Regenerasi ini merupakan pilihan yang diambil secara sadar, bukan sebuah kebetulan.

"Namun konsentrasi jangka pendeknya sangat nyata, peserta baru masih membutuhkan pengalaman bertanding dan jam terbang untuk dapat bersaing dengan peserta yang telah bertahun-tahun tampil di tingkat provinsi," ucapnya.

Baca Juga: LPTQ Minta LO Proaktif Bangun Komunikasi agar Kendala Kafilah Cepat Terselesaikan di MTQ XXXIV Kalbar

Sedangkan faktor teknis yaitu perjalanan dari Kabupaten Kapuas Hulu ke Kayong Utara kurang lebih 33 jam, sehingga sebagian peserta tiba dalam kondisi kurang fit. Apa lagi, cabang tilawah dan Qira'at sangat tergantung pada kondisi suara dan stamina, hal ini sangat berpengaruh.

"Bahkan ada 6 peserta yang sakit, dan salah satunya sempat dirawat di rumah sakit. Kami sampaikan ini bukan sebagai alasan, melainkan sebagai catatan evaluasi teknis yang harus kami antisipasi ke depan," ujarnya.

Menurutnya, peringkat MTQ tidak hanya ditentukan oleh naik atau turunnya kemampuan kabupaten Kapuas Hulu, tetapi juga oleh perolehan prestasi kabupaten lain. "Ketika kami kehilangan 13 perolehan, sementara kabupaten lain, justru mengalami peningkatan, penurunan peringkat menjadi cukup tajam," ucapnya.

Menyikapi isu berkembang bahwa penurunan prestasi tahun ini disebabkan oleh adanya pergantian kepengurusan LPTQ Kapuas Hulu, dijawab Sarbani bahwa, pengurus LPTQ dan pelatih adalah dua peran yang berbeda. 

Baca Juga: LO Jadi Ujung Tombak Pelayanan Kafilah, LPTQ Kalbar Matangkan Persiapan MTQ XXXIV

Pengurus LPTQ menjalankan fungsi organisasi, perencanaan, koordinasi, administrasi, penganggaran, dan pengelolaan kafilah. Sedangkan pelatih sebagai pembinaan atau melatih diri hari demi hari.

"Pelatih dan pembina yang menangani peserta tahun ini pada dasarnya, adalah orang-orang yang sama dengan tahun sebelumnya," ujarnya.

Dijelaskan juga, biarpun prestasi turun, namun seluruh 10 perolehan tahun ini, 100 persen diraih oleh anak asli binaan Kabupaten Kapuas Hulu, tahun lalu 7 dari 18 perolehan berasal dari peserta luar daerah.

Terus, 16 dari 40 peserta pulang membawa prestasi (40 peserta kafilah), prestasi menyebar pada 6 cabang, seperti seni baca Alquran, Qira'at, Hafalan Alquran, Fahm, Syarh, dan hafalan hadis, tidak lagi bertumpu berat satu cabang seperti tahun lalu.

Lahir 5 perolehan baru pada golongan yang tahun lalu nihil, yaitu, hafalan 10 juz putra (harapan I), Tartil Putri (harapan II), tilawah Remaja putri, usia emas putra, dan usia emas putri (harapan III).

"Cabang inti bertahan, dengan Qira'at Mujawwad Dewasa meraih juara III. Artinya peringkat kita turun, tetapi kemandirian pembinaan daerah kita naik," ucapnya.

Terakhir adalah langkah kedepannya, akan diadakan MTQ tingkat kabupaten setiap tahun, pola pembinaan diubah, tidak hanya melalui training center, pemetaan cabang-cabang yang berpotensi, dan tahun depan seluruh cabang dan golongan akan diikuti semaksimal mungkin. 

"Bagi anak-anak kami yang belum berhasil, kalian tidak gagal, karena kalian sedang memulai. Kami mengucapkan terimakasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, seluruh perangkat daerah di Kabupaten Kapuas Hulu, para pembina, pelatih, official, pendamping, orang tua peserta dan seluruh masyarakat," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
LPTQ Kapuas Hulu prestasi menurun MTQ XXXIV Kalbar 2026