Festival Robo-Robo Mempawah 2026: Menjaga Tradisi dan Memperkuat Kebersamaan

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:43 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyerahkan bantuan dukungan anggaran untuk Festival Robo-Robo Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyerahkan bantuan dukungan anggaran untuk Festival Robo-Robo Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan mengapresiasi pelaksanaan Festival Budaya Robo-Robo Kabupaten Mempawah 2026 sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Norsan saat membuka Festival Budaya Robo-Robo Kabupaten Mempawah di Kuala Mempawah, Rabu (12/8/2026). Menurut Norsan, Robo-Robo tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga berkaitan erat dengan sejarah kedatangan Opu Daeng Manambon atau Upu Datu Menambon ke Mempawah. Tradisi tersebut juga lekat dengan doa tolak bala dan permohonan keselamatan bagi masyarakat.

“Sejarah mencatat bahwa Upu Datu Menambon yang berasal dari Luwu, Sulawesi Selatan, menikah dengan Ratu Kesumba, putri Raja Matan Tanjungpura. Dari pernikahan tersebut lahir Putri Candramidi yang kemudian menikah dengan Sultan Abdurrahman, putra Al-Habib Husein Al-Kadri, guru dari Upu Datu Menambon yang berasal dari Yaman,” ujar Norsan.

Baca Juga: Karhutla Kalbar Meningkat, OMC Diperkuat Cegah Asap Lintas Batas ke Sarawak

Ia mengatakan sejarah tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan Kerajaan Amantubillah Mempawah. Karena itu, nilai sejarah dan kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Robo-Robo perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Melalui festival ini, kita berharap kisah sejarah dan asal-usul tradisi Robo-Robo terus diperkenalkan kepada generasi penerus. Dengan demikian, nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan tidak lekang oleh zaman,” katanya.

Selain pelestarian budaya, Norsan menilai Robo-Robo memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalbar.

Menurutnya, pengembangan tersebut membutuhkan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalbar, Pemerintah Kabupaten Mempawah, dan Kerajaan Amantubillah Mempawah.

Baca Juga: KPID Kalbar Perkuat Silaturahmi dan Sinergi dengan Pontianak Post

“Saya meyakini, di bawah kepemimpinan Raja ke-14 Kerajaan Amantubillah Mempawah, Yang Mulia Muhammad Hafiz, sinergi antara pemerintah dan lembaga adat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat dikemas semakin menarik, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah Erlina Ria Norsan mengatakan Robo-Robo bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi simbol perekat sosial dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Tradisi ini berakar dari napak tilas perjalanan Opu Daeng Manambon ke Bumi Galah Palerangan pada abad ke-18. Momentum ini tidak hanya digunakan untuk mengenang nilai-nilai luhur perjuangan dan doa tolak bala, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi lintas suku, agama, dan golongan di Kabupaten Mempawah,” katanya.

Baca Juga: Robo-Robo Kuala Mempawah Didorong Jadi Magnet Wisata, UMKM dan Ekonomi Kreatif Ikut Digeliatkan

Erlina mengatakan Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen menjaga keberlanjutan tradisi tersebut sekaligus mengembangkan Festival Robo-Robo agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Festival Robo-Robo diharapkan tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi magnet pariwisata, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan festival juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat dan wisatawan.

“Dengan terselenggaranya kegiatan ini secara meriah dan kondusif, kita berharap roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Mempawah, terus tumbuh dan bergerak,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar menyerahkan bantuan dukungan penyelenggaraan Festival Budaya Robo-Robo kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah sebesar Rp50 juta. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan saprahan yang menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat.

Festival Robo-Robo Mempawah 2026 diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan tradisi, tetapi juga memperkuat identitas budaya Mempawah serta membuka peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalbar. (mse)

Editor : Hanif
robo robo mempawah pariwisata UMKM Festival Robo-robo budaya