Kabut Asap Memburuk, Dokter Minta Warga Kurangi Aktivitas Luar dan Perbanyak Minum Air

Marsita Riandini • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:00 WIB
Kabut asap yang  tebal sangat berbahaya bagi kesehatan. perlu langkah perlindungan diri untuk terhindar dari bahayanya. (DOK ANTARA)
Kabut asap yang tebal sangat berbahaya bagi kesehatan. perlu langkah perlindungan diri untuk terhindar dari bahayanya. (DOK ANTARA)

PONTIANAK POST - Kabut asap yang terjadi di Kota Pontianak dan sekitarnya saat ini tidak hanya  mengganggu jarak pandang. Kualitas udara yang buruk dari kebakaran hutan dan lahan  berdampak langsung pada kesehatan.

Ada berbagai partikel dan zat berbahaya yang masuk ke saluran pernapasan. Jika terpapar dalam jumlah tinggi atau dalam waktu lama, dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari keluhan ringan hingga memperburuk penyakit yang sudah dimiliki seseorang. 

Dokter Nihayatus Solikhah dari Rumah Sakit Sultan Syarif Mohammad Alkadrie mengatakan salah satu komponen yang perlu diwaspadai adalah particulate matter (PM), terutama PM2.5, yaitu partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. 

Baca Juga: Kasus Pneumonia di Kalimantan Barat Meningkat, ISPA Masih Fluktuatif di Tengah Kabut Asap Karhutla

Pasalnya, pada kondisi tertentu, partikel tersebut juga dapat masuk ke aliran darah dan mempengaruhi organ tubuh lainnya.

Paparan kabut asap dapat menimbulkan gejala seperti mata merah dan berair, hidung berair atau tersumbat, tenggorokan terasa kering atau sakit, batuk, sakit kepala, serta sesak atau rasa tidak nyaman di dada.

“Paparan asap dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem pernapasan dan kardiovaskular,” jelasnya.

Kelompok yang rentan terhadap dampak kabut asap menurut Dokter Nihayatus diantaranya bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma penyakit paru, penderita penyakit jantung, serta orang yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga: Komisi V DPR RI Dukung Kereta Api Kalimantan, Syarif Abdullah Alkadrie Nilai Bisa Ubah Masa Depan Ekonomi Daerah

Menurutnya, kabut asap memang tidak selalu dapat dihindari sepenuhnya, tetapi dampaknya dapat dikurangi dengan melakukan perlindungan yang tepat.

"Kenali kondisi udara, kurangi paparan, gunakan perlindungan yang sesuai, dan jangan abaikan gejala gangguan Kesehatan,” ujarnya. 

Langkah sederhana yang dapat dilakukan guna mengurangi dampak kabut asap adalah  dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara berada pada kondisi tidak sehat. Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang sesuai dan pastikan terpasang dengan benar.

“Tidak cukup itu, minum air putih  seperlunya,  berperilaku hidup bersih dan sehat, upayakan polusi udara luar tidak masuk ke dalam rumah, kantor, atau ruangan tertutup lainnya, dan berhenti merokok,” pungkasnya. (mrd)

Editor : Hanif
minum air putih dokter Aktivitas Luar Rumah Warga Pontianak kabut asap