PONTIANAK POST - REAL Estate Indonesia (REI) Kalimantan Barat menargetkan transaksi hingga Rp100 miliar dalam REI Expo 2026 yang digelar di GAIA Mall Kubu Raya, 26-30 Agustus 2026.
Target tersebut mencakup transaksi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), penjualan rumah subsidi, serta rumah komersial yang ditawarkan pengembang peserta pameran.
Ketua REI Kalimantan Barat, Baharudin, mengatakan target Rp100 miliar tersebut disusun dari sejumlah komponen transaksi selama pelaksanaan expo.
Untuk transaksi Kredit Program Perumahan (KPP), misalnya, setiap perusahaan ditargetkan membukukan sekitar Rp5 miliar. Dengan target peserta dari sekitar 10 perusahaan, nilai transaksi KPR yang dibidik mencapai sekitar Rp50 miliar.
Selain itu, transaksi juga diharapkan berasal dari penjualan rumah subsidi dengan target sekitar 300-400 unit. Dengan asumsi harga rumah subsidi Rp182 juta per unit, transaksi dari segmen tersebut diperkirakan mencapai target pameran.
“Target transaksi dalam pameran sebesar Rp100 miliar,” kata Baharudin siang kemarin di Kantor DPD REI A Yani Mega Mall.
Sementara sisanya ditargetkan berasal dari penjualan rumah komersial dengan berbagai segmen harga, mulai sekitar Rp300 juta hingga di atas Rp1 miliar.
Baca Juga: Pemerintah Serius Bagun Jaringan Rel Kereta Api Trans-Kalimantan, Sebut Rusia dan China Berminat
Baharudin menyebutkan Expo 2026 mengusung tema “Saatnya Merdeka Punya Rumah”. Tema tersebut dipilih bertepatan dengan momentum peringatan kemerdekaan Indonesia sekaligus mendorong masyarakat memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman.
“Tema ini karena Agustus merayakan kemerdekaan, jadi selayaknya masyarakat memiliki rumah yang layak, aman dan nyaman,” ujarnya.
Menurutnya, REI Expo tidak hanya menjadi ajang pameran properti. Masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung dari pengembang, perbankan, maupun pemangku kepentingan lainnya.
Baca Juga: Lelang Aset Kejaksaan di Kalbar Diserbu Peminat, Penawaran Sejumlah Barang Lampaui Harga Limit
Pada stan pengembang, calon pembeli dapat berkonsultasi mengenai rumah subsidi maupun komersial, mulai dari harga, lokasi hingga tipe rumah. Masyaraka, kata Baharudin, juga dapat melakukan konsultasi dan simulasi KPR untuk mengetahui kemampuan serta kebutuhan pembiayaan sebelum membeli rumah.
Baharudin mengatakan, kemudahan akses pembiayaan menjadi salah satu hal yang ditawarkan dalam expo. Untuk rumah subsidi, misalnya, calon pembeli dapat memperoleh informasi mengenai skema angsuran dan proses akad kredit.
“Kalau rumah sudah jadi, berkas lengkap, bisa langsung akad kredit,” katanya.
Perbankan peserta expo juga menyiapkan sejumlah kemudahan, termasuk program diskon dan fasilitas pembiayaan tertentu. Selain itu, asuransi jiwa dan kebakaran untuk rumah subsidi disebut telah ditanggung pemerintah.
Sekretaris REI Kalimantan Barat Mansur Zahri mengatakan REI Expo merupakan agenda tahunan yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk melihat langsung pilihan rumah sekaligus berkonsultasi dengan pengembang dan perbankan.
“Ini agenda tahunan. Ini wadah bagi para pembeli agar bisa menyaksikan langsung sales dan perbankan. Kami dari penjual jemput bola,” ujarnya.
REI Expo 2026 juga diikuti peserta dari sejumlah daerah, antara lain Singkawang, Ketapang, Kayong Utara, dan Sintang. Keterlibatan pengembang dari berbagai daerah tersebut diharapkan memperluas pilihan properti yang dapat diakses masyarakat.
Ketua Panitia REI Expo 2026, Dedet Gunawan, mengatakan area pameran akan menampilkan berbagai perumahan di Kalimantan Barat. Area pameran seluas sekitar 1.000 meter persegi disiapkan untuk menampung hingga 70 stan.
Selain pameran properti, panitia menyiapkan berbagai kegiatan untuk menarik masyarakat selama lima hari pelaksanaan expo. Kegiatan tersebut antara lain fun run, lomba menggambar dan melukis, zumba, serta K-pop.
“Kami menargetkan sekitar 15 ribu orang mengunjungi REI Expo 2026 selama lima hari pelaksanaan," pungkas Baharudin. (mse)
Editor : Hanif