PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan, tradisi robo-robo bukan sekadar agenda tahunan atau perayaan budaya semata. Menurutnya, di balik kemeriahannya tersimpan makna religius yang kuat. Momentum ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memohon keselamatan, ketentraman, dan perlindungan bagi Kota Pontianak.
"Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, ancaman kebakaran lahan, hingga penurunan kualitas air Sungai Kapuas akibat intrusi air laut, robo-robo terasa makin relevan sebagai ikhtiar batin masyarakat untuk mengetuk langit bersama," ujarnya ketika membuka Pesta Rakyat Robo-Robo Kota Pontianak 2026 di Gedung Serbaguna Kelurahan Banjar Serasan, Jalan Tanjung Raya II, Rabu (12/8).
Wali Kota memaknai robo-robo sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Dalam suasana makan bersama di ruang publik maupun lingkungan permukiman, perbedaan sosial seolah luluh dalam kehangatan persaudaraan.
Baca Juga: Robo-Robo Sungai Kakap Bakal Punya Pujasera, Pemkab Kubu Raya Siapkan 8 Kios Gratis Rp400 Juta
Ia mengingatkan bahwa kota yang heterogen seperti Pontianak membutuhkan persatuan yang kokoh agar pembangunan dapat terus berjalan. Lebih istimewa lagi, peringatan robo-robo tahun ini hadir beriringan dengan semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kita tidak cuma melestarikan tradisi, tetapi juga mengisinya dengan ketertiban, kepedulian sosial, ketaatan pada aturan, serta komitmen menjaga kebersihan dan kedamaian kota," katanya.
Di tempat sama Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menjelaskan robo-robo merupakan budaya sekaligus tradisi kearifan lokal yang harus dipertahankan. Di tahun ini terdapat lima ribu ketupat yang disediakan pihak panitia untuk dimakan bersama-sama.
Bila di tahun ini robo-robo bisa menghadirkan makan bersama masyarakat seramai ini, dia pun mendorong di tahun depan acaranya dikemas lebih mantap lagi. Targetnya makan bersama di acara robo-robo bisa memecahkan rekor MURI.
Panitia robo-robo Hazmi Abdul Rajak menuturkan jika pelaksanaan kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak Senin lalu. Hari ini (kemarin) puncak acaranya sekaligus penutupan. Untuk rangkaian acaranya, ada pesta rakyat dengan melibatkan UMKM lokal. Di sana, banyak dijual makanan dan minuman khas Kota Pontianak.
Perlombaan juga dilaksanakan. Salah satunya menganyam ketupat. Animonya luar biasa. Sama seperti tahun sebelumnya. Mudah-mudahan di tahun depan pelaksanaannya bisa lebih dari ini dan harapannya, event ini bisa menjadi salah satu event ikonik Kota Pontianak yang mampu menjadi magnet untuk wisatawan datang ke sini.(iza)
Editor : Hanif