PONTIANAK POST – Laboratorium Jurusan Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial (P.IIS) FKIP Universitas Tanjungpura membekali siswa SMA di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya keterampilan menulis karya tulis ilmiah (KTI) dengan memanfaatkan artificial intelligence (AI).
Keterampilan tersebut diberikan melalui Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah Remaja Berbantuan AI di Aula FKIP Universitas Tanjungpura, Kamis (13/8/2026).
Kepala Laboratorium Jurusan P.IIS FKIP Untan, Ika Rahmatika Chalimi, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengenal sekaligus mempraktikkan penulisan KTI.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada siswa untuk mengenal dan mempraktikkan penulisan karya tulis ilmiah secara langsung. Harapannya, siswa tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga memiliki pengalaman dalam menyusun dan mempresentasikan karya ilmiah,” ujarnya.
Materi disampaikan Muhammad Nur Imanulyaqin, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi Untan. Ia menjelaskan KTI harus disusun melalui proses ilmiah yang sistematis, logis dan objektif, serta didukung data atau sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, kemampuan menulis berkaitan erat dengan kemampuan membaca dan berpikir. Penulisan KTI dimulai dari membaca informasi, menganalisis dan menghubungkan gagasan, hingga menyusunnya menjadi tulisan ilmiah.
“Menulis karya tulis ilmiah sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Kita dapat memulainya dari hal sederhana di sekitar kita. Dari aktivitas atau observasi, kita menemukan pertanyaan, mengumpulkan data, melakukan analisis, kemudian menuangkannya menjadi tulisan ilmiah,” jelasnya.
Peserta kemudian mempelajari tahapan menyusun KTI, mulai menentukan topik, judul, rumusan masalah hingga sistematika penulisan. Topik diarahkan agar aktual, menarik, bermanfaat, memungkinkan diteliti dan spesifik.
Materi juga mencakup pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan, penutup serta daftar pustaka. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan sumber ilmiah dan tata cara kutipan.
Dalam pemanfaatan AI, Muhammad menekankan pentingnya verifikasi. AI dapat membantu pencarian referensi dan pengembangan gagasan, tetapi siswa tetap harus memeriksa kebenaran dan relevansi sumber.
“AI bisa menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat dalam proses penulisan, termasuk membantu mencari referensi. Namun, siswa tetap harus memeriksa sumber yang ditemukan, memastikan relevansinya, dan mempertanggungjawabkan informasi yang digunakan. Jangan sampai AI justru membuat kita berhenti berpikir,” tegasnya.
Peserta diperkenalkan dengan sejumlah perangkat pendukung pencarian literatur, di antaranya Litmaps, ResearchRabbit, Scholarcy, Consensus, Semantic Scholar, Scite dan Scinapse.
Setelah pemaparan materi, siswa mempraktikkan penyusunan KTI dengan menentukan topik, merumuskan judul dan permasalahan, serta mengembangkan gagasan penelitian dengan bantuan AI.
Kegiatan ditutup dengan presentasi hasil karya siswa. Melalui sesi tersebut, peserta tidak hanya berlatih menulis, tetapi juga menyampaikan gagasan ilmiah secara sistematis.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro