PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan mendorong pengembangan potensi lokal tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi diarahkan pada hilirisasi agar menghasilkan produk bernilai tambah dan memperluas pasar.
Hal itu disampaikan Norsan saat membuka Gelar Kapasitas Daerah dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Galeri dan Depot Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, Kamis (13/8).
Menurut Norsan, Kalbar memiliki beragam potensi, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga kelautan dan perikanan. Potensi tersebut perlu diolah dan dikembangkan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Baca Juga: Robo-Robo Kuala Mempawah Didorong Jadi Magnet Wisata, UMKM dan Ekonomi Kreatif Ikut Digeliatkan
“Potensi tersebut harus terus didorong agar tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi berkembang menjadi produk yang memiliki nilai tambah, daya saing, dan akses pasar yang lebih luas,” ujar Norsan.
Ia mengatakan upaya meningkatkan nilai tambah produk daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut penting untuk mendorong inovasi, meningkatkan kualitas produk, sekaligus membuka akses pasar.
“Ukuran keberhasilan acara ini dilihat dari terbangunnya kolaborasi baru, terbukanya pasar yang lebih luas, semakin kuatnya jejaring kerja, dan naik kelasnya para pelaku UMKM di Kalbar,” katanya.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut adalah kelautan dan perikanan. Melalui Pekan Produk Kelautan dan Perikanan, potensi hasil perairan Kalbar ditampilkan dan didorong untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Baca Juga: Khofifah Kunjungi Dekranasda Kalbar, Produk Kerajinan Lokal Berpeluang Tembus Pasar Ekspor
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang menggantungkan kehidupan dari sektor kelautan dan perikanan.
Selain produk kelautan dan perikanan, Gelar Kapasitas Daerah juga menampilkan berbagai produk unggulan UMKM dan ekonomi kreatif Kalbar. Masyarakat yang datang dapat melihat sekaligus membeli produk lokal yang dipamerkan.
Ketua Forikan dan Bunda Literasi Provinsi Kalbar, Erlina Ria Norsan, mengatakan pengembangan sektor kelautan dan perikanan perlu dibarengi dengan hilirisasi agar hasil produksi memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Kreatif Warga Binaan, Kemenkum Kalbar Fasilitasi Hak Cipta Karya di Lapas Pontianak
“Melalui hilirisasi, hasil kekayaan laut Kalbar diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir, memperkuat daya saing UMKM, dan membuka peluang usaha baru,” ujarnya.
Erlina juga mendorong peningkatan konsumsi ikan di tingkat keluarga melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Menurutnya, konsumsi ikan perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat karena ikan merupakan salah satu sumber protein yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak.
Program Gemarikan, kata dia, terus disosialisasikan melalui berbagai elemen, mulai dari TP-PKK, posyandu, Bunda PAUD, sekolah, hingga pelaku UMKM.
“Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem laut yang produktif, masyarakat pesisir yang sejahtera, produk perikanan yang bernilai tambah, serta keluarga yang sehat demi melahirkan generasi unggul di Kalbar,” katanya.
Sementara itu, rangkaian Gelar Kapasitas Daerah turut menghadirkan Pameran Kearsipan dan Fotografi Kreatif bertema Collective Memory & Urban Faces. Pameran tersebut menampilkan dokumentasi yang merekam perjalanan, wajah, dan dinamika kehidupan masyarakat Kalbar.
Norsan mengatakan pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan aspek sejarah dan dokumentasi kehidupan masyarakat.
“Pembangunan bukan hanya jalan, gedung, dan infrastruktur, tetapi juga cerita, pengalaman, wajah manusia, serta dinamika kehidupan masyarakat yang perlu didokumentasikan sebagai bagian dari sejarah Kalbar,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga diramaikan Pasar Murah dan berbagai stan produk unggulan daerah. Sejak dibuka, masyarakat tampak mengunjungi lokasi untuk berbelanja kebutuhan pokok sekaligus melihat produk UMKM, hasil kelautan dan perikanan, serta karya kreatif masyarakat Kalbar.
Salah seorang pengunjung, Sutinah, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan Pasar Murah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sementara pameran memberikan kesempatan untuk mengenal produk lokal.
“Senang sekali bisa melihat berbagai produk dan karya masyarakat Kalimantan Barat secara langsung. Kegiatannya juga menarik karena kita bisa mengenal lebih banyak potensi daerah dan produk UMKM kita. Terlebih harga produk pasar murah benar-benar terjangkau,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Norsan juga meninjau sejumlah stan dan berinteraksi dengan pelaku UMKM serta masyarakat. Pembukaan kegiatan ditandai dengan penekanan layar videotron secara bersama.(mse)
Editor : Hanif