Krisantus Ajak Generasi Muda Jaga Budaya, Sejarah, dan Toleransi di Festival Robo-Robo 2026

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:55 WIB
Wakil Gubenur Krisantus Kurniawan berfoto bersama saat menghadiri malam penutupan Festival Robo-Robo 2026 sekaligus Penganugerahan Gelar Kekerabatan Kerajaan Mempawah di Keraton Amantubillah, Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar)
Wakil Gubenur Krisantus Kurniawan berfoto bersama saat menghadiri malam penutupan Festival Robo-Robo 2026 sekaligus Penganugerahan Gelar Kekerabatan Kerajaan Mempawah di Keraton Amantubillah, Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan mengajak generasi muda mengenal sejarah, mencintai budaya, dan menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kalbar.

Pesan tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri malam penutupan Festival Robo-Robo 2026 sekaligus Penganugerahan Gelar Kekerabatan Kerajaan Mempawah di Keraton Amantubillah, Mempawah, Rabu malam (12/8/2026). Dalam kesempatan itu, Krisantus juga dianugerahi gelar Pangeran Nata Negeri Utama oleh Kerajaan Mempawah.

Krisantus mengatakan pelestarian budaya tidak dapat dilepaskan dari pemahaman terhadap sejarah. Menurutnya, generasi muda perlu mengetahui perjalanan sejarah daerah dan bangsa agar memiliki rasa bangga terhadap identitas budaya yang diwariskan para leluhur.

Baca Juga: Tradisi Robo-Robo di Landak Jadi Ruang Pelestarian Budaya Melayu dan Pererat Kebersamaan Warga

“Budaya itu penting. Masyarakat yang tidak menghormati budayanya, masyarakat yang tidak melestarikan budayanya adalah masyarakat yang akan punah ditelan zaman,” ujar Krisantus.

Ia menilai keberadaan kerajaan-kerajaan di Nusantara merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia. Karena itu, sejarah tersebut perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak terputus oleh perubahan zaman.

“Ini harus disadari generasi-generasi muda saat ini, bahwa Indonesia tidak ada kalau tidak ada kerajaan,” katanya.

Selain budaya dan sejarah, Krisantus menyoroti pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman Kalbar. Menurutnya, Kalbar merupakan daerah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, budaya, dan agama yang beragam.

Baca Juga: Tradisi Robo-Robo Pontianak Jadi Ikhtiar Memohon Hujan, Panitia Sajikan 5.000 Ketupat

Keberagaman tersebut, kata dia, harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk membangun daerah, bukan menjadi sumber perpecahan.

“Kalbar adalah miniatur Indonesia. Mari bangun bersama Kalimantan Barat ini, mari cintai dan tumbuhkan rasa memiliki yang tinggi terhadap tanah tumpah darah kita ini,” ujarnya.

Krisantus mengatakan perbedaan identitas merupakan bagian dari kehidupan yang harus diterima dan dihormati. Kesadaran tersebut dinilai penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan damai.

Baca Juga: Ria Norsan Dorong Hilirisasi Produk Kalbar, UMKM Dibidik Naik Kelas dan Tembus Pasar Nasional

“Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang dari dalam rahim ibunya bisa bercita-cita terlahir sebagai suku apa, budaya apa, dan agama apa. Itu anugerah Tuhan,” tuturnya.

Menurutnya, sikap saling menghormati menjadi salah satu modal penting untuk menjaga kerukunan di Kalbar. Krisantus juga menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat Kalbar. Ia menyatakan tidak ingin keberadaan kelompok atau organisasi tertentu justru memicu konflik dan mengganggu kerukunan yang telah terbangun.

“Saya memang tegas, saya tidak mentoleransi kelompok mana pun atau ormas yang punya potensi untuk memicu konflik di Kalbar. Saya tidak ingin ketenteraman masyarakat Kalbar terganggu. Saya ingin Kalbar ini rukun, aman, dan damai,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Krisantus turut mengapresiasi pelaksanaan Festival Robo-Robo 2026. Ia menilai tradisi Robo-Robo memiliki nilai penting bagi masyarakat Mempawah sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya Kalbar.

Menurutnya, penetapan Robo-Robo sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia harus menjadi momentum untuk memperluas pengenalan tradisi tersebut, terutama kepada generasi muda.

“Robo-Robo ini merupakan Warisan Budaya Takbenda yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yang harus menjadi kebanggaan kita,” ujarnya.

Krisantus berharap penyelenggaraan Festival Robo-Robo terus berkembang dan semakin banyak melibatkan berbagai pihak, termasuk kerajaan-kerajaan dari daerah lain. (mse)

Editor : Hanif
sejarah Krisantus Kurniawan Pemuda Kalbar Festival Robo-robo menjaga budaya