PONTIANAK POST – Kabupaten Mempawah dan Landak menjadi tujuan investasi dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat. Tiga perusahaan asal Jawa Timur menyiapkan investasi dengan total nilai Rp585 miliar untuk pengembangan industri pupuk dan pertanian di wilayah tersebut.
Investasi tersebut terdiri atas rencana investasi Saraswanti Anugerah Indonesia senilai Rp500 miliar untuk pengembangan industri pupuk buatan hara makro primer dan PT Anugerah Dolomit Indonesia sebesar Rp85 miliar untuk industri pupuk bahan amelioran. Kemudian Saraswanti Agro Estate menyiapkan investasi Rp300 miliar untuk pengembangan usaha pertanian kelapa sawit di Kabupaten Landak
Komitmen investasi itu menjadi bagian dari total transaksi Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat yang mencapai Rp2,3 triliun. Dari nilai tersebut, komitmen khusus untuk misi dagang dan investasi tercatat sebesar Rp885 miliar.
Baca Juga: Kalbar Perkuat Kerja Sama Dagang dengan Jatim Lewat Investasi dan Hilirisasi Produk
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan masuknya investasi tersebut menunjukkan adanya peluang pengembangan kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat.
"Yang tercatat sampai jam ini komitmen transaksinya Rp2,3 triliun. Dari Rp2,3 triliun ini, untuk misi dagang dan investasi tercatat Rp885 miliar," kata Khofifah saat kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa (11/8) siang.
Menurut Khofifah, investasi di sektor pupuk memiliki nilai strategis karena dapat memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian dan perkebunan di Kalimantan Barat. Selain investasi, kerja sama antarpelaku usaha kedua provinsi juga mencakup berbagai komoditas kebutuhan masyarakat dan bahan baku industri.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyambut baik rencana investasi tersebut. Ia berharap kerja sama dengan Jawa Timur tidak hanya meningkatkan aktivitas perdagangan, tetapi juga membawa teknologi dan pengetahuan yang dapat memperkuat kapasitas industri di Kalimantan Barat.
Baca Juga: Kadin Kalbar-Jatim Jalin Kerja Sama, Bidik Perluasan Pasar dan Investasi
Menurut Norsan, transfer teknologi penting agar Kalimantan Barat tidak terus bergantung pada penjualan komoditas dalam bentuk bahan mentah.
"Kerja sama ini mari lebih tingkatkan lagi. Tidak hanya kita belajar produknya, tetapi bagaimana kita bisa belajar ke Jawa Timur mempelajari teknologinya dan tata caranya," kata Norsan.
Ia menilai kerja sama pengembangan industri pupuk di Mempawah dapat menjadi salah satu bentuk hilirisasi yang memberikan nilai tambah bagi daerah. Keberadaan industri tersebut juga diharapkan memperkuat rantai pasok dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Dari sisi perdagangan, komitmen terbesar berasal dari sektor peternakan. PT Phalosari Unggul Jaya dari Jombang berkomitmen memasok produk peternakan kepada PT Sujaya Food Pontianak senilai Rp1,001 triliun per tahun. Kerja sama tersebut meliputi pasokan olahan daging unggas, olahan daging sapi, susu, telur, daging unggas, anak ayam umur sehari atau DOC, serta kambing dan domba.
Komitmen perdagangan lainnya mencakup rokok senilai Rp95,12 miliar per tahun, kopi Rp63,8 miliar, pakan ikan dan udang Rp63,72 miliar, serta arang batok kelapa dan briket sisha Rp58,21 miliar per tahun.
Selain itu, terdapat perdagangan garam bahan baku dan olahan senilai Rp27,99 miliar, gula pasir Rp26,25 miliar, produk telur bebek Rp25,03 miliar, beras Rp23,25 miliar, serta kayu bulat Rp22,84 miliar per tahun.
Baca Juga: Rumah Tapak Tak Selalu Jadi Investasi Terbaik, Ini Penjelasan Financial Planner
Norsan berharap berbagai komitmen tersebut tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama. Menurut dia, keterlibatan langsung pelaku usaha perlu diperkuat agar transaksi dapat direalisasikan dan berkembang menjadi kerja sama jangka panjang.
"Kami harapkan kedatangan ini tidak hanya sampai di sini, tetapi mari lebih kita tingkatkan hubungan investasi dan dagang ini," ujarnya.
Ia juga mendorong agar komoditas unggulan Kalimantan Barat, seperti cangkang sawit, CPO, kelapa, dan garam produksi lokal, dapat semakin masuk ke pasar Jawa Timur. (mse)
Editor : Miftahul Khair