PONTIANAK POST – Program Studi Budidaya Perikanan Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP) mengenalkan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) berbasis filtrasi kepada siswa SMKN 1 Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Kegiatan bertema “Budidaya Ikan Lele Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan” tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam budidaya ikan air tawar sekaligus memperkenalkan teknologi yang dapat mendukung efisiensi produksi dan kemandirian pangan.
Tim dosen dan teknisi Program Studi Budidaya Perikanan POLNEP memberikan pembelajaran dan praktik kepada siswa Jurusan Agribisnis Perikanan Air Tawar SMKN 1 Sungai Raya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala SMKN 1 Sungai Raya Hamali, Ketua Jurusan Perikanan Yeyen, serta para guru.
Baca Juga: Polnep Tembus Lima Besar Nasional di PORSENI XV, Bawa Pulang 27 Medali
Ketua Program Studi Budidaya Perikanan POLNEP, Sarmila, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi mentransformasikan teknologi budidaya yang aplikatif kepada peserta didik pendidikan vokasi.
“Program Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Budidaya Perikanan POLNEP merupakan upaya mentransformasikan teknologi budidaya yang aplikatif sebagai bekal bagi siswa SMK,” ujar Sarmila.
Menurut dia, penguasaan teknologi budidaya diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi siswa, tetapi juga mendorong kemandirian dalam mendukung sistem pangan berkelanjutan.
Teknologi RAS Filtrasi memungkinkan air dari wadah pemeliharaan ikan digunakan kembali setelah melewati proses penyaringan. Sistem tersebut membantu mengendalikan padatan, sisa pakan, serta limbah metabolisme ikan sehingga kualitas air dapat dipertahankan lebih stabil.
Baca Juga: POLNEP PSDKU Sanggau dan PKK Olah Terong Asam Jadi Manisan Bernilai Ekonomi
Penerapan RAS juga dapat mengurangi penggunaan air dan pembuangan limbah budidaya secara langsung ke lingkungan.
Narasumber kegiatan, Rizal Akbar Hutagalung, mengatakan RAS Filtrasi merupakan bagian dari sistem budidaya terpadu yang menghubungkan produktivitas dengan pengelolaan lingkungan.
“Budidaya ikan dengan sistem RAS Filtrasi merupakan representasi budidaya modern yang mengintegrasikan peningkatan produktivitas dengan keseimbangan lingkungan,” kata Rizal.
Melalui sistem tersebut, siswa tidak hanya belajar menghasilkan ikan, tetapi juga memahami pengelolaan kualitas air, efisiensi sumber daya, serta teknologi produksi yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan itu, siswa juga diperkenalkan pada keterkaitan antara manajemen pakan, kualitas air, sistem filtrasi, kesehatan ikan, dan produktivitas. Seluruh komponen tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan budidaya berkelanjutan.
Pemilihan ikan lele sebagai komoditas utama didasarkan pada potensi permintaan pasar lokal. Ketua Program PKM, Suparmin, mengatakan budidaya ikan air tawar di Bengkayang memiliki peluang untuk dikembangkan dengan dukungan teknologi tepat guna.
Baca Juga: COMPASS: Inovasi Jurusan Teknologi Pertanian POLNEP Bantu Siswa SMK SMTI Pontianak Menavigasi Karier
“Ikan lele merupakan salah satu komoditas yang mempunyai prospek cukup besar. Pengembangannya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar di Kabupaten Bengkayang dan selanjutnya berkontribusi terhadap penyediaan ikan air tawar di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Kepala SMKN 1 Sungai Raya, Hamali, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dapat memperkaya pengalaman belajar siswa sekaligus memperkuat keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan perkembangan industri perikanan.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi siswa kami. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat kompetensi siswa serta menumbuhkan semangat untuk mengembangkan kewirausahaan mandiri,” kata Hamali.
Kolaborasi POLNEP dan SMKN 1 Sungai Raya diharapkan tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi dapat berkembang menjadi model pembelajaran produktif di lingkungan sekolah. Program tersebut juga diharapkan mendukung penguatan kewirausahaan siswa, ekonomi lokal, serta kemandirian pangan melalui pengembangan perikanan air tawar berkelanjutan. (mse/ser)
Editor : Miftahul Khair