Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka Didorong Jadi Agenda Tahunan

Uray Ronald • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:49 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026). (Pemkot Pontianak)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026). (Pemkot Pontianak)

 

PONTIANAK — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong Lomba Sampan Bidar di Kampung Yuka, Kecamatan Pontianak Barat, menjadi agenda tahunan Kota Pontianak.

Edi menilai kegiatan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipromosikan lebih luas, mulai dari tingkat Kalimantan Barat hingga nasional dan internasional.

Ia menyampaikan hal tersebut setelah membuka Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).

“Mudah-mudahan tahun depan bisa mendapat intervensi dari Pemerintah Kota dan dipersiapkan lebih matang. Ini bisa menjadi agenda tetap tahunan, bukan hanya untuk warga Kampung Yuka, tetapi juga agenda Kota Pontianak,” jelasnya.

Baca Juga: Pontianak Carnaval Khatulistiwa 2026 Hadirkan 1.700 Peserta, Suguhkan 9 Agenda Lomba

Sampan Bidar Berpotensi Libatkan Peserta Negara Tetangga

Edi mengatakan Lomba Sampan Bidar memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan dengan cakupan peserta lebih luas.

Ia bahkan membuka peluang keterlibatan peserta dari Sarawak, Brunei, dan Sabah yang memiliki tradisi perahu serta budaya sungai.

“Ke depan bisa saja dipromosikan hingga tingkat Kalbar bahkan internasional, diikuti peserta dari Sarawak, Brunei, Sabah, dan negara tetangga lainnya yang memiliki tradisi lomba sampan bidar,” ujarnya.

Menurut Edi, kesamaan budaya sungai dapat menjadi salah satu daya tarik untuk memperluas jejaring kegiatan.

Selain menjadi hiburan, lomba tersebut dinilai dapat memperkuat pelestarian budaya tepian sungai di Kota Pontianak.

Lomba Sampan Bidar Dorong Aktivitas UMKM

Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka mendapat antusiasme masyarakat.

Peserta dan pengunjung tidak hanya berasal dari Kampung Yuka, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain, termasuk Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya, hingga Mempawah.

“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga dan budaya seperti sampan bidar sangat tinggi. Apalagi dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” katanya.

Edi menilai kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat dan pelaku UMKM.

“Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Saya berharap berjalan lancar, aman, dan memberi manfaat bagi warga,” ujarnya.

Baca Juga: Jibril Cisse dan Farras Dila Dinobatkan Jadi Bujang Dare Pontianak 2026

Infrastruktur Kampung Yuka Jadi Perhatian

Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menanggapi aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan infrastruktur di kawasan Kampung Yuka.

Sejumlah persoalan yang disampaikan warga antara lain akses jalan, gertak, dan kondisi lingkungan sekitar.

“Apa yang menjadi keluhan warga terkait infrastruktur sudah saya lihat. Insya Allah akan menjadi perhatian kami dan akan diusahakan secepat mungkin untuk direnovasi atau ditingkatkan kualitasnya,” katanya.

Edi meminta dukungan pemerintah terhadap kegiatan masyarakat diikuti dengan persiapan panitia yang lebih matang.

Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan sejak dini agar pelaksanaan lomba tahun depan dapat berlangsung lebih baik, aman, dan meriah.

Wali Kota Ingatkan Kebersihan Sungai

Edi juga mengajak masyarakat di sekitar Kampung Yuka menjaga kebersihan lingkungan.

Ia meminta warga tidak membuang sampah ke parit maupun sungai.

“Jaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah di parit, apalagi di sungai, supaya biota sungai dan parit tetap sehat, bersih, dan asri,” pesannya.

Selain kebersihan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan lomba.

Edi meminta panitia bersama petugas memastikan keamanan penonton dan atlet selama kegiatan berlangsung.

“Keselamatan penonton dan atlet harus betul-betul dijaga. Panitia bersama petugas harus memastikan kegiatan berlangsung aman,” tegasnya.

Baca Juga: Rawat Cita Rasa Lokal, DPRD Kalbar Dorong Hotel di Pontianak Hadirkan Menu Kuliner Khas

Edi berharap Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya dan olahraga air.

Kegiatan tersebut juga diharapkan tetap menjadi hiburan rakyat sekaligus membuka peluang bagi penguatan ekonomi masyarakat.

“Terima kasih kepada panitia dan seluruh warga yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga lomba sampan bidar semakin meriah, menjadi kebanggaan masyarakat, dan memberi manfaat bagi Kota Pontianak,” pungkasnya.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Pemkot Pontianak
Lomba Sampan Bidar Pontianak Kampung Yuka Pontianak sampan bidar Pontianak budaya sungai Pontianak Edi Rusdi Kamtono