Tak Cuma Bertani! Norsan Minta Anak Muda Kalbar Jadi Agripreneur

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:59 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan sambutan saat membuka rapat kerja bersama jajaran pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar (ADPIM PEMPROV KALBAR)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan sambutan saat membuka rapat kerja bersama jajaran pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar (ADPIM PEMPROV KALBAR)

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong generasi muda, khususnya petani milenial, tidak hanya bergerak di sektor produksi pertanian, tetapi juga mengembangkan usaha dan menjadi agripreneur.

Hal tersebut disampaikan Norsan dalam rapat kerja bersama jajaran pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Sabtu (15/8). Rapat tersebut digelar setelah Norsan dilantik sebagai Ketua Umum HKTI Kalbar. Pertemuan tersebut membahas penyusunan program kerja HKTI Kalbar sekaligus strategi pengembangan sektor pertanian dan usaha tani di Kalimantan Barat.

Norsan mengatakan HKTI harus mampu membuka akses dan peluang bagi petani untuk meningkatkan kapasitas usaha, produktivitas, serta daya saing. “Pada dasarnya, HKTI berkomitmen untuk membuka jalan dan memberikan peluang seluas-luasnya agar para pelaku usaha tani dapat berkembang lebih baik dan berdaya saing tinggi,” kata Norsan.

Baca Juga: Erlina Resmi Pimpin HKTI Mempawah dan Fokus Majukan Sektor Pertanian Daerah

Menurutnya, perubahan pola pikir dari sekadar petani menjadi pelaku usaha penting dilakukan, terutama oleh generasi muda. Dengan menjadi agripreneur, petani diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga mampu mengembangkan usaha dari produksi hingga pengolahan dan pemasaran.

Norsan menegaskan, HKTI Kalbar juga akan berupaya mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani dan pelaku usaha tani. Cakupan kerja organisasi, kata dia, tidak terbatas pada tanaman pangan, tetapi mencakup perkebunan, peternakan, hingga kehutanan.

“Cakupan kerja HKTI tidak hanya berfokus pada tanaman padi, tetapi mencakup berbagai bidang, seperti perkebunan, peternakan, hingga sektor kehutanan, termasuk tata kelola komoditas kratom yang banyak diekspor,” ujarnya.

Di sektor peternakan, Norsan mengatakan HKTI Kalbar akan menindaklanjuti peluang kerja sama yang sebelumnya dibahas dengan Jawa Timur. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan peternakan sapi melalui penerapan teknologi pembiakan dan persilangan untuk menghasilkan ternak dengan kualitas yang lebih baik.

Baca Juga: Hadiri Musda HKTI Kalbar, Karolin Dorong Petani Naik Kelas Jadi Pengusaha

Selain sapi, potensi pengembangan peternakan kambing dan domba juga akan dikaji untuk melihat peluang pengembangannya di Kalimantan Barat.

Sementara untuk komoditas kratom, Norsan mengatakan HKTI akan mendorong adanya tata kelola yang dapat memberikan kepastian dan perlindungan bagi petani, terutama di tengah fluktuasi harga.

“Kami berencana menyusun regulasi yang dirancang sehingga harga di pasaran tetap stabil dan tidak merugikan petani,” jelasnya.

Ia menilai penguatan tata kelola komoditas diperlukan agar peningkatan nilai ekonomi tidak hanya dinikmati pelaku usaha di hilir, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani sebagai produsen.

Dalam rapat kerja tersebut, Norsan meminta seluruh pengurus HKTI Kalbar menyusun program sesuai bidang masing-masing dengan tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Program yang disusun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan organisasi, tetapi mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi petani serta membuka akses terhadap teknologi, pasar, pembiayaan, dan pengembangan usaha.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Dorong HKTI Perkuat Ketahanan Pangan dan Produktivitas Pertanian

"Saya meyakini HKTI Kalbar ini akan mampu membawa kesejahteraan yang lebih merata bagi para petani dan nelayan di Bumi Kalimantan Barat,” pungkasnya. (mse)

Editor : Miftahul Khair
AGRIPRENEUR petani HKTI Himpunan Kerukunan Tani Indonesia