PONTIANAK POST - Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP) melalui Jurusan Akuntansi terus memperkuat kiprahnya di tingkat internasional. Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertajuk “Financial and Digital Literacy for Students Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah in Malaysia”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah (PSA), Shah Alam, Selangor, Malaysia, Jumat (7/8/2026).
Sebanyak 23 dari 25 target mahasiswa PSA mengikuti kegiatan yang mengangkat isu literasi keuangan dan digital sebagai bekal penting bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan ekonomi digital.
Baca Juga: Erlina Dorong Mahasiswa Polnep Edukasi Gemarikan dan Manfaatkan Pekarangan
Kegiatan PKM Internasional diketuai Dr. Kartawati Mardiah, S.E., M.M., Ak., CA, dengan anggota Agus Widodo, S.E., M.Si., Melati Pramudita Lestari, S.E., M.Ak., Dr. Wahyudi, S.Pd., M.Ed., Fiorintari, S.E., M.Ak., Ak., Muhammad Ali, S.Pd., M.EIL, Anik Cahyowati, S.H., M.H., Joniadi, Dita Fitri Mutiarani, dan Hasto Utomo.
Ketua pelaksana, Dr. Kartawati Mardiah, S.E., M.M., Ak., CA, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kontribusi POLNEP dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya mahasiswa.
Menurut Kartawati, literasi keuangan tidak cukup dipahami sebatas teori. Mahasiswa perlu memperoleh pemahaman yang aplikatif agar mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Mahasiswa perlu memperoleh pemahaman yang aplikatif, mulai dari mengatur uang saku, menyusun anggaran, membangun dana darurat, hingga memahami risiko investasi dan utang konsumtif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk kemandirian finansial. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengatur pendapatan, tetapi juga dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan, pentingnya menabung, dana darurat, investasi dasar, serta penggunaan kredit secara bijak. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai penggunaan dompet digital dan berbagai layanan keuangan digital secara aman.
Aspek literasi digital menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa diajak lebih kritis dalam memilah informasi yang beredar di media sosial, terutama informasi terkait investasi dan produk keuangan.
Mereka juga diberikan pemahaman mengenai keamanan data pribadi, etika digital, serta cara mengenali potensi penipuan daring.
Materi tersebut dinilai relevan dengan kehidupan generasi Z yang memiliki akses luas terhadap teknologi dan informasi.
Di sisi lain, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan, seperti gaya hidup konsumtif, minimnya kebiasaan menabung, kemudahan memperoleh pinjaman digital, serta maraknya promosi investasi melalui media sosial.
Untuk membuat pembelajaran lebih menarik, tim PKM menggunakan pendekatan interaktif melalui workshop, simulasi kasus keuangan, diskusi kelompok, kuis digital, financial games, dan berbagai media pembelajaran.
Pendekatan edutainment tersebut mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi peserta pasif. Mereka dilibatkan dalam menganalisis berbagai kasus dan melakukan simulasi pengambilan keputusan keuangan.
Tim PKM berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Selain mampu menyusun perencanaan keuangan pribadi, mahasiswa diharapkan memiliki kebiasaan menabung, memahami risiko investasi, bijak menggunakan layanan kredit dan dompet digital, serta mampu menghindari penipuan daring.
Lebih jauh, peserta diharapkan dapat menjadi agen literasi yang menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada lingkungan kampus dan masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi POLNEP, khususnya Jurusan Akuntansi, untuk memperluas jejaring akademik dan kerja sama internasional.
Selain bertukar pengetahuan, kegiatan tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman akademik dan budaya antara POLNEP dan PSA.
Melalui PKM Internasional ini, POLNEP menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam membangun generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cerdas mengelola keuangan, kritis terhadap informasi, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital.
Editor : Rafael B. Junior