Kopi Liberika Sendoyan Sambas Bawa Dedi Raih Penghargaan Gubernur Kalbar

Uray Ronald • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 17:50 WIB
Inisiator Gerakan Tanam Kopi Liberika Sendoyan dan hilirisasi produk lada di Kabupaten Sambas, Dedi A. Khansa, menerima penghargaan dari Gubernur Kalimantan Barat. (ANTARA/Rendra Oxtora)
Inisiator Gerakan Tanam Kopi Liberika Sendoyan dan hilirisasi produk lada di Kabupaten Sambas, Dedi A. Khansa, menerima penghargaan dari Gubernur Kalimantan Barat. (ANTARA/Rendra Oxtora)

 

PONTIANAK POST — Inisiator Gerakan Tanam Kopi Liberika Sendoyan dan hilirisasi produk lada di Kabupaten Sambas, Dedi A. Khansa, menerima penghargaan dari Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan.

Penghargaan diberikan atas dedikasi Dedi dalam mengembangkan komoditas perkebunan daerah. Penyerahan berlangsung dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Senin (17/8/2026).

Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar Rino Anteno Tenggo mengatakan Dedi merupakan satu dari lima penerima penghargaan yang diusulkan instansinya.

"Dedi menjadi satu dari lima penerima penghargaan Gubernur Kalbar yang diusulkan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar atas kontribusinya dalam menggerakkan petani mengembangkan kopi liberika dan meningkatkan nilai tambah komoditas lada," kata Rino di Pontianak, Senin (17/8).

Baca Juga: Lindungi Kopi Liberika Kayong Utara, Kemenkum Kalbar Bahas Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis

Gerakan Kopi Liberika Sendoyan Tembus 100 Hektare

Rino mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada lima penerima. Mereka terdiri atas tiga orang di bidang peternakan dan dua orang di bidang perkebunan.

Menurut Rino, penghargaan tersebut tidak hanya bersifat seremonial. Para penerima akan terus mendapat pembinaan agar kontribusinya berkembang dan memberi dampak lebih luas.

"Penghargaan yang ada bukan hanya sekadar seremonial, namun ke depan berdampak nyata dan berkelanjutan. Tidak kalah penting dilakukan pembinaan untuk sinergi membangun Kalbar," ujarnya.

Baca Juga: Kopi Liberika Sendoyan Sambas Melonjak Pamor, Tembus Panggung Nasional di IKN

Rino menegaskan pembinaan akan terus dilakukan. Langkah tersebut diharapkan memperluas dampak kiprah para penerima bagi petani dan perekonomian Kalimantan Barat.

Gerakan Tanam Kopi Liberika Sendoyan yang diinisiasi Dedi sejak 2023 kini berkembang hingga lebih dari 100 hektare.

Gerakan tersebut melibatkan petani, kelompok tani, serta gabungan kelompok tani di Desa Sendoyan, Kabupaten Sambas.

Dedi Ingin Mengembalikan Kejayaan Kopi Sendoyan

Dedi menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya dari Gubernur Kalbar.

"Sangat bersyukur dan terima kasih atas penghargaan dari Gubernur Kalbar. Ini menjadi motivasi dan semangat bagi kami di Desa Sendoyan. Penghargaan ini saya persembahkan untuk petani Sendoyan dan para pihak yang mendukung penuh selama ini," ujar Dedi.

Menurut Dedi, gerakan tersebut berangkat dari keinginan mengembalikan kejayaan kopi di Sendoyan.

Sejak 1970-an, Sendoyan dikenal sebagai salah satu sentra kopi. Namun, luas perkebunan kopi di daerah tersebut terus menyusut hingga tersisa beberapa hektare.

Dedi melihat potensi kopi liberika Sendoyan masih besar. Potensi tersebut didukung kesesuaian lahan, ketersediaan lahan, permintaan pasar, dan harga komoditas yang relatif tinggi.

"Sayang potensi ini kalau tidak ditangkap. Oleh karena itu, dibentuk Poktan Batu Layar Sejahtera sebagai percontohan dan dihadirkan program gerakan tanam," katanya.

Baca Juga: Kopi Liberika Kalbar Tembus Pasar Dunia, Mulai Melirik Pembeli dari Dubai hingga Swedia

Dapat Dukungan Pemerintah dan Lembaga

Pengembangan kopi liberika Sendoyan kemudian mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pada akhir 2024, petani memperoleh bantuan bibit kopi liberika unggul atau bersertifikat dari Kementerian Pertanian melalui dukungan Disbunnak Kalbar dan BPTP Pontianak.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sambas, Pemerintah Desa Sendoyan, serta penyuluh pertanian.

PLN UID Kalbar turut memberikan dukungan melalui pelatihan budidaya. Sementara Bank Indonesia Kalbar membantu penyediaan sarana dan prasarana pascapanen.

Kopi Sendoyan Mulai Diperkuat dari Hulu hingga Hilir

Pengembangan kopi tidak berhenti pada sisi budidaya. Dedi juga membangun akses pasar melalui kerja sama dengan pelaku usaha kopi di Kota Pontianak, 101 Coffee House.

Kerja sama tersebut ditujukan agar petani memiliki akses pasar dan daya tawar yang lebih baik. Penguatan dari sisi budidaya hingga pemasaran menjadi bagian dari upaya mengembangkan kopi liberika Sendoyan sebagai komoditas perkebunan daerah.

Lada Batu Layar Dikembangkan sebagai Produk Hilir

Selain kopi, Dedi mengembangkan hilirisasi komoditas lada melalui produk lada bubuk kemasan bermerek Lada Batu Layar.

Produk tersebut dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus menyediakan produk olahan dari daerah produksi.

"Atas inisiasi ini, produk lada bubuk alhamdulillah sudah menjadi bukan hanya produk unggulan desa, namun sudah menjadi produk unggulan Kabupaten Sambas melalui SK Bupati," katanya.

Pengembangan Lada Batu Layar kemudian berkembang menjadi Koperasi Srikandi Jaya Sambas. Inisiatif tersebut juga mendorong hadirnya Sentra IKM Lada Sambas di Desa Sendoyan.

Sentra IKM Lada Sambas dibangun dengan total pagu hampir Rp6 miliar. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya hilirisasi komoditas lada. Pengembangan diarahkan untuk mendukung produk olahan hingga pasar ekspor.

Dedi mengatakan pengembangan kopi dan lada di Sendoyan terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Terbaru, PLN UPT Pontianak dan UIP3B Kalimantan turut mendukung pengembangan kebun integrasi kopi dan lada di wilayah tersebut.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Dedi A. Khansa kopi liberika Sambas penghargaan Gubernur Kalbar kopi liberika Sendoyan hilirisasi lada Sambas