Kegiatan bertema “Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Penerapan Aplikasi Pencatatan Keuangan Guna Meningkatkan Kemandirian Finansial di Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah Selangor Malaysia” tersebut menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus kolaborasi internasional Polnep di bidang literasi keuangan dan transformasi digital.
Sakubijak Jadi Sarana Praktik Keuangan
Baca Juga: Erlina Dorong Mahasiswa Polnep Edukasi Gemarikan dan Manfaatkan Pekarangan
Program yang diketuai Dr. Yani Riyani, S.E., MSA., MCE, melibatkan mahasiswa Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah sebagai peserta dengan pendekatan learning by doing.
Tim pelaksana Polnep terdiri atas Perdhiansyah, S.ST., M.Ak., Dr. Khamim, S.H.I., S.H., M.H., Dr. A. Razak, S.E., M.M., Ak., CA., Yohanes Adi Nugroho, S.E., M.Sc., Ak., Wawan Heryawan, S.T., M.T., Haryati, S.ST., M.Ak., Nova Adetia, S.E., M.Ak., dan Riyadi.
Menurut tim PkM Polnep, kemudahan penggunaan e-wallet, transaksi nontunai, marketplace, hingga layanan kredit digital membuat mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengendalikan arus kas pribadi.
Baca Juga: PSDKU POLNEP Sanggau Dorong Digitalisasi Keuangan UMKM Lewat Program PKM
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi sekaligus praktik mencatat transaksi, menyusun anggaran, mengelompokkan kebutuhan dan keinginan, serta memantau pengeluaran secara berkala.
Aplikasi Sakubijak diperkenalkan untuk membantu pengguna mencatat transaksi harian, mengelompokkan pengeluaran berdasarkan kategori, menetapkan anggaran, dan memantau kondisi keuangan secara lebih terstruktur.
Dorong Kebiasaan Finansial Sehat
Baca Juga: PKM PSDKU Polnep Sanggau Bekali UMKM Manfaatkan AI untuk Perkuat Digital Branding
Ketua tim PkM Dr. Yani Riyani mengatakan program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan, tetapi juga membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin.
“Program ini tidak hanya berbicara mengenai bagaimana mahasiswa memahami literasi keuangan, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yani.
Menurut Yani, teknologi dimanfaatkan sebagai alat untuk membantu mahasiswa lebih disiplin mencatat, merencanakan, dan mengendalikan keuangan sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten.
Baca Juga: PKM Polnep Jadi Jembatan: UMKM Kalbar Unjuk Produk di Hadapan Ribuan Bikers Internasional di Kuching
Dalam praktiknya, peserta mempelajari fitur Sakubijak melalui simulasi pencatatan transaksi dan pengelompokan pengeluaran sebagai dasar untuk mengambil keputusan finansial secara lebih rasional.
Mahasiswa Disiapkan Jadi Duta Keuangan
Selain meningkatkan kemampuan individu, program tersebut mendorong pembentukan Peer Financial Ambassadors yang menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan bagi rekan sebaya di lingkungan kampus.
Baca Juga: Teknik Sipil POLNEP Berikan Kontribusi pada Masyarakat Bansir Laut Lewat PKM di Rumah Budaya
Para mahasiswa diharapkan dapat membantu rekan mereka menggunakan aplikasi, menjaga konsistensi pencatatan keuangan, serta berbagi praktik pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Pihak Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah turut terlibat dalam pelatihan literasi keuangan digital, praktik penggunaan Sakubijak, simulasi pencatatan transaksi, penyusunan anggaran, dan evaluasi pengeluaran.
Tim PkM Polnep menyebut tahap awal program telah menghasilkan sejumlah capaian, termasuk terlaksananya PkM Internasional di Malaysia, meningkatnya pemahaman awal mahasiswa tentang literasi keuangan digital, serta bertambahnya kesadaran mengenai pencatatan transaksi dan pengendalian pengeluaran.
Pendampingan Berlanjut Tiga Bulan
Program tersebut tidak berhenti pada pelatihan karena tim PkM Polnep menyiapkan pendampingan, monitoring, dan evaluasi penggunaan Sakubijak secara berkelanjutan.
Pendampingan direncanakan berlangsung sekitar tiga bulan dengan fokus pada konsistensi pencatatan transaksi, penerapan anggaran bulanan, evaluasi pola pengeluaran, dan pembentukan kebiasaan menabung.
Kolaborasi Jurusan Akuntansi Polnep dan Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dengan membangun budaya finansial mahasiswa yang lebih sehat, disiplin, dan berkelanjutan. (vie/ser)
Editor : Silvina