PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mendorong ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan memanfaatkan santunan yang diterima sebagai modal untuk membangun usaha dan sumber penghasilan baru yang berkelanjutan.
Menurut Krisantus, santunan sebaiknya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi dikelola secara produktif agar dapat menjadi pijakan bagi keluarga untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi.
“Pelatihan hari ini diberikan agar modal dan semangat yang ada dapat diubah menjadi sumber penghasilan baru yang berkelanjutan,” kata Krisantus saat membuka Kick Start Nasional Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan di Aula Eks Gedung Bank Indonesia, Pontianak, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga: Wagub Krisantus Buka Perbakin Kalbar Cup 2026 untuk Pembinaan Atlet Menembak
Ia mendorong peserta memulai usaha dari skala sederhana dengan memanfaatkan potensi lokal, khususnya usaha kuliner. Peserta juga diminta memanfaatkan media sosial untuk memperluas pemasaran produk.
“Peluang usaha kuliner di Kalimantan Barat sangat terbuka. Manfaatkan teknologi informasi dan media sosial secara bijak dan produktif untuk pemasaran,” ujarnya.
Untuk memastikan usaha tersebut berkelanjutan, Krisantus meminta perangkat daerah, khususnya Dinas Koperasi dan UMKM, bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pendampingan, akses perizinan, permodalan, dan pemasaran.
“Jangan sampai pelatihan berhenti setelah kegiatan ini selesai, tetapi harus ada pendampingan hingga peserta mampu menjalankan usaha secara mandiri,” tegasnya.
Baca Juga: Transaksi QRIS Kalbar Tembus Rp6,5 Triliun hingga Juni 2026, Tumbuh 112 Persen
Program PEKA sendiri merupakan upaya BPJS Ketenagakerjaan mendorong penerima manfaat dan ahli waris tidak hanya menerima santunan, tetapi menjadikannya sebagai pijakan membangun usaha dan sumber penghasilan baru.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan PEKA merupakan bentuk transformasi perlindungan jaminan sosial agar manfaat yang diterima dapat berlanjut menjadi kemandirian ekonomi keluarga.
“Kami ingin membantu mereka punya bekal untuk bangkit dan kembali menatap masa depan dengan lebih optimistis,” tuturnya.
Melalui PEKA, penerima manfaat mendapatkan pemberdayaan sesuai kebutuhan dan potensi ekonomi daerah, mulai dari peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan dan usaha hingga pendampingan.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pontianak Suhuri Ali mengatakan sebanyak 30 peserta dari Kalimantan Barat mengikuti program tersebut. Salah satu keterampilan yang diberikan adalah pelatihan pembuatan dimsum. (mse)
Editor : Rafael B. Junior