PONTIANAK POST – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional dari Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) sukses menyelenggarakan kegiatan transfer teknologi dan promosi budaya bertajuk "Pontianak in 360°: Bridging Heritage and Technology through Interactive 3D Virtual Explorations". Kegiatan kolaboratif ini bertempat di Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah (PSA), Selangor, Malaysia, pada Jumat (7/8/2026).
Program internasional ini bertujuan memperkenalkan kekayaan sejarah, cagar budaya, serta landmark ikonik Kota Pontianak ke kancah global melalui integrasi teknologi interaktif 3D Virtual Reality, sekaligus memperkuat kolaborasi tridarma perguruan tinggi lintas negara.
Tim PKM Internasional Polnep ini diketuai oleh Susan Andriana, beranggotakan para dosen dan tenaga kependidikan Jurusan Akuntansi Polnep, yaitu Henri Prasetyo, Baidhillah Riyadhi, Merry Triani, Eko Supriyanto, Risti Rahmaniar, Veronika Heni, Maulidiyah, dan Fathiya Dhiyaa Fadhilah.
Baca Juga: Dosen Akuntansi Polnep Kenalkan Sakubijak ke Mahasiswa Malaysia Untuk Perkuat Kemandirian Finansial
Dalam sesi pemaparan, tim Polnep membedah alur komprehensif pembuatan virtual tour, mulai dari proses dokumentasi fotografi 360 derajat, pemetaan spasial dan sudut pandang, pengolahan aset visual, hingga integrasi sistem sampai dapat diakses secara interaktif oleh publik.
Daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah demonstrasi aplikasi Ai-Virtour Pontianak Polnep, karya inovasi yang dikembangkan oleh salah satu anggota tim, Henri Prasetyo. Melalui aplikasi ini, para peserta di Malaysia diajak menjelajahi sudut-sudut khas Kota Pontianak secara imersif dan real-time.
Ketua Tim PKM Polnep, Susan Andriana, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan kearifan lokal Kalimantan Barat dengan kemasan teknologi digital.
"Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Jurusan Akuntansi Polnep dalam memperluas jangkauan tridarma perguruan tinggi ke tingkat internasional. Melalui program ini dan kehadiran aplikasi Ai-Virtour, kami ingin membuktikan bahwa teknologi visual dapat menjadi jembatan efektif untuk melestarikan sekaligus mempromosikan warisan budaya Pontianak kepada masyarakat global. Kami sangat berterima kasih atas sambutan luar biasa dari keluarga besar PSA," ujar Susan.
Baca Juga: PKM Jurusan Akuntansi Polnep Dorong Literasi Keuangan dan Digital Mahasiswa di Selangor Malaysia
Apresiasi tinggi datang dari Direktur Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, Ts. Dr. Ahmad Aftas bin Azman. Beliau menyambut positif terobosan teknologi yang dibawa oleh Polnep dan berharap kerja sama bilateral kedua institusi dapat terus berlanjut.
"Pihak PSA amat berbesar hati menerima kunjungan dan perkongsian ilmu yang sangat bermanfaat daripada rakan-rakan akademia Politeknik Negeri Pontianak. Inisiatif menggabungkan warisan sejarah dan teknologi 3D interaktif ini adalah satu langkah yang amat bernas serta selari dengan arus pendigitalan masa kini. Diharapkan jalinan kerjasama erat antara PSA dan Polnep ini akan terus diperkukuhkan lagi pada masa hadapan, terutamanya dalam bidang inovasi, penyelidikan gunaan, dan pemindahan teknologi," tutur Ts. Dr. Ahmad Aftas bin Azman.
Antusiasme juga diungkapkan oleh para mahasiswa PSA yang berkesempatan menjajal langsung simulasi aplikasi Ai-Virtour. Salah seorang perwakilan mahasiswa PSA mengaku terkesan dengan pengalaman visual yang disajikan.
"Pengalaman meneroka mercu tanda dan tempat bersejarah di Bandar Pontianak secara maya ini sangat mengagumkan. Rasanya seolah-olah kami benar-benar berada di sana. Saya amat berminat untuk mempelajari teknik pembangunannya secara lebih mendalam agar kami juga dapat menghasilkan projek Virtual Tour interaktif yang serupa untuk memperkenalkan kawasan kampus PSA," kata salah satu mahasiswa PSA dengan antusias.
Melalui kegiatan PKM Internasional ini, diharapkan inovasi teknologi yang dikembangkan oleh civitas akademika Polnep tidak hanya memperluas wawasan para mahasiswa di Malaysia, tetapi juga mempererat hubungan kemitraan akademik internasional antara Indonesia dan Malaysia di masa mendatang. (*)
Editor : Rafael B. Junior