Kabut Asap Masih Muncul, DPRD Kalbar Dukung PJJ untuk Pelajar Kubu Raya

Deny Hamdani • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:21 WIB
Anggota DPRD Kalbar dari daerah pemilihan Kubu Raya-Mempawah, Moh. Darwis.
Anggota DPRD Kalbar dari daerah pemilihan Kubu Raya-Mempawah, Moh. Darwis.

PONTIANAK  POST — Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, belum sepenuhnya memadamkan titik api. Kabut asap masih muncul di beberapa kawasan sehingga mendorong dukungan terhadap penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar.
Anggota DPRD Kalbar dari daerah pemilihan Kubu Raya-Mempawah, Moh. Darwis, mengatakan hujan dengan intensitas cukup merata memang terjadi, tetapi masih terdapat sejumlah titik api yang belum padam.

“Memang ada beberapa titik api yang hari ini belum padam. Sehingga spot-spot kabut asap ini masih cukup banyak di Kubu Raya,” kata Darwis.
Melihat kondisi tersebut, Darwis menyatakan sependapat dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang melakukan uji coba PJJ dari rumah. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan dapat mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA.
Di sisi lain, Darwis mengimbau masyarakat untuk menghentikan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama selama kondisi kemarau dan rawan kebakaran.

“Pesan kami, kami mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Kubu Raya untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Dampak negatifnya sangat luar biasa,” ujar politisi PDI Perjuangan Kalbar ini.

Baca Juga: Kualitas Udara Menurun, Kubu Raya Perpanjang PJJ untuk Sekolah pada 19–22 Agustus 2026

Ia mengatakan kebakaran yang awalnya dipicu pembukaan lahan dalam skala kecil dapat merembet ke lahan masyarakat di sekitarnya. Kondisi itu membuat api sulit dikendalikan dan dapat bertahan selama berhari-hari.

Darwis juga menyoroti kendala yang dihadapi relawan dan petugas pemadam di lapangan, terutama keterbatasan sumber air. Hujan yang turun dinilai baru mampu mengurangi sejumlah titik api, tetapi belum cukup mengisi kembali cadangan air di lokasi rawan kebakaran.

“Ketika ada kebakaran lagi, susah mencari air. Banyak kita temukan di beberapa wilayah, para pemadam banyak yang pasrah menunggu api padam dengan sendirinya,” katanya.

Karena itu, ia meminta masyarakat ikut berperan mencegah munculnya titik api baru. Menurutnya, pencegahan pembakaran lahan menjadi langkah penting untuk mengurangi kabut asap sekaligus melindungi kesehatan dan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar.(den)

Editor : Hanif
Titik Api Kubu Raya PJJ Kubu Raya pembelajaran jarak jauh DPRD Kalbar kabut asap