60 Relawan Duta Sanitasi Pontianak Dikukuhkan, Bantu Edukasi Masyarakat soal SPALD-T

Uray Ronald • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:20 WIB
Pengukuhan relawan duta sanitasi untuk membantu edukasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) usai Kick-off Pembangunan SPALD-T Kota Pontianak di Hotel Ibis, Rabu (19/8/2026). (Pemkot Pontianak)
Pengukuhan relawan duta sanitasi untuk membantu edukasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) usai Kick-off Pembangunan SPALD-T Kota Pontianak di Hotel Ibis, Rabu (19/8/2026). (Pemkot Pontianak)

 

PONTIANAK POST – Sebanyak 60 orang relawan duta sanitasi dikukuhkan untuk membantu edukasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Kota Pontianak. Para relawan tersebut sebagian besar berasal dari kader PKK, kader posyandu, dan masyarakat yang aktif di tingkat akar rumput.

Duta Sanitasi Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengatakan, relawan duta sanitasi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami manfaat pembangunan SPALD-T, termasuk cara memanfaatkan dan memelihara fasilitas sanitasi tersebut.

“Kader-kader PKK, kader posyandu, dan masyarakat menjadi relawan duta sanitasi karena kami mempunyai amanah baru untuk mengedukasi masyarakat,” ujarnya usai Kick-off Pembangunan SPALD-T Kota Pontianak di Hotel Ibis, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: SPALD-T Pontianak Mulai Dibangun, Olah Limbah Rumah Tangga dengan Target Layani 15 Ribu Sambungan

Edukasi Jadi Bagian Penting Pembangunan SPALD-T

Ketua TP PKK Kota Pontianak ini menjelaskan, pembangunan SPALD-T tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur berupa jaringan pipa dan instalasi pengolahan air limbah.

Menurutnya, keberhasilan sistem sanitasi tersebut juga membutuhkan perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat agar mampu menerima, menggunakan, serta menjaga fasilitas yang dibangun.

“Kita ingin mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat, sehingga masyarakat tahu bagaimana sanitasi yang baik, serta bisa memanfaatkan dan memelihara sanitasi tersebut,” katanya.

Yanieta menilai edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaat pembangunan SPALD-T dapat dirasakan secara optimal.

Baca Juga: SPALD-T Rp1,7 Triliun Mulai Dibangun, Pengelolaan Limbah Pontianak Dibenahi

PKK Dinilai Strategis Jangkau Masyarakat

Yanieta menjelaskan, jaringan PKK yang tersebar hingga tingkat lingkungan menjadi salah satu kekuatan dalam menyampaikan pesan sanitasi kepada masyarakat.

Menurutnya, kader PKK memiliki kedekatan langsung dengan keluarga dan warga sehingga dapat membantu pemerintah memberikan pemahaman mengenai pentingnya sanitasi yang baik.

“PKK ini memiliki jaringan sampai akar rumput. Karena itu, kader-kader yang dilantik menjadi relawan duta sanitasi diharapkan bisa menjadi teman dan sahabat bagi duta sanitasi dalam mengedukasi masyarakat,” jelasnya.

Melalui peran tersebut, relawan duta sanitasi diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat selama proses pembangunan SPALD-T berlangsung.

Relawan Dorong Masyarakat Jaga Lingkungan

Yanieta berharap keberadaan relawan dapat membantu masyarakat memahami pembangunan SPALD-T, termasuk proses pekerjaan di lapangan, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

Selain menyampaikan informasi, relawan juga diharapkan mampu mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Menurutnya, sanitasi yang baik akan memberikan dampak terhadap kesehatan keluarga, kualitas lingkungan permukiman, serta kenyamanan hidup masyarakat.

“Harapannya relawan duta sanitasi ini bisa menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.

Editor : Uray Ronald
Sumber : Pemkot Pontianak
SPALD-T Pontianak Duta Sanitasi Kota Pontianak edukasi sanitasi masyarakat Yanieta Arbiastutie