PONTIANAK – Tiga pelajar tewas dalam dua kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan kendaraan berbadan besar di Kota Pontianak dam Kubu Rayadalam waktu dua hari. Dua pelajar meninggal setelah sepeda motor yang mereka tumpangi bertabrakan dengan trailer di Jalan Ya’ M. Sabran, Pontianak Timur, Kota Pontianak. Sedangkan seorang pelajar lainnya tewas setelah terlibat kecelakaan dengan truk tronton di Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Satu pelajar lainnya selamat, tetapi mengalami luka berat. Dua kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa (18/8) dan Rabu (19/8), dengan korban masih berusia pelajar.
Dua Pelajar Tewas di Jalan Ya’ M. Sabran
Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Ya’ M. Sabran, tepatnya di tikungan dekat Masjid Taman Yasmin, Kecamatan Pontianak Timur, Selasa (18/8) sekitar pukul 13.25 WIB.
Kecelakaan melibatkan mobil trailer Hino yang dikemudikan PR dan sepeda motor Honda yang dikendarai pelajar berinisial HM. HM membonceng dua rekannya, MF dan SN.
Kapolsek Pontianak Timur AKP Suryadi mengatakan, trailer Hino melaju dari arah simpang Jalan Panglima Aim menuju Tugu Alianyang. Dari arah berlawanan, sepeda motor yang dikendarai HM bergerak menuju simpang Jalan Panglima Aim.
Saat memasuki tikungan, sepeda motor tersebut diduga selip hingga terjatuh. Motor kemudian meluncur dalam posisi menyamping ke kanan dan membentur trailer yang datang dari arah berlawanan.
“Kendaraan sepeda motor yang dikemudikan oleh HM selip pada saat menikung hingga terjatuh, kemudian meluncur ke depan menyamping ke kanan hingga membentur mobil trailer yang datang dari arah berlawanan,” kata Suryadi, Rabu (19/8).
Berdasarkan penyelidikan sementara dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, sepeda motor yang terjatuh kemudian meluncur ke arah trailer. Benturan pun tidak dapat dihindari.
Dua penumpang sepeda motor, MF dan SN, kemudian terlindas kendaraan berbadan besar tersebut.
MF mengalami luka pada bagian kepala dan lecet pada lutut kiri. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah kecelakaan.
SN juga mengalami luka pada bagian kepala dan meninggal dunia. Kedua korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara.
Sementara itu, HM mengalami luka pada paha kiri dan kanan. Ia dinyatakan mengalami luka berat dan menjalani perawatan di RS Medika Djaya.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata identitas pengemudi dan pengendara yang terlibat, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah dievakuasi dan diamankan sebagai barang bukti.
Sehari Berselang, Pelajar Kembali Tewas
Duka belum reda, kecelakaan yang melibatkan pelajar dan kendaraan berbadan besar kembali terjadi sehari kemudian.
Kecelakaan kedua terjadi di Jalan Adi Sucipto, Rabu (19/8) sekitar pukul 15.40 WIB. Seorang pelajar meninggal dunia setelah skuter matik yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan truk tronton.
Korban diduga hendak menyalip truk tronton yang bergerak dari arah Pontianak menuju Kubu Raya. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, korban berusaha melewati truk tersebut.
Namun, saat proses menyalip berlangsung, sepeda motor korban tersambar roda gandengan sebelah kanan truk. Korban kemudian terjatuh ke badan jalan dan terlindas kendaraan tersebut.
Korban mengalami luka parah dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Darah korban terlihat di badan jalan, tidak jauh dari gerbang perbatasan Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Motor dan Kendaraan Berat Berbagi Jalan
Dua kecelakaan tersebut terjadi di lokasi berbeda dengan korban berbeda. Namun, keduanya memiliki kesamaan: sepeda motor yang dikendarai atau ditumpangi pelajar terlibat kecelakaan dengan kendaraan berbadan besar.
Kondisi ini kembali mengingatkan pengguna jalan mengenai risiko ketika sepeda motor berada terlalu dekat dengan kendaraan berat. Kendaraan besar memiliki dimensi lebih panjang, bobot lebih besar, jarak pengereman berbeda, serta titik buta yang dapat membatasi pandangan pengemudi.
Sementara itu, pengendara sepeda motor tidak memiliki perlindungan fisik seperti pengguna kendaraan roda empat. Benturan dengan kendaraan berat dapat menimbulkan konsekuensi fatal meski kecelakaan berlangsung dalam waktu singkat.
Namun, penyebab pasti kedua kecelakaan tetap harus merujuk pada hasil penyelidikan kepolisian. Dugaan selip pada kecelakaan pertama dan dugaan manuver menyalip pada kecelakaan kedua masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan serta bukti di lapangan.
Keselamatan Jadi Peringatan
Rentetan kecelakaan dalam dua hari tersebut menjadi peringatan bagi seluruh pengguna jalan di Pontianak. Terlebih, korban merupakan pelajar yang seharusnya masih memiliki perjalanan panjang di depan mereka.
Bagi keluarga korban, kecelakaan tersebut tidak berhenti sebagai catatan lalu lintas. Kehilangan anak dalam usia sekolah meninggalkan duka yang jauh lebih panjang daripada durasi kecelakaan itu sendiri.
Dua kecelakaan, tiga pelajar meninggal, dan satu lainnya mengalami luka berat dalam rentang dua hari menjadi alarm keselamatan di jalan raya. Pemeriksaan kendaraan, disiplin berlalu lintas, pengawasan terhadap pengendara muda, serta kewaspadaan saat berada di sekitar kendaraan berat menjadi bagian penting untuk mencegah korban berikutnya.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro