11 UMKM Binaan BI Kalbar Tampil di Karya Kreatif Indonesia 2026

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:11 WIB
Kepala Perwakilan BI Kalbar Doni Septadijaya sedang berbincang dengan Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Metty Herindra, yang melihat produk UMKM Kalbar yang tampil dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta (ISTIMEWA)
Kepala Perwakilan BI Kalbar Doni Septadijaya sedang berbincang dengan Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Metty Herindra, yang melihat produk UMKM Kalbar yang tampil dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Sebanyak 11 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha Kalbar memperluas pasar dan memperkenalkan produk lokal ke tingkat nasional.

Kepala Perwakilan BI Kalbar Doni Septadijaya mengatakan, keterlibatan UMKM binaan dalam KKI merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan daya saing usaha berbasis potensi lokal. “Bersama, kita dukung UMKM Indonesia untuk terus bangkit, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa,” kata Doni.

Pada KKI 2026, enam UMKM wastra Kalbar mengikuti pameran secara luring, yakni BornNeo, Betanun, Dayang Songket, Galeri Kain Pantang, Rumah Rakuji, dan Kelompok Tenun Endo Sagado.

Baca Juga: Buktikan Reputasi Kokoh, Bank Kalbar Sabet Indonesia Public Relations Awards 2026

Sementara dari sektor makanan olahan terdapat Larasita, 101 Coffee House, D Kriuk, dan Kalara Borneo. Adapun Kojal mengikuti business matching secara daring. BI Kalbar juga membawa sejumlah produk ready to wear dan kriya dari Begayabyta, Ludic, Oda, Niinaka, Taotoba, Anjabyl, KeGia Art, serta produk Indonesian Fashion Chamber (IFC) Pontianak.

Selain pameran, dua barista asal Kalbar, Valentino dan Farhan Dirga, mengikuti program CANGKIR BARISTA. Galeri Kain Pantang dan Kelompok Tenun Endo Sagado juga berpartisipasi dalam program CITRA NUSA. Secara daring, sebanyak 16 UMKM binaan BI Kalbar turut mengikuti pameran melalui platform KKI.

Menurut Doni, penguatan UMKM di Kalimantan Barat diarahkan melalui peningkatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi.

Upaya tersebut dinilai penting karena UMKM memiliki peran dalam menopang perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan II 2026 tercatat 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Saat ini, terdapat 271 UMKM yang menjadi binaan BI Kalbar.

Baca Juga: Pesta Rakyat Sungai Pinyuh 2026 Meriah, UMKM Lokal Kebanjiran Pembeli dan Warga Padati Acara

KKI 2026 sendiri berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Tahun ini, kegiatan tersebut mengangkat semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama.

Bank Indonesia menggelar KKI sebagai bagian dari komitmen mengembangkan UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang sinergi untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan pasar UMKM.

Secara nasional, KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM dalam pameran luring dan lebih dari 1.300 UMKM melalui pameran daring. Kegiatan ini melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.

Baca Juga: POLNEP Dorong UMKM Lokal Olah Ikan dan Gunakan Kemasan Ramah Lingkungan

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan penguatan UMKM ke depan bertumpu pada tiga aspek, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.
“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujarnya. (mse)

Editor : Hanif
KKI 2026 UMKM binaan BI produk lokal Kalimantan Barat UMKM KALBAR BI kalbar