Polda Kalbar Cek Kesiapan Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:59 WIB
Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar bersama Wakapolda Brigjen Pol. Hindarsono melakukan pengecekan langsung terhadap kendaraan, peralatan pemadaman, perlengkapan pendukung, dan sarana prasarana lainnya di Mapolda Kalbar, Kamis (20/8/2026). (ANTARA/Humas Polda Kalbar)
Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar bersama Wakapolda Brigjen Pol. Hindarsono melakukan pengecekan langsung terhadap kendaraan, peralatan pemadaman, perlengkapan pendukung, dan sarana prasarana lainnya di Mapolda Kalbar, Kamis (20/8/2026). (ANTARA/Humas Polda Kalbar)

PONTIANAK POST - Polda Kalbar memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kesiapan tersebut menjadi penting di tengah potensi karhutla yang masih harus diantisipasi jajaran kepolisian.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar menegaskan, kesiapan tidak cukup hanya dengan memiliki peralatan pemadaman. Seluruh sarana, dan prasarana harus dirawat, sementara personel perlu terus dilatih agar mampu mengoperasikannya secara tepat ketika dibutuhkan.

Hal tersebut disampaikan saat memimpin pengecekan peralatan sekaligus simulasi penanganan karhutla di Lapangan Jananuraga Mapolda Kalbar, Kamis (20/8). 

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Sambas Makin Pekat, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

“Saya yakin, dan percaya seluruh personel memiliki kemampuan serta menguasai cara mengoperasikan peralatan yang ada. Yang terpenting, peralatan ini harus dirawat, dan personel terus dilatih, sehingga kesiapsiagaan menjadi poin utama agar sarana prasarana yang kita miliki dapat digunakan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat untuk membantu melayani, serta menolong masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan karena asap karhutla,” ujarnya.

Kapolda mengingatkan, peralatan yang telah dimiliki harus benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung penanganan di lapangan. Ia tidak ingin sarana yang tersedia hanya menjadi perlengkapan yang dipajang tanpa kesiapan penggunaan. “Jangan sampai alat yang bagus ini hanya untuk dipajang,” tegasnya.

Menurutnya, latihan, dan simulasi menjadi bagian penting untuk memastikan personel memahami tugas, peran, serta penggunaan peralatan ketika menghadapi karhutla. Kesiapan tersebut juga harus dibarengi dengan semangat personel dalam menjalankan tugas. Kapolda menyadari penanganan karhutla di lapangan bukan pekerjaan mudah karena personel dapat menghadapi kelelahan, dan berbagai tantangan.

“Rekan-rekan di lapangan harus tetap semangat. Saya tahu mungkin anda lelah, atau bahkan mungkin tidak terlihat apa yang telah kita lakukan selama ini, tetapi percayalah, semua yang kita kerjakan menjadi amal ibadah selama kita hidup di dunia ini dan akan dibalas Tuhan pada waktunya,” katanya.

Ia berharap latihan yang dilakukan dapat meningkatkan kesiapsiagaan jajaran Polda Kalbar menghadapi berbagai kemungkinan ke depan. Dengan kesiapan personel, dan peralatan, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak asap.

“Mudah-mudahan latihan hari ini (kamis) dapat meningkatkan kesiapsiagaan kita menghadapi hal-hal yang mungkin terjadi ke depan, sehingga kita bisa tampil lebih baik, memanfaatkan semua ini dengan baik, serta memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.(bar/r)

Editor : Hanif
kesiapan personel simulasi Karhutla polda kalbar karhutla kalbar kebakaran hutan