Kabut Asap Kian Pekat: Jarak Pandang di Bawah 1 Km, Penerbangan di Supadio Makin Banyak Delay

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:27 WIB
Tim BPBD Kalbar melakukan pemadaman karhutla di sekitar Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya yang berdekatan dengan kawasan Bandara Internasional Supadio, Senin (27/7).
Tim BPBD Kalbar melakukan pemadaman karhutla di sekitar Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya yang berdekatan dengan kawasan Bandara Internasional Supadio, belum lama ini.

 

PONTIANAK POST – Jarak pandang di Bandara Internasional Supadio Pontianak turun di bawah 1.000 meter pada Jumat (21/8/2026) pagi akibat kabut asap karhutla. Kondisi ini mulai mengganggu operasional penerbangan, dengan lima penerbangan keberangkatan terlambat dan satu pesawat rute Jakarta-Pontianak sempat go around sebelum dialihkan ke Batam.

Penurunan jarak pandang tersebut terpantau pada pagi hari berdasarkan informasi BMKG Stasiun Supadio. Asap disebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah sekitar bandara.

Gangguan penerbangan juga bukan baru terjadi pada Jumat. Dalam periode 18–20 Agustus 2026, tercatat 15 penerbangan mengalami keterlambatan akibat kondisi visibility.

Pesawat Jakarta-Pontianak Sempat Go Around

Salah satu penerbangan yang terdampak Jumat pagi adalah IU 682 dengan rute Jakarta-Pontianak. Pesawat tersebut memiliki jadwal tiba di Supadio pada pukul 06.55 WIB.

Ketika kondisi jarak pandang belum memungkinkan, pesawat melakukan go around. Pesawat kemudian dialihkan atau divert ke Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 08.24 WIB.

Peristiwa tersebut menunjukkan bagaimana penurunan visibility dapat memengaruhi keputusan operasional penerbangan. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum pesawat melakukan pendaratan.

Lima Penerbangan Keberangkatan Ikut Terdampak

Pada Jumat pagi, lima penerbangan keberangkatan dari Bandara Supadio juga mengalami keterlambatan.

Penerbangan tersebut yakni JT 837 rute Pontianak-Surabaya dengan jadwal 06.00 WIB dan IU 691 rute Pontianak-Jakarta dengan jadwal 06.20 WIB.

Berikutnya, IW 1440 rute Pontianak-Ketapang dijadwalkan berangkat pukul 07.00 WIB. Dua penerbangan lainnya, IU 683 dan IU 697, masing-masing memiliki jadwal keberangkatan pukul 07.35 WIB dan 08.30 WIB menuju Jakarta.

Penumpang diminta memperhatikan perubahan jadwal karena kondisi jarak pandang dapat berubah dalam waktu singkat.

Jarak Pandang Turun di Bawah 1.000 Meter

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio mengonfirmasi gangguan operasional akibat penurunan jarak pandang.

Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Supadio, visibility pada pagi hari berada di bawah 1.000 meter. Kondisi tersebut dikaitkan dengan kabut asap dari karhutla di sejumlah wilayah sekitar bandara.

Kondisi ini menjadi perhatian karena bandara membutuhkan jarak pandang yang memenuhi persyaratan operasional untuk memastikan proses pendaratan dan lepas landas berlangsung aman.

Keselamatan Jadi Prioritas

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, mengatakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan menjadi prioritas.

Pihak bandara terus memantau kondisi jarak pandang secara realtime. Koordinasi dilakukan bersama BMKG, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, BNPB, dan Polres Kubu Raya.

"Kami terus memantau perkembangan kondisi jarak pandang di Bandara. Koordinasi lintas instansi dengan stakeholder terkait berjalan dengan baik untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan penerbangan terpenuhi di tengah kondisi gangguan asap saat ini," ujar Maya.

Sudah 21 Penerbangan Terdampak

Gangguan pada Jumat menambah jumlah penerbangan yang mengalami keterlambatan selama periode kabut asap.

Pada 18–20 Agustus, sebanyak 15 penerbangan tercatat mengalami delay. Kemudian pada Jumat pagi, enam penerbangan kembali terdampak.

Dengan demikian, berdasarkan data operasional yang disampaikan Angkasa Pura Indonesia, terdapat sedikitnya 21 penerbangan yang mengalami gangguan dalam rentang 18–21 Agustus 2026.

Penumpang Diminta Bersiap Hadapi Perubahan Jadwal

Angkasa Pura Indonesia mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan pagi untuk memantau status penerbangan masing-masing.

Penumpang juga diminta memeriksa informasi langsung kepada maskapai. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi perubahan jadwal akibat kondisi cuaca dan jarak pandang.

Bagi penumpang yang hendak menuju bandara, informasi terbaru menjadi penting agar tidak salah memperkirakan waktu perjalanan maupun jadwal keberangkatan.

Kabut Asap Kembali Mengganggu Mobilitas Warga

Gangguan penerbangan menjadi salah satu dampak nyata kabut asap karhutla di Kalimantan Barat. Ketika jarak pandang menurun, aktivitas transportasi udara ikut menghadapi risiko keterlambatan.

Dampaknya dirasakan langsung oleh penumpang yang harus menunggu lebih lama atau mengubah rencana perjalanan. Dalam kondisi tertentu, penerbangan juga dapat melakukan go around atau dialihkan demi memenuhi aspek keselamatan.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
pesawat delay bandara supadio penerbangan karhutla kabut asap