Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang Kapal Angkutan Barang di Pontianak

Uray Ronald • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:56 WIB
Pantauan lalu lintas kapal di Pelabuhan Seng Hie, Pontianak, Jumat (21/8). (ANTARA/HO-Sucia Lucinda)
Pantauan lalu lintas kapal di Pelabuhan Seng Hie, Pontianak, Jumat (21/8). (ANTARA/HO-Sucia Lucinda)

 

PONTIANAK POST — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu jarak pandang kapal angkutan barang yang beraktivitas di perairan Pontianak, Kalimantan Barat.

Gangguan jarak pandang paling dirasakan pada malam hari ketika kabut asap semakin tebal.

Kondisi tersebut membuat awak kapal mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga keselamatan selama pelayaran.

"Sudah terlalu mengganggu, apalagi kalau malam. Kalau siang tidak terlalu, masih nampak," kata awak kapal pengangkut sembako Aran kepada Antara di Pelabuhan Seng Hie, Pontianak, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: BMKG: Asap Karhutla Ketapang dan Kayong Utara Berpotensi Terbawa ke Pontianak hingga Malaysia

Kapal Tetap Berlayar, Kecepatan Dikurangi

Aran mengatakan aktivitas pelayaran tetap berlangsung meskipun jarak pandang menurun akibat kabut asap.

Namun, awak kapal harus menyesuaikan kecepatan, terutama ketika kondisi semakin sulit pada malam hari.

"Walaupun begitu kita tetap berlayar, cuma mengurangi kecepatan," ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan waktu yang lebih cukup bagi awak kapal dalam mengantisipasi kondisi di sepanjang jalur pelayaran.

Jarak Pandang Siang Hari Sekitar 50-100 Meter

Gangguan serupa dirasakan awak KM Bapake, Umar. Ia mengatakan jarak pandang pada siang hari saat ini hanya berkisar 50 hingga 100 meter.

Kondisi pada malam hari dinilai lebih sulit sehingga awak kapal harus meningkatkan kewaspadaan dan memperlambat laju kapal.

"Kalau keadaan begini masih kelihatan 100 meter, 50 meter kalau siang. Kalau malam kita tidak menjamin, jadinya memperlambat kecepatan," kata Umar.

KM Bapake melayani rute Pontianak-Telok Batang-Seponti dengan membawa berbagai kebutuhan pokok.

Perjalanan menuju tujuan dapat memakan waktu hingga 24 jam sehingga kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi faktor penting selama pelayaran.

"Kalau dibilang mengganggu tidak juga, cuma kita harus benar-benar waspada," ujarnya.

Baca Juga: Karhutla Kalbar Capai 38.310 Hektare hingga Agustus 2026, Paling Luas di Ketapang

Kabut Asap Juga Ganggu Penerbangan di Supadio

Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan transportasi sungai.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mencatat jarak pandang di Bandara Supadio Pontianak sempat turun di bawah satu kilometer pada pagi hari.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kalbar Soetikno mengatakan kondisi tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 WIB.

"Kalau untuk di Supadio itu pagi sekitar jam lima hingga jam tujuh memang kurang dari satu kilometer, dan tentunya itu bisa menghambat kegiatan take-off atau landing pesawat," kata Soetikno.

Menurutnya, jarak pandang di Bandara Supadio biasanya mulai membaik sekitar pukul 07.30 hingga 08.00 WIB.

Pada periode tersebut jarak pandang kembali berada di atas satu kilometer sehingga masih memungkinkan untuk mendukung aktivitas penerbangan.

Cuaca Kering Diperkirakan hingga September

BMKG mengimbau masyarakat dan pengguna transportasi tetap mewaspadai dampak karhutla dan kabut asap.

Kewaspadaan diperlukan karena kondisi cuaca kering diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September 2026.

Masyarakat juga diminta mengikuti informasi terbaru mengenai cuaca dan kualitas udara.

Baca Juga: Kabut Asap Kian Pekat: Jarak Pandang di Bawah 1 Km, Penerbangan di Supadio Makin Banyak Delay

Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi apabila kondisi kabut asap semakin memburuk, terutama ketika jarak pandang mengalami penurunan signifikan.

Gangguan jarak pandang di jalur perairan dan Bandara Supadio menunjukkan bahwa dampak karhutla di Kalimantan Barat tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tetapi juga mulai memengaruhi keselamatan dan kelancaran transportasi.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
kabut asap Pontianak jarak pandang kapal kabut asap Supadio jarak pandang Bandara Supadio karhutla kalbar