Pasukan Drone Polda Kalbar Diterjunkan Buru Titik Karhutla

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:07 WIB
Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar meninjau kesiapan drone yang digunakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan Karhutla di Lapangan Jananuraga Mapolda Kalbar, Kamis (20/8/2026).
Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar meninjau kesiapan drone yang digunakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan Karhutla di Lapangan Jananuraga Mapolda Kalbar, Kamis (20/8/2026).

 

PONTIANAK POST – Polda Kalimantan Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menguji peralatan pemadam sekaligus Drone UAV VTOL untuk memantau titik api dari udara. Simulasi digelar di Lapangan Jananuraga Mapolda Kalbar, Kamis (20/8/2026).

Drone diuji untuk membantu personel mendapatkan gambaran kondisi lapangan secara cepat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Sementara peralatan pemadam diperiksa untuk memastikan benar-benar siap digunakan ketika kebakaran terjadi.

Drone Memburu Titik Api dari Udara

Dalam simulasi, Drone UAV VTOL digunakan sebagai sarana pendukung pengawasan karhutla.

Teknologi tersebut memungkinkan personel memantau wilayah dari udara dan membantu mendeteksi potensi titik api lebih cepat.

Selain untuk karhutla, drone dapat digunakan dalam operasi pengamanan serta kegiatan pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR).

Sebanyak sembilan operator terlibat dalam simulasi. Kegiatan tersebut dipimpin AKP Herry Wanson T. M. N.

Kapolda Cek Satu per Satu Peralatan

Selain menguji drone, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar memeriksa langsung kesiapan sarana penanganan karhutla.

Pengecekan mencakup kendaraan, peralatan pemadaman, perlengkapan pendukung, serta sarana dan prasarana lain yang akan digunakan personel.

Kapolda didampingi Wakapolda Kalbar Brigjen Pol. Hindarsono serta pejabat utama Polda Kalbar dan Kapolres/ta jajaran.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada peralatan yang hanya siap di atas kertas ketika sewaktu-waktu dibutuhkan di lapangan.

“Jangan Sampai Alat Bagus Hanya Dipajang”

Alberd menekankan bahwa kesiapan peralatan harus berjalan bersama pemeliharaan dan latihan rutin.

“Saya yakin dan percaya seluruh personel memiliki kemampuan serta menguasai cara mengoperasikan peralatan yang ada. Yang terpenting, peralatan ini harus dirawat dan personel terus dilatih,” ujarnya.

Menurutnya, peralatan yang tersedia harus mampu memberikan manfaat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

“Jangan sampai alat yang bagus ini hanya untuk dipajang,” tegasnya.

Latihan Disiapkan Sebelum Api Membesar

Simulasi juga menjadi sarana menguji pembagian tugas personel ketika menghadapi karhutla.

Kecepatan respons menjadi penting ketika api meluas, terutama di wilayah yang sulit dijangkau dan berpotensi menimbulkan asap.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan pemanfaatan teknologi merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan.

“Penggunaan teknologi drone diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta mempercepat respons dalam penanganan karhutla dan kegiatan kepolisian lainnya,” ujarnya.

Kapolda Akui Petugas Bisa Lelah

Di balik kesiapan peralatan, Alberd mengingatkan tantangan terbesar tetap berada pada personel yang berhadapan langsung dengan kebakaran.

Ia meminta anggota tetap menjaga semangat meski tugas penanganan karhutla dapat berlangsung panjang dan melelahkan.

“Rekan-rekan di lapangan harus tetap semangat. Saya tahu mungkin Anda lelah, atau bahkan mungkin tidak terlihat apa yang telah kita lakukan selama ini,” katanya.

Menurutnya, pekerjaan tersebut tetap memiliki nilai kemanusiaan karena bertujuan melindungi masyarakat dari dampak kebakaran dan asap.

Ujian Sesungguhnya Ada di Lapangan

Gelar peralatan dan simulasi bukan tujuan akhir. Ujian sesungguhnya adalah ketika teknologi, kendaraan, alat pemadam, dan personel harus bekerja bersamaan saat api benar-benar muncul.

Alberd berharap latihan tersebut membuat jajaran lebih siap menghadapi kemungkinan karhutla berikutnya.

“Mudah-mudahan latihan hari ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan kita menghadapi hal-hal yang mungkin terjadi ke depan,” pungkasnya.

Bagi masyarakat, kesiapan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan internal kepolisian. Ketika titik api ditemukan, respons yang cepat dapat menjadi pembeda antara kebakaran yang segera dikendalikan dan api yang telanjur meluas. *

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
kesiapsiagaan Karhutla karhutla Polda Kalbar Drone UAV VTOL Alberd Teddy Benhard penanganan karhutla