Kementerian PU Kerahkan Pompa dan Tangki Air Atasi Karhutla di Kalbar

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:21 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat dengan mengerahkan pompa hingga tangki air untuk menangani kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). ANTARA/HO - Kementerian PU
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat dengan mengerahkan pompa hingga tangki air untuk menangani kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). ANTARA/HO - Kementerian PU
 
 
PONTIANAK POSTKementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat mengerahkan armada tangki air dan mesin pompa darurat. Langkah taktis ini diambil guna mengatasi bencana kekeringan parah serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).
 
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penguatan koordinasi lintas sektoral menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan warga. Dampak nyata perubahan iklim ini mendorong pemerintah daerah memperketat status kedaruratan di lapangan.
 
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah resmi menetapkan status darurat bencana karhutla. Krisis air bersih juga mulai mencekik aktivitas harian masyarakat di beberapa titik wilayah perkotaan hingga pelosok desa.

Lahan Gambut Pesisir Kalbar Mulai Membara

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I, M. Tahid, memaparkan bahwa fenomena El Nino memperparah risiko kebakaran di tanah borneo. Karakteristik lahan gambut di pesisir Kalbar menjadi tantangan paling berat bagi tim di lapangan. Bara api di lahan jenis ini sering kali bersembunyi di bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan.
 
"Upaya kita di lapangan ikut membantu dalam hal pompa-pompa, kemudian beberapa BBM, juga dengan turun ke lapangan langsung," ujar M. Tahid.
 
Pihaknya kini fokus melakukan langkah mitigasi darurat. Tim menyisir serta memetakan titik sumber air permukaan yang tersisa sebagai pasokan utama mobil pemadam kebakaran.
 

Pasokan Air Bersih untuk Warga yang Kekeringan

Krisis air tidak hanya memicu kebakaran, tetapi juga melumpuhkan akses air minum warga. Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalbar, Mohd. Yoza Habibie, menjelaskan bahwa timnya fokus mendistribusikan air bersih dari PDAM terdekat. Armada truk tangki bergerak siang malam menjangkau wilayah krisis.
 
"Kami lebih ke penanganan kekeringan ada di beberapa kabupaten. Unit kita sudah bergerak ke sana," kata Yoza Habibie.
 
Wilayah prioritas penyaluran bantuan saat ini mencakup Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sanggau, Landak, hingga Kayong Utara. Sarana sanitasi portabel dan hidran umum juga mulai dipasang di titik pengungsian atau wilayah padat penduduk.

Komitmen Pemerintah Hadapi Bencana Musiman

Menteri PU Dody Hanggodo memastikan kementeriannya tidak hanya membangun fisik infrastruktur, melainkan bertanggung jawab penuh atas pemanfaatannya di masa krisis. Penanganan di Kalbar dipastikan berjalan terintegrasi antara pengelolaan sumber daya air dan penyediaan sarana Cipta Karya.
 
Pemerintah pusat juga terus mengimbau pelaku usaha dan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau ini. Pengawasan ketat terus ditingkatkan di area rawa gambut yang rentan.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Atasi kekeringan dan karhutla lahan gambut di Kalbar Kementerian PU gerak cepat salurkan air bersih dan pompa darurat. kekeringan karhutla pontianak