Presiden Prabowo Minta Gambaran Nyata Karhutla Kalbar, BNPB Paparkan Ribuan Titik Api

Miftahul Khair • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:42 WIB
Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, pada Sabtu (22/8). Ia langsung memimpin rapat penanganan Karhutla di wilyaah tersebut. (BPMI SETPRES)
Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, pada Sabtu (22/8). Ia langsung memimpin rapat penanganan Karhutla di wilyaah tersebut. (BPMI SETPRES)

PONTIANAK POST – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk memaparkan gambaran kondisi nyata penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Pemetaan komprehensif ini diperlukan agar pemerintah dapat mengambil langkah penanggulangan yang presisi sesuai situasi di lapangan.

“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” tegas Presiden Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8).

Permintaan tersebut disampaikan Presiden seusai Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melaporkan kehadiran jajaran pejabat lintas instansi. Rapat darurat ini diikuti oleh delapan pimpinan kementerian/lembaga pusat serta 10 pimpinan daerah, termasuk Gubernur Kalbar, Kapolda, Pangdam, unsur Basarnas, BMKG, hingga BPBD setempat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Rapat Karhutla di Kalbar: Saya Datang untuk Melihat Keadaan yang Nyata

Satelit Deteksi Ribuan Titik Panas di Kalbar

Merespons arahan Presiden, Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo memaparkan laporan hasil pemantauan titik panas (hotspot) berbasis satelit selama 24 jam terakhir.

Bulo mengungkapkan bahwa satelit mendeteksi 198 titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan Barat. Selain itu, terdeteksi pula 3.100 titik api dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.

“Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara di wilayah sektor Selatan. Kemudian di wilayah timur juga Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas,” jelas Bulo di hadapan Presiden.

Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca Lanjutan

Selain data sebaran titik api, rapat tersebut juga membahas dinamika prakiraan cuaca sebagai dasar pertimbangan strategi pemadaman. BMKG memproyeksikan potensi hujan berintensitas ringan dapat terjadi di bagian timur Kalimantan Barat pada kurun waktu 21 hingga 27 Agustus 2026.

Baca Juga: Panglima TNI dan Kapolri Tiba di Kalbar, Dampingi Presiden Prabowo Tangani Karhutla Terpadu

Bulo melaporkan bahwa BNPB sebelumnya telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 11 hingga 18 Agustus 2026, namun sempat dihentikan sementara akibat minimnya potensi pertumbuhan awan semai.

“Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awan akan terjadi pada tanggal 23–27 Agustus, sehingga kami akan kembali melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” pungkas Bulo.

Pemaparan kondisi riil ini menjadi landasan utama bagi Presiden Prabowo untuk merumuskan kebijakan penanggulangan karhutla secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta aparat keamanan di lapangan.

Editor : Miftahul Khair
bnpb karhutla kalbar titik api Presiden Prabowo