PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi kolaborasi para relawan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya terhadap kualitas udara di Kota Pontianak.
Salah satu dukungan datang dari Karang Taruna Kota Pontianak melalui Posko Segar Relawan yang disiapkan untuk membantu relawan lainnya yang bertugas menangani karhutla. Posko tersebut berada di Halaman PMI Kota Pontianak.
"Satu di antara relawan yakni Karang Taruna Kota Pontianak yang meluncurkan Posko Segar Relawan sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan dampak karhutla yang menyebabkan kualitas udara di Kota Pontianak memburuk. Posko Segar disiapkan untuk mendukung relawan lainnya yang bertugas di lapangan dalam penanganan karhutla. Lokasinya berada di Halaman PMI Kota Pontianak," ujarnya di Pontianak, Sabtu.
Edi mengatakan kualitas udara di Kota Pontianak saat ini berada pada kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat yang ditandai meningkatnya keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah fasilitas kesehatan.
Menurut Edi, kondisi udara yang memburuk juga banyak dikeluhkan masyarakat melalui media sosial. Karena itu, penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama dan terus berlangsung selama masih terdapat titik api.
"Saya berpesan, jangan sampai ada api yang masih menyala. Jadi kita terus padamkan, pagi, siang, malam, bahu-membahu," jelas dia.
Posko Segar Dukung Relawan di Lapangan
Edi mengapresiasi inisiatif Karang Taruna Kota Pontianak menghadirkan Posko Segar. Keberadaan posko itu diharapkan membantu kebutuhan relawan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi bencana asap.
Ia juga mengingatkan relawan dan petugas yang bekerja di lapangan agar tetap menjaga kesehatan. Menurutnya, kondisi bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat.
"Kita harapkan para relawan dan petugas di lapangan tetap menjaga kesehatan. Mudah-mudahan dengan adanya Posko Segar ini bisa memberikan semangat dan kebersamaan kita dalam menghadapi bencana ini," katanya.
Selain karhutla, Edi mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran bangunan. Ia menyinggung sejumlah kejadian kebakaran di daerah lain yang menimbulkan kerugian material besar.
Di tengah kondisi tersebut, Edi berharap hujan segera turun untuk membantu proses pemadaman. Curah hujan dinilai dapat meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran lahan yang masih terjadi.
"Kita selalu berdoa agar diturunkan hujan. Dengan hujan, efektivitas terhadap kebakaran lahan itu lebih tinggi," ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga telah memberikan perhatian terhadap penanganan kebakaran lahan di Kalimantan Barat. Ia berharap dukungan pemerintah pusat dan berbagai pihak dapat memperkuat upaya penanganan sehingga dampak karhutla tidak semakin meluas. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara