Paskibraka Pontianak 2026 Dapat Apresiasi Wali Kota, Sukses Bawa Nama Daerah ke Tingkat Nasional

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:08 WIB
Kegiatan Ramah Tamah dan Apresiasi Paskibraka Kota Pontianak Tahun 2026 di UMKM Center Kota Pontianak, Minggu (23/8/2026). (Pemkot Pontianak)
Kegiatan Ramah Tamah dan Apresiasi Paskibraka Kota Pontianak Tahun 2026 di UMKM Center Kota Pontianak, Minggu (23/8/2026). (Pemkot Pontianak)

 

PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Pontianak bersama sejumlah mitra memberikan apresiasi kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pontianak Tahun 2026 yang sukses menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Apresiasi dari Dekranasda Kota Pontianak, Bank Kalbar, Hotel Novotel, Mitra Anda, dan Optik Pontianak itu disampaikan dalam agenda Ramah Tamah dan Apresiasi Paskibraka Kota Pontianak Tahun 2026 di UMKM Center Kota Pontianak, Minggu (23/8/2026).

Celine Bawa Nama Pontianak ke Tingkat Nasional

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan keberhasilan Paskibraka menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih menjadi kebanggaan bagi Kota Pontianak.

Ia secara khusus mengapresiasi Celine Olivia Apriani Theo, anggota Paskibraka dari SMK 5 Pontianak yang dipercaya menjadi pembawa baki pada pengibaran Merah Putih di Istana Merdeka.

“Saya mengucapkan apresiasi, terima kasih, dan tentu berbahagia atas prestasi adik-adik yang telah menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih, terutama Celine yang membawa harum nama Kota Pontianak dan Kalimantan Barat di event nasional,” ujarnya.

Baca Juga: Celina Olivia, Paskibraka Kalbar Bawa Baki Bendera Merah Putih di Istana

Menurut Edi, kepercayaan menjadi bagian dari Paskibraka, terlebih tampil di tingkat nasional, bukan hal mudah. Para peserta membutuhkan ketangguhan fisik, mental, spiritual, kedisiplinan, serta semangat juang yang tinggi.

Kehadiran Paskibraka, lanjut dia, menjadi bukti generasi muda Pontianak mampu berprestasi hingga tingkat nasional. Hal itu diharapkan memotivasi siswa-siswi lain di Kota Pontianak maupun Kalimantan Barat untuk berani bermimpi dan bekerja keras.

“Kita ingin memberikan semangat bagi generasi muda, bahwa kita bisa berprestasi di tingkat nasional,” ucapnya.

Edi berharap pengalaman menjadi Paskibraka menjadi bekal bagi para peserta untuk terus disiplin, berkarya, dan berprestasi. Nilai kekompakan, tanggung jawab, dan cinta tanah air yang diperoleh selama latihan diharapkan tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tugas pengibaran bendera mungkin telah selesai, tetapi tugas untuk menjaga kehormatan bangsa dan menjadi teladan generasi muda baru saja dimulai,” jelasnya.

Celine Belajar dari Pengalaman di Jakarta

Bagi Celine, menjadi pembawa baki pada pengibaran Bendera Merah Putih di Istana Merdeka bukan sekadar berdiri di barisan kehormatan pada 17 Agustus. Pengalaman tersebut mengajarkannya tentang disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan keyakinan terhadap kemampuan diri.

“Saya sangat senang dan bangga karena bisa bertemu dengan teman-teman dari 38 provinsi yang ada di Indonesia,” ujar Celine.

Selama menjalani pemusatan di Jakarta, Celine bertemu dengan teman-teman sebaya dari berbagai daerah dengan latar belakang, budaya, dan cerita berbeda.

Dari pengalaman tersebut, ia belajar tentang keberagaman Indonesia yang disatukan semangat cinta tanah air. Selama pelatihan, anggota Paskibraka Nasional juga ditempa dalam kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur waktu.

Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Motivasi Dua Calon Paskibraka Nasional Asal Kalbar Jelang Bertugas di Jakarta

Celine berharap pengalaman dan ilmu yang diperolehnya selama berada di Jakarta dapat dibawa pulang dan dibagikan kepada teman-teman di daerah.

Ia juga ingin generasi muda Pontianak tidak takut bermimpi dan tidak ragu terhadap kemampuan diri sendiri.

“Pesan saya untuk teman-teman semuanya, tetap semangat dan jangan pernah takut untuk bermimpi. Jangan pernah ragu sama kemampuan diri kita sendiri. Teruslah berproses, karena proses itulah yang akan mengantarkan kita ke kesuksesan,” ucapnya.

Adrian Lewati Rasa Lelah dan Rindu

Kisah perjuangan juga datang dari Adrian Dimas Christoper Situmorang, anggota Paskibraka asal SMA Negeri 4 Pontianak.

Bagi Adrian, menjadi bagian dari pengibaran Bendera Merah Putih di tingkat Kota Pontianak meninggalkan pengalaman tentang rasa letih, rindu kepada orang tua, ujian mental, hingga kebanggaan setelah mampu menuntaskan tugas.

“Kami merasa letih, lelah, dan rindu sama orang tua. Jujur kami juga merasa ingin cepat-cepat pulang,” ujarnya.

Adrian mengaku sempat tergoda ketika pelatih memberi kesempatan kepada peserta yang merasa tidak kuat untuk mundur. Namun, ia kembali mengingat pesan pelatih bahwa mereka yang terpilih menjadi Paskibraka Kota Pontianak merupakan orang-orang terbaik dari ratusan siswa yang mengikuti seleksi.

“Saya tahu bahwa Pak Fajar (pelatih) selalu mengingatkan, orang-orang yang terpilih sebagai Paskibraka Kota Pontianak merupakan orang-orang terbaik dari banyak sekolah,” katanya.

Seiring waktu, rasa lelah dan keinginan untuk pulang berubah menjadi semangat. Adrian mulai memahami bahwa proses berat yang dijalani bukan sekadar latihan fisik, tetapi juga bagian dari pembentukan mental dan tanggung jawab.

“Perasaan letih, lelah, dan ingin cepat-cepat pulang mulai menghilang. Malahan berganti menjadi semangat yang menggebu-gebu,” tuturnya.

Baca Juga: Cerita Siswi SMKN 5 Pontianak Wakili Kalbar di Paskibraka Nasional

Hujan Sempat Uji Mental

Puncak proses tersebut terjadi pada 17 Agustus. Sejak pagi, Adrian merasakan semangat berbeda. Pikiran dan hatinya tertuju pada satu hal, yakni menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera dengan sebaik-baiknya.

Meski pengibaran berjalan lancar, ujian datang saat penurunan bendera. Cuaca kurang baik dan hujan sempat membuat mental para anggota terguncang. Namun, menjelang pelaksanaan penurunan, hujan berhenti dan kondisi cuaca membaik.

“Ketika penurunan, mental kami sempat terguncang karena cuacanya kurang baik. Waktu itu hujan. Puji Tuhan, ketika penurunan tiba-tiba hujan berhenti dan kondisi cuaca membaik,” katanya.

Adrian bersyukur dapat menjadi bagian dari Paskibraka Kota Pontianak. Pengalaman tersebut, menurut dia, menjadi bagian yang tidak akan terlupakan. (*)

Editor : Uray Ronald
Sumber : Pemkot Pontianak
Celine Olivia Apriani Theo Paskibraka Pontianak 2026 Paskibraka Kota Pontianak apresiasi Paskibraka Pontianak